Sponsors Link

Apa Sebenarnya Hubungan Penyakit Ginjal dan Hipertensi?

Sponsors Link

Mungkin sebagai orang awam, anda tidak pernah mengetahui jika sebenarnya ada hubungan penyakit ginjal dan hipertensi. Ginjal dan peredaran darah merupakan dua komponen yang saling bergantung antara satu dengan yang lain pada kesehatan tubuh. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan tekanan yang digunakan darah ketika jantung memompa darah. Tekanan darah tinggi mengartikan adanya tingkat tekanan darah lebih tinggi dari normal yang digunakan darah. Ada banyak faktor yang bisa mengakibatkan hal ini terjadi seperti naiknya volume darah karena kelebihan cairan dalam darah serta pembuluh darah tersumbat atau sempit. Supaya bisa lebih jelas mengenai apa saja hubungan penyakit ginjal dan hipertensi, berikut akan kami berikan penjelasan selengkapnya.

Tugas Ginjal di Dalam Tubuh

Fungsi ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang berperan dalam sistem ekskresi. Ginjal ada di bawah tulang rusuk yang berjumlah sepasang yakni kiri dan kanan dengan bentuk seperti kacang sebesar kepalan tangan. Setiap hari, sepasang ginjal akan menyaring sekitar 115 hingga 140 liter darah untuk memproduksi sekitar 1 sampai 2 liter urin yang terdiri dari limbah tubuh dan cairan berlebih. Urin akan mengalir dari ginjal menuju kandung kemih lewat pipa yang dinamakan dengan ureter dan dlam kandung kemih nantinya urin akan disimpan.

Pada saat kandung kemih dalam kondisi kosong, maka menandakan urin sedang mengalir keluar dari tubuh lewat pipa lain yang dinamakan uretra yang terletak di bawah kandung kemih. Meski bagian organ ginjal menyaring ratusan liter air setiap hari, namun sebetulnya ginjal bekerja dalam tingkat mikroskopis. Ginjal tidak bekerja seperti sistem penyaringan besar sebab setiap ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring bernama nefron.

Masing masing nefron akan menyaring darah dalam jumlah sedikit. Nefron tersebut terdiri dari penyaringan bernama tubulus dan glomerulus dan nefron bekerja dalam 2 tahap. Tahap pertama, glomerulus akan menyaring sel darah serta molekul besar seperti protein lalu membiarkan cairan dan sisa tubuh lewat serta masuk ke tubulus. Pada tubulus, mineral di cairan akan disaring untuk dimasukkan kembali ke peredaran darah. Pada akhirnya, produk terakhir yang dihasilkan adalah urin yang kemudian dikeluarkan dari tubuh yang terdiri dari sisa limbah serta cairan berlebihan hasil kerja anatomi saluran kemih.

Apa Hubungan Hipertensi dan Penyakit Ginjal?

1. Hipertensi Penyebab Kerusakan Arteri

Darah yang disaring ginjal akan mengalir lewat pembuluh darah di sekitar ginjal dan ada banyak darah yang mengalir pada pembuluh darah tersebut. Dengan berjalannya waktu, jika hipertensi semakin tidak terkontrol, maka akan menyebabkan arteri di sekitar ginjal semakin lemah, menyempit serta mengeras. Kerusakan arteri tersebut bisa menghambat darah yang dibutuhkan jaringan ginjal.

2. Kerusakan Arteri Nefron Menyebabkan Darah Tidak Mengalir

Seperti yang sudah dijelaskan, ginjal terdiri dari jutaan nefron yang berguna sebagai unit penyaringan pada ginjal. Nefron tersebut mwenerima suplai darah lewat pembuluh darah paling kecil yakni kapiler berbentuk seperti rambut kecil di dalam tubuh. Jika arteri tersebut rusak, maka nefron tidak bisa memperoleh oksigen dan juga nutrisi yang dibutuhkan. Akhirnya, ginjal akan kehilangan kemampuannya untuk menyaring darah serta mengatur asam, hormon, cairan dan juga garam di dalam tubuh atau bisa dikatakan ginjal rusak.

3. Kerusakan Ginjal Menyebabkan Pengaturan Tekanan Darah Terganggu

Ciri ciri ginjal sehat umumnya akan memproduksi hormon untuk membantu tubuh dalam mengatur tekanan darah. Kerusakan pada ginjal serta tekanan darah yang tak terkontrol akan menyebabkan dampak negatif antara satu dengan yang lainnya. Dengan arteri yang terganggu dan fungsinya terhenti, maka ginjal akan mengalami gagal ginjal. Proses tersebut bisa terjadi selama beberapa tahun namun sebetulnya juga bisa dicegah.

Tanda Hipertensi dan Penyakit Ginjal

Umumnya, seseorang yang mengalami tekanan darah sendiri tidak menunjukkan gejala khusus. Kemungkinan penderita akan mengalami pembengkakan pada tubuh yang disebut edema pada bagian kaki, lutut, telapak tangan atau tangan dan wajah meski jarang terjadi. Edema tersebut bisa terjadi akibat ginjal tidak bisa mengeluarkan cairan berlebih atau garam yang ada di tubuh. Jika penyakir ginjal bertambah parah, maka beberapa gejala spesifik akan muncul, seperti:

  • Muntah muntah.
  • Tidak nafsu makan.
  • Berat badan yang menurun.
  • Mengantuk atau mudah lelah.
  • Mual.
  • Sakit kepala.
  • Kulit terlihat kering.
  • Kram otot.
  • Warna kulit terlihat gelap.
  • Nafas pendek.
  • Sakit di area dada.
Sponsors Link
>
, , ,