Sponsors Link

Hubungan Gagal Ginjal dengan Diabetes – Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Sponsors Link

Gagal ginjal, baik itu gagal ginjal akut maupun gagal ginjal kronis adalah sebuah penyakit yang diderita seseorang saat ginjal mengalami kerusakan secara permanen dan tidak bisa lagi berfungsi dengan baik. Gagal ginjal akut dan kronis adalah dua penyakit yang berbeda, oleh sebab itu penting mengetahui perbedaan gagal ginjal akut dan kronik agar bisa mendapatkan metode perawatan yang tepat.

ads

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab gagal ginjal, di antaranya adalah karena komplikasi dari penyakit lain. Salah satu penyakit yang bisa menyebabkan gagal ginjal adalah diabetes. Apa hubungan diabetes dengan gagal ginjal kronik dan akut? Mari kita ketahui berdasarkan penyebab, gejala, dan pengobatannya.

Penyebab Gagal Ginjal Karena Diabetes

Banyak pertanyaan tentang kenapa diabetes menyebabkan gagal ginjal. Berikut adalah hubungan gagal ginjal dengan diabetes berdasarkan penyebabnya.

1. Tingginya Gula Dalam Darah

Diabetes menjadi salah satu penyebab utama gagal ginjal usia muda. Hormon insulin pada penderita diabetes tidak bisa bekerja dengan baik karena tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini menyebabkan distribusi glukosa ke dalam sel sel tubuh mengalami hambatan. Ginjal yang membutuhkan asupan gula untuk bekerja tidak bisa berfungsi dengan maksimal akibat terganggunya hormon insulin. Keadaan ini jika terus menerus berlanjut akan menyebabkan gagal ginjal.

2. Kekurangan Insulin

Gagal ginjal, seperti yang sudah dijelaskan, adalah kondisi di mana ginjal telah mengalami kerusakan permanen dan tidak bisa lagi menjalankan fungsinya. Setiap organ dan sel dalam tubuh membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar untuk bekerja. Sementara itu, penderita diabetes memiliki kadar insulin yang rendah. Insulin adalah hormon yang bertugas menyalurkan glukosa ke dalam ginjal, sehingga kekurangan insulin menyebabkan ginjal tidak dapat bekerja dengan baik.

3. Ginjal Terluka Karena Glukosa Dalam Darah

Tingginya kadar gula dalam darah pada penderita diabetes tidak hanya menyebabkan hormon insulin mengalami gangguan saja. Tetapi tingginya gula dalam darah juga menyebabkan ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik, bahkan glukosa tersebut justru bisa melukai organ ginjal. Hal ini harus diwaspadai karena jika dibiarkan akan menimbulkan ciri ciri gagal ginjal akut yang bisa menjadi penyebab cuci darah yang harus dijalani oleh seseorang.

4. Ginjal Kekurangan Darah Bersih

Masih menyangkut rendahnya kadar insulin dalam darah. Dampak dari ketidak seimbangan hormon insulin tenyata sangat fatal, yaitu menyebabkan ginjal kekurangan darah bersih. Ini sering terjadi pada pasien gagal ginjal stadium 5, dimana ginjal mengalami kekurangan darah bersih dan menderita kerusakan yang sangat parah. Organ jantung yang bertugas untuk memompa darah bersih ke seluruh tubuh tidak bekerja dengan maksimal karena kurangnya glukosa sebagai energi.

5. Kemampuan Ginjal Menurun

Dari berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa diabetes membuat kemampuan ginjal menurun secara signifikan. Ini adalah awal dari ginjal rusak jika tidak segera ditangani dengan tepat. Menurunnya kemampuan ginjal secara terus menerus adalah ciri ciri ginjal rusak yang akibatnya bisa sangat fatal. Jika fungsi ginjal terus menurun tanpa menunjukkan perbaikan, maka yang selanjutnya terjadi adalah gagal ginjal.

Gejala

Diagnosa gagal ginjal kronis hanya bisa dilakukan oleh dokter ahli, melalui observasi dan pemeriksaan yang menyeluruh. Inilah hubungan gagal ginjal dengan diabetes, dilihat dari gejala awal yang ditunjukkan oleh penderita:

  • Tingkat albumin dalam urine tinggi.
  • Berat badan bertambah.
  • Pergelangan kaki membengkak.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Tekanan darah naik.
    Sponsors Link

Gejala lanjutan akan ditunjukkan oleh tubuh seseorang saat penyakit gagal ginjal dan diabetes lebih parah dari sebelumnya. Gejala tersebut yaitu:

  • Kadar kreatinin dalam darah meningkat.
  • Nafsu makan hilang.
  • Sering mual dan muntah.
  • Mudah lemas dan lelah.
  • Gatal gatal di seluruh tubuh.
  • Kaki sering kram.
  • Anemia.

Pengobatan Gagal Ginjal

1. Cuci Darah

Karena efektivitas cuci darah yang lebih tinggi dari metode pengobatan yang lain, maka banyak pasien gagal ginjal yang memilih melakukan cuci darah. Setelah menjalani serangkaian proses hemodialisis atau cuci darah selama 5 hingga 6 jam, pasien akan langsung merasakan manfaat cuci darah secara nyata. Racun racun di dalam tubuh dapat dikeluarkan selama cuci darah berlangsung.

2. Peritoneal Dialisis

Metode ini sebenarnya mirip dengan cuci darah. Bedanya adalah, jika pembersihan darah pada cuci darah berlangsung di luar tubuh dengan menggunakan mesin, maka peritoneal dialisis membersihkan darah di dalam tubuh. Tubuh penderita dipasangi kateter pada bagian perutnya, sehingga semua darah kotor akan dialirkan ke perut untuk disaring.

3. Transplantasi Ginjal

Seseorang yang terkena penyakit gagal ginjal dan ingin sembuh total harus melaksanakan transplantasi ginjal atau cangkok ginjal. Proses transplantasi ginjal tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Banyak syarat transplantasi ginjal yang harus dipenuhi oleh pasien. Sementara itu, biaya transplantasi ginjal yang mahal membuatnya tidak bisa dijangkau semua orang.

Itulah penjelasan tentang hubungan gagal ginjal dengan diabetes yang harus diketahui. Gagal ginjal adalah penyakit yang sangat serius, dan penderita diabetes beresiko terkena gagal ginjal lebih tinggi dari yang tidak. Penting untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap stabil dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :