Sponsors Link

IgA Nephropathy: Gejala – Penyebab – Pengobatan

Sponsors Link

IgA Nephropathy atau biasa disebut dengan penyakit berger adalah salah satu penyakit ginjal kronis yang terjadi pada saat deposit imuglobulin A atau IgA menumpuk di organ ginjal. Imunoglobulin merupakan bagian normal dari sistem kekebalan yang membantu tubuh untuk menyingkirkan infeksi. Seseorang dengan IgA Nephropathy akan memiliki versi imunoglobulin A yang rusak dan membentuk rantai yang tersangkut pada ginjal.

IgA Nephropathy menjadi penyakit yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Meski ini merupakan penyakit seumur hidup, namun kebanyakan penderita tidak mengembangkan sesuatu yang serius. Untuk perawatannya sendiri umumnya melibatkan pengendalian tekanan darah dan juga kadar kolesterol dengan obat obatan namun terkadang juga membutuhkan transplantasi ginjal.

Gejala IgA Nephropathy

Pada tahap awal, gejala utama dari IgA Nephropathy adalah darah dalam urin yang dalam istilah medis disebut dengan hematuria. Gejalanya umumnya terjadi antara usia 15 hingga 35 tahun namun mungkin tidak diperhatikan selama beberapa tahun karena jumlah darah di dalam urin sangat sedikit. Apabila penyakit ini semakin berkembang, maka ginjal rusak bisa terjadi dan ada beberapa gejala lain yang terjadi, seperti:

  • Urine berwarna coklat seperti teh.
  • Rasa sakit di sisi punggung atau nyeri pinggang.
  • Protein dalam urin atau proteinuria.
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki.

Penyebab IgA Nephropathy

Imunoglobulin atau antibodi merupakan protein besar yang dipakai sistem kekebalan tubh untuk membunuh bakteri dan virus berbahaya. Salah satu jenis imunoglobulin adalah IgA atau imunoglobulin A. Pada saat seseorang terkena IgA Nephropathy, maka IgA tidak bisa berfungsi dengan baik. Alih alih hanya mengikat bakteri dan virus, IgA akan keliru dan menempel pada molekul IgA lainnya kemudian menciptakan rantai panjang.

Pada saat rantai tersebut bersirkulasi dalam darah, maka akhirnya akan tersimpan dalam saringan ginjal atau glomeruli. Deposito IgA tersebut menghasilkan reaksi inflamasi dalam tubuh dan peradangan tersebut pada akhirnya akan menyebabkan ginjal rusak.

Saat ini, belum diketaui dengan pasti mengapa IgA seseorang bertindak seperti itu. Para peneliti percaya jika anda komponen genetik untuk penyakit ini karena biasanya bisa terjadi dalam satu keluarga. Faktor faktor tertentu juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena IgA Nephropathy. Pria akan memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Sedangkan kondisi lain yang juga berhubungan dengan IgA Nephropathy diantaranya adalah:

  • Penyakit hati termasuk hepatitis B dan C serta sirosis.
  • Penyakit Celiac.
  • Dermatitis herpetiformis.
  • Infeksi seperti HIV, infeksi virus saluran pernapasan bagian atas dan virus lambung.
  • Henoch Schonlein purpura.

Diagnosis IgA Nephropathy

Dokter nantinya akan melihat riwayat medis dan keluarga pasien sekaligus melakukan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin juga akan bertanya tentang gejala termasuk apakah pernah memperhatikan perubahan warna air seni menjadi gelap atau kemerahan atau jika memiliki riwayat penyakit infeksi saluran kemih [ISK].

Untuk memastikan diagnosis dan membedakan kondisi pasien dari penyakit lain, ada beberapa tes yang juga dilakukan, seperti:

  • Biopsi ginjal: Untuk mencari endapan IgA untuk mengkonfirmasi diagnosis.
  • Urinalisis: Untuk memeriksa penyebab adanya protein dalam urin dan darah dalam urin.
  • Tes kreatinin serum: Untuk mengetahui apakah kreatinin menumpuk pada darah.
  • Perkiraan laju filtrasi glomerulus [GFR]: Untuk menentukan seberapa baik ginjal menyaring limbah.
  • Tes tekanan darah.
  • Tes darah kolesterol.

Pengobatan IgA Nephropathy

Sebenarnya, tidak ada obat untuk mengatasi IgA Nephropathy dan tidak terdapat cara standar untuk mengatasinya. Beberapa penderita juga bisa tidak membutuhkan pengobatan sama sekali namun masih harus melakukan pemeriksaan rutin untuk memeriksa fungsi ginjal mereka.

Sedangkan untuk penderita lain membutuhkan pengobatan yang bertujuan untuk memperlambat kemajuan kondisi dan mengelola tekanan darah pembengkakan serta kadar protein dalam urin. Beberapa obat yang mungkin akan diberikan diantaranya adalah:

Obat tekanan darah tinggi yang dikenal dengan angiotensin receptor blockers atau inhibitor enzyme converting untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar protein dalam urin.

  • Obat imunosupresan seperti steroid oral.
  • Suplemen asam lemak omega 3 seperti minyak ikan.
  • Diuretik yang bisa membantu menghilangkan cairan berlebih dalam darah.
Sponsors Link
>
, , ,