Sponsors Link

Apa Saja Hubungan Ginjal Dengan Homeostasis yang Utama

Sponsors Link

Homeostasis merupakan mekanisme pengaturan lingkungan keseimbangan dinamis pada organisme yang konstan. Homeostasis adalah konsep terpenting dalam mengatur organisme. Sedangkan bagian organ ginjal adalah orang yang bertugas mengatur pH, komposisi air dalam darah dan juga konsentrasi ion mineral. Ginjal nantinya akan mempertahankan pH plasma darah sekitar 7.4 lewat bertukarnya ion hidronium dan hidroksil sehingga urin yang akan dihasilkan akan bersifat asam di pH 5 atau alkalis di pH 8. Lalu, apa sebenarnya hubungan ginjal dengan homeostasis?, berikut penjelasan selengkapnya untuk anda.

ads

Hubungan antara ciri ciri ginjal sehat dengan homeostasis akan terjadi ekstensif jika dibandingkan dengan organ lainnya. Ginjal akan mengatur komposisi elektrolit, pH lingkungan internal, volume dan juga mengeliminasi segala zat sisa metabolisme tubuh kecuali CO2 yang akan dikeluarkan lewat sistem pernapasan. Ginjal akan melakukan tugas ini dengan cara mengeliminasi zat yang tidak diperlukan oleh tubuh lewat urin seperti sisa metabolisme, air atau garam berlebih dan akan menahan sementara zat yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh.

Ginjal juga akan mempertahankan konstituen plasma dimana konsentrasinya akan dijaga pada rentang yang sempit supaya tidak mengganggu meski masukan dan pengeluaran konstituen dari jalan lain bervariasi sehingga jika ginjal rusak bisa menyebabkan masalah. Sedangkan untuk beberapa cara lebih spesifik yang dilakukan organ ginjal dalam membantu homeostasis adalah:

  1. Fungsi Regulasi
  • Ginjal akan mengatur konsentrasi dan jumlah sebagian besar elektrolit CES atau cairan ekstrasel termasuk juga beberapa elektrolit yang penting dalam mengatur eksitabilitas neuromuskulus.
  • Ginjal bertugas untuk mempertahankan pH agar sesuai dengan eliminasi kelebihan H+ atau asam / HCO3 [basa] pada urin.
  • Ginjal akan turut membantu mempertahankan volume plasma yang tepat untuk mengatur jangka panjang tekanan darah arteri dengan cara mengontrol keseimbangan garam di dalam tubuh sehingga jika ada tanda tanda ginjal rusak akan mengganggu segala fungsi ginjal tersebut.
  • Ginjal akan mempertahankan keseimbangan air di dalam tubuh yang sangat penting untuk mempertahankan konsentrasi zat terlarut yang sesuai.
  1. Fungsi Eksresi

Organ ginjal nantinya akan mengekskresi beberapa produk akhir dan metabolisme di dalam urin. Zat sisa yang bersifat toksin dalam tubuh dan menumpuk nantinya juga akan diekskresi oleh ginjal jika terlalu banyak senyawa asing yang sudah masuk ke dalam tubuh yang menjadi faktor perbedaan warna urine.

  1. Fungsi Hormonal

Organ ginjal akan mengekskresi eritropoiein yakni hormon yang merangsang produksi sel darah merah dari sumsum tulang. Fungsi tersebut berfungsi dalam homeostasis dengan cara mempertahankan kandungan O2 agar optimal dalam darah yakni lebih dari 98% O2 dalam darah yang terikat pada hemoglobin dalam sel darah merah sehingga cara merawat ginjal agar tetap sehat sangat penting dilakukan. 

Sponsors Link

  1. Fungsi Metabolisme

Organ ginjal akan membantu untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif dimana vitamin D sangat penting dalam penyerapan Ca++ dari dalam saluran pencernaan dan kalsium yang sangat memiliki banyak manfaat homeostatik.

Dalam ekskresi sendiri terdapat 3 sistem penting yakni sistem pernapasan agar paru paru bisa menghilangkan CO2 dan juga air, sistem yang menutupi yakni kulit dimana kelenjar keringat akan menarik panas dari tubuh dan juga pembuluh darah di kulit serta pada sistem kemih dimana organ ginjal akan membuang urin dari dalam tubuh. Ginjal yang sehat nantinya akan mempertahankan homeostasis lewat pembuangan limbah berbahaya dari dalam tubuh sekaligus mengontrol keseimbangan zat dalam darah yakni asam, air, ion dan juga garam sehingga ginjal dan homeostasis akan sangat penting bagi kesehatan internal dan juga fungsinya sehingga pemeriksaan massa ginjal juga penting dilakukan. 

Sponsors Link

Selain itu, tidak hanya ginjal dan juga homeostasis yang membutuhkan pembuangan limbah, namun kontrol zat yang diserap kembali oleh tubuh sesudah produk limbah disaring juga sangat penting. Homeostasis membutuhkan volume tertentu dari cairan ekstaselular dimana akan ada keseimbangan ion tertentu dan juga pH. Hormon anti diuretik juga akan dilepaskan kelenjar hipofisis di otak yang kemudian akan dilepaskan kembali ke dalam darah pada saat kadar cairan didalam darah terlalu rendah.

Hormon nantinya juga akan berfungsi apabila ada terlalu banyak cairan di dalam darah untuk homeostasis. Semakin sedikit hormon yang dilepaskan, maka akan semakin banyak air yang akan diserap organ ginjal serta jumlah urin yang akan diproduksi juga akan semakin meningkat.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Anatomi