Sponsors Link

20 Penyebab Infeksi Ginjal Pada Anak (No. 16 Paling Sering Terjadi)

Sponsors Link

Infeksi ginjal atau yang biasa disebut pielonefritis adalah suatu penyakit pada ginjal yang terjadi karena adanya bakteri yang berasal dari kandung kemih berpindah ke ginjal, hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri pada penderita infeksi ginjal.

ads

Infeksi ginjal biasanya disebabkan dari adanya komplikasi infeksi saluran kemih. Wanita dimungkinkan lebih berisiko untuk mengalami infeksi ginjal karena uretra wanita lebih pendek dibanding uretra pria. Untuk masuk ke dalam tubuh bakteri pertama kali harus melewati uretra. Hal inilah yang menjadi penyebab bakteri lebih mudah untuk masuk ke kandung kemih. Selain wanita, anak – anak juga cukup rentan diserang infeksi ginjal, apalagi jika ketika lahir terdapat kelainan pada saluran kemih (refluks vesicoureteral). Kelainan ini merupakan suatu kejadian dimana urine mengalir kembali dari kandung kemih ke ginjal.

Baca juga :

Di artikel ini kami akan lebih membahas tentang infeksi ginjal pada anak. Mengingat penyakit ini juga cukup rentan menimpa anak – anak, dan pada umumnya mereka kurang bisa menyadari kondisi kesehatan nya sendiri. Disinilah peran orang tua sangat diperlukan untuk selalu mengawasi dan mengantisipasi setiap gejala yang menimpa anak – anak mereka.

Gejala Infeksi Ginjal Pada Anak-Anak

Pada anak – anak  kemunculan infeksi pada ginjal biasanya disertai dengan tanda – tanda atau gejala seperti di bawah ini :

1. Rewel

Hal ini mungkin dirasa wajar menimpa sebagian besar anak – anak. Namun kita sebagai orang tua harus lebih waspada jika anak – anak mengalami rewel yang tidak wajar (tanpa ada alasan yang jelas). Perasaan rewel yang timbul disebabkan karena adanya  sakit yang di rasa pada bagian perut memang membuat tidak nyaman.

Baca juga :

2. Nafsu makan yang berkurang

Salah satu gejala yang dialami anak – anak akibat infeksi ginjal adalah selera makan yang berkurang. Setiap makanan yang dikonsumsi justru mudah keluar, baik melalui mulut (muntah) ataupun dubur (buang air besar). Hal ini terjadi karena rasa mual yang kambuh ataupun mungkin mengalami sakit perut dan diare sehingga BAB dilakukan lebih sering dari biasanya. Oleh karena itu pasien pengidap infeksi ginjal harus diberi infus sebagai tindakan pemberian nutrisi.

3. Nyeri perut

Sudah cukup jelas bahwa rasa nyeri ini dapat muncul diakibatkan oleh infeksi ginjal yang menyerang anak – anak. Sebenarnya perut yang ditunjuk dimaksudkan untuk organ ginjal nya. Jika hal ini terjadi maka infeksi ginjal yang diderita sudah cukup parah, sehingga perlu adanya tindakan medis segera.

Baca juga :

Sponsors Link

4. Pertumbuhan tidak normal

Pertumbuhan tidak normal yang dimaksud bukan karena adanya kelainan, akan tetapi karena infeksi pada ginjal. Kita dapat membedakan gejala infeksi pada ginjal yaitu pertumbuhan yang tidak normal tidak muncul sejak lahir. Jika gejala ini muncul ketika anak berusia 1 sampai 2 tahun maka akan menimbulkan gangguan pada proses berjalan atau bahkan ketika belajar berbicara.

5. Mengompol

Pada anak – anak dibawah 1 tahun mungkin kejadian ini dirasa juga masih wajar. Namun jangan salah, infeksi pada ginjal dapat menimbulkan buang air kecil menjadi terlalu sering. Oleh karena itu perlunya pemeriksaan secara rutin pada anak anda.

6. Adanya darah dalam urine atau hematuria

Hematuria ialah suatu gejala dimana terdapat darah dalam urine. Urine yang dikeluarkan akan berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan tidak seperti biasanya. Namun selain karena hematuria urin yang berubah warna juga bisa disebabkan karena obat – obatan atau makanan tertentu. Segeralah periksakan anak anda jika ditemui gejala ini.

Baca juga :

ads

7. Bau urine yang tidak seperti biasanya

Salah satu cara mendeteksi adanya infeksi pada ginjal yaitu dengan urin yang dikeluarkan. Gejala yang dimaksud adalah bau urin yang tidak pesing seperti biasanya. Hal itu bisa terjadi karena proses pengolahan yang sempurna, masih ada zat zat bermanfaat bagi tubuh. Dan akhirnya urin yang dikeluarkan tidak memiliki bau.

8. Jaundice atau sakit kuning

Dalam bahasa medis sakit kuning juga biasa disebut Jaundice. Ini merupakan suatu penyakit yang menyebabkan perubahan pada kulit menjadi kuning dan perubahan warna mata yang awalnya putih menjadi kuning juga (sclera). Sakit kuning ini muncul dikarenakan adanya peningkatan kadar pigmen empedu atau bilirubin di dalam darah. Kondisi ini dimungkinkan efek dari infeksi ginjal yang terjadi.

Baca juga :

9. Sering buang air kecil

Infeksi pada ginjal juga menimbulkan rasa ingin buang air kecil yang besar. Hal ini dikarenakan fungsi ginjal yang mulai kesulitan mengolah urin di dalam tubuh.

10. Sakit saat buang air kecil

Rasa sakit yang muncul ketika buang air kecil di akibatkan ginjal yang terdapat luka, sehingga menyebabkan infeksi. Oleh karena itu penderita infeksi ginjal merasa tidak nyaman saat kencing.

Baca juga :

11. Punggung terasa nyeri

Tepatnya di punggung bagian bawah. Hal ini disebabkan karena letak ginjal yang berada di ujung vertebrae atau tulang belakang, sehingga reaksi dari infeksi ginjal juga menyebar bahkan sampai ke punggung.

12. Demam

Infeksi yang ada pada ginjal mendorong tubuh untuk segera mengirimkan informasi adanya keadaan tersebut. Gejala demam yang muncul timbul akibat neuron yang memberikan sinyal bahwa tubuh tidak berada dalam kondisi baik.

13. Rasa mual bagian perut

Bagian perut dihimpit oleh dua ginjal, oleh karena itu perut menjadi salah satu yang paling sering memunculkan gejala. Tidak hanya sakit dan nyeri , namun juga muncul rasa mual. Hal ini dikarenakan fungsi ginjal yang kesulitan mengolah makanan menjadi urin.

14. Cepat lelah

Sebagai salah satu organ penting bagi tubuh ginjal juga berguna untuk menetralkan racun. Ketika terjadi infeksi pada ginjal, maka kinerja nya tentu akan berkurang. Hal ini menyebabkan racun yang tidak dinetralisir akan menyebar. Sistem tubuh yang sedang bekerja juga bisa diserang racun. Hal inilah yang menyebabkan tubuh cepat lelah karena karena selain melawan juga harus bekerja sesuai dengan sistem tubuhnya.

Baca juga :

Sponsors Link

15. Rentan diare

Resiko lain yang timbul dari infeksi ginjal ini adalah mengalami diare secara terus menerus. Hal ini disebabkan racun yang tidak bisa di netralisir tidak bisa dikeluarkan melalui kandung kemih (saluran kencing). Maka satu – satunya jalan hanyalah lewat pencernaan, dalam bentuk fases yang tidak bisa di olah. Itulah mengapa pasien infeksi ginjal sangat rentan mengalami diare secara terus menerus.

16. Susah untuk makan

Selain nafsu makan turun, anak – anak juga akan mengalami kesulitan untuk makan. Mereka mudah menangis dikarenakan perutnya sudah lapar tetapi tidak mau makan. Orang tua pun sering mengalami stres menghadapi anak – anaknya.

17. Tubuh lemas

Hal ini terjadi karena kurang nya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, akhirnya badan pun menjadi lemas. Oleh karena itu segeralah periksa anak anda jika dirasa kesulitan saat makan agar kondisi tubuh tidak sampai lemas.

Baca juga :

18. Menggigil

Infeksi Ginjal Pada Anak bisa terjadi karena badan yang menggigil karena Selain demam tubuh juga akan menggigil jika terjadi infeksi ginjal. Penanganan yang kurang cepat dapat memicu terjadinya gejala ini.

19. Kekebalan tubuh menurun

Pada anak – anak kekebalan tubuh atau sistem imun menjadi sangat rentan bila tubuh terserang penyakit. Apalagi ketika nafsu makan berkurang sehingga nutrisi yang dibutuhkan untuk sistem imun juga pasti berkurang.

20. Dehidrasi yang cukup parah

Terjadinya diare secara terus menerus juga menimbulkan tubuh kekurangan cairan atau biasa disebut dehidrasi. Hal ini bisa dilihat dari keletihan yang sering dialami pada anak – anak yang biasanya sangat aktif.

Berikut adalah gejala Infeksi Ginjal Pada Anak yang tanpa kita sadari sudah banyak yang terkena. Sebagai orang tua kita harus bisa menjaga anak atau mungkin saudara – saudara kita yang masih dalam masa kanak – kanak. Mereka hanya bisa merasakan, tetapi kita yang wajib mengetahui apa yang harus dilakukan ketika muncul gejala – gejala diatas.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :