Sponsors Link

Hubungan Ginjal dengan Lambung yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Organ tubuh memang ada banyak dan semuanya berfungsi sesuai kadarnya masing-masing. Setiap organ tubuh berperan dalam proses metabolisme tubuh. Ada yang berperan dalam proses pencernaan, pembuangan, maupun proses sirkulasi darah. Karena sama-sama berperan dalam metabolisme tubuh, tentunya jika ada gangguan pada salah satu organ, maka bisa jadi organ lain juga mendapatkan imbasnya. Misalnya Hubungan Ginjal dengan Jantung, termasuk juga hubungan ginjal dengan lambung. Berikut penjelasan mengenai lambung dan ginjal beserta hubungan dari keduanya.

ads
  1. Gejala maag bisa jadi adalah tanda awal penyakit ginjal

Secara sepintas, hubungan ginjal dengan lambung tidak terlihat dengan jelas dan hubungan keduanya tidak erat. Akan tetapi. Waspadalah jika Anda mengalami gejala maag, karena bisa jadi hal itu adalah Gejala Awal Penyakit Ginjal. Walau tidak semua penderita maag juga mengalami penyakit ginjal, namun salah satu gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ginjal adalah seperti maag, di antaranya muncul gejala peut kembung, rasa mual, dan juga rasa sakit di sekitar perut.

Jika sebelumnya Anda tidak pernah mengalami maag, lalu mendadak muncul gejala sakit maag (terutama yang dibarengi dengan rasa mual dan perubahan terhadap kondisi urine), maka ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Bila perlu, lakukan cek darah atau juga bisa melakukan cek urine untuk mengetahui apakah ada indikasi awal sakit ginjal atau tidak.

  1. Konsumsi obat maag dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan ginjal

Bagi Anda yang sudah memiliki penyakit maag sebelumnya, hubungan ginjal dengan lambung bisa dikaitkan dengan pola pengobatan maag itu sendiri. Ternyata ada sebuah Jenis Obat Yang Dapat Merusak Ginjal dari jenis obat lambung atau obat maag, terutama apabila dikonsumsi secara berkelanjutan atau jangka panjang. Maag itu sendiri memang pasti sangat terasa menyiksa, namun pemilihan obat maag yang salah bisa berakibat fatal juga.

Salah satu jenis obat maag yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal adalah Proton Pump Inhibitor (PPI). Beberapa contoh obat maag jenis ini adaah esomeprazole, lansoprazole, dan omeprazole. Obat ini bekerja dengan memperlambat kinerja sel yang bertugas untuk menghasilkan asam lambung. Dengan demikian, asam lambung tidak akan keluar secara berlebihan. Jenis obat PPI ini sendiri memang digemari masyarakat yang menderita maag karena efeknya terbilang cepat. Sehingga tidak mustahil jika banyak orang yang mengonsumsinya dalam jangka panjang.

Akan tetapi, jenis obat PPI ini sendiri yang tidak diperhatikan dosis dan juga waktu mengonsumsinya bisa menyebabkan gangguan pada ginjal. Bahkan ada satu penelitian yang dilakukan pada 24.000 penderita gagal ginjal. Dan hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa setiap 1 dari 4 pasien gagal ginjal kronis, adalah mereka yang mengonsumsi PPI sebagai obat maag.

Ada lagi penelitian lain yang menyebutkan bahwa penderita maag yang sering mengonsumsi PPI sebagai obat maag dapat meningkatkan risiko 20 hingga 50% lebih besar mengidap Penyakit Ginjal gagal ginjal. Hal ini disebabkan karena PPI bisa menyebabkan magnesium menurun. Padahal ginjal sangat membutuhkan magnesium untuk bisa bekerja secara optimal.

Sponsors Link

  1. Gagal ginjal meningkatkan risiko pendarahan, termasuk di lambung

Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang sering menyebabkan gejala dan komplikasi pada tubuh. Saat ginjal gagal bekerja dengan maksimal, maka fungsi ginjal untuk menyaring darah akan berkurang. Hal ini menyebabkan adanya kadar ureum dalam darah yang meningkat dan tidak normal. Tingginya kadar ureum pada darah inilah yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

Salah satu komplikasi dari tingginya kadar ureum pada darah adalah koagulasi darah yang terganggu. Kondisi tersebut akan menyebabkan tubuh menjadi lebih mudah mengalami pendarahan, termasuk organ lambung yang bisa juga mengalami pendarahan.

Sponsors Link

  1. Gagal ginjal menyebabkan gejala gangguan lambung

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa gejala maag bisa menjadi tanda awal penyakit ginjal, seperti itulah gagal ginjal berpengaruh kepada lambung. Tingginya zat limbah pada darah, seperti ureum, akan menyebabkan seseorang menjadi tidak nyaman. Nafsu makannya akan menurun dengan cepat. Dan hal ini akan berpengaruh juga pada lambung, dimana penderita Gagal Ginjal Kronis akan mengalami mual bahkan muntah. Selain itu, organ pencernaan lain juga bisa terganggu, misalnya rongga mulut yang memiliki rasa logam sehingga tidak nyaman untuk mengonsumsi makanan.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai hubungan ginjal dengan lambung yang perlu diketahui. Semoga artikel di atas bermanfaat untuk Anda. Selalu perhatikan pola pengobatan maag Anda. Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terkait.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Anatomi