Sponsors Link

Hubungan Antara Ginjal dan Kulit sebagai Organ Ekskresi

Sponsors Link

Organ tubuh memang sangat banyak. Namun kesemuanya berhubungan satu sama lain. Termasuk dalam sistem ekskresi manusia. Sistem ekskresi itu sendiri terdiri dari berbagai organ tubuh. Ekskresi tidak hanya melibatkan organ ginjal saja dalam proses terbentuknya urine pada manusia. Melainkan juga melibatkan organ lain seperti Hubungan Ginjal dengan Hati, dan kulit sebagai ekskresi keringat. Lalu, apakah ginjal dan keringat saling berpengaruh satu sama lain? Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai hubungan antara ginjal dan kulit yang perlu diketahui.

ads

Fungsi Ekskresi pada Ginjal dan Kulit

Sebagai organ ekskresi, ginjal memang memiliki fungsi khusus yaitu untuk Proses Terbentuknya Urine. Urine itu sendiri terbentuk dari proses pemisahan darah dari limbah yang ada di dalamnya sehingga bisa dibuang secara normal. Kandungan dalam Urine Berwarna Kuning itu sendiri ada banyak zat, seperti air, garam, urea, zat warna, dan sisa-sisa obat atau suplemen.

Ginjal juga berperan dalam keseimbangan cairan di dalam tubuh. Maka dari itu, jika ginjal terganggu, keseimbangan cairan dan elektrolit juga akan terganggu. Misalnya muncul gejala edema atau penumpukan cairan. Atau sebaliknya, muncul gejala dehidrasi terus menerus seperti pada penderita diabetes insipidus.

Sedangkan kulit, adalah organ luar tubuh yang juga berperan sebagai indera peraba. Organ kulit juga berperan dalam sistem ekskresi pada manusia. Sama seperti ginjal, produk ekskresi kulit juga berbentuk cairan. Cairan itu dinamakan keringat. Keringat juga mirip dengan urine, yang mengandung garam dan sejumlah mineral lainnya. Walaupun pada dasarnya keduanya berbeda secara fisik.

Selain sebagai organ ekskresi, kulit juga berperan dalam pengatur suhu pada tubuh, pelindung tubuh, serta tempat untuk menyimpan berbagai kelebihan lemak. Kulit juga memiliki pori-pori. Dan pori-pori inilah yang akan menjadi jalan keluar keringat. Pori-pori itu sendiri berhubungan juga dengan pembuluh darah, sehingga keringat akan dikeluarkan dari lubang-lubang lembut tersebut.

Hubungan Kulit dengan Ginjal

Ginjal sebagai organ ekskresi yang mengeluarkan urine tentunya dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Salah satunya adalah kulit yang juga merupakan organ ekskresi. Berikut hubungan antara ginjal dan kulit yang perlu diketahui.

  • Suhu lingkungan atau suhu tubuh yang meningkat

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya mengapa produksi urine terasa lebih sedikit saat Anda berada di lingkungan yang panas, atau saat suhu tubuh meningkat. Itu adalah bukti bahwa memang ada hubungan antara ginjal dan kulit. Saat suhu lingkungan meningkat atau ketika suhu tubuh kita tinggi, pembuluh darah di sekitar kulit akan melebar. Kondisi tersebut menyebabkan darah mengisi pembuluh darah itu dan menjadi lebih banyak di sekitar kulit.

Pembuluh darah di sekitar kulit juga berhubungan dengan kelenjar keringat, sehingga hal itu akan membuat penyerapan air, urea, dan garam dari darah meningkat. Akibatnya terjadilah proses pembentukan keringat. Dan keringat akan dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Kondisi ini juga membawa serta panas dari tubuh.

Sponsors Link

Proses pengeluaran keringat dari kulit ini juga diatur oleh hipotalamus yang berada di otak. Hipotalamus akan bekerja sebagai penghasil enzim yang akan mempengaruhi kegiatan di kelenjar keringat. Saat cuaca panas, maka saraf akan menyampaikan rangsangan ke kelenjar keringat untuk membentuk keringat. Keringat berlebihan juga bisa menjadi salah satu Penyebab Dehidrasi yang perlu diwaspadai. Dan hipotalamus ini juga berhubungan dengan ginjal.

Ginjal yang bertugas untuk mengeluarkan urine sekaligus mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, mendapatkan pengaruh, sehingga produksi urine akan sedikit menurun saat keringat diproduksi dalam volume yang banyak. Sementara itu, tubuh membutuhkan pengganti cairan dari makanan dan minuman agar tidak dehidrasi, karena Akibat Dehidrasi memang cukup berbahaya.

Sponsors Link

  • Suhu Lingkungan atau Suhu Tubuh yang Menurun

Hal yang sama terjadi juga dalam suhu lingkungan atau suhu tubuh yang menurun. Hubungan antara ginjal dan kulit bisa dilihat pada kebiasaan sering ingin buang air kecil saat suhu dingin. Mungkin Anda juga sering mengalaminya. Pada suhu yang dingin, kelenjar keringat akan mengalami penurunan kinerja. Hal ini disebabkan oleh pembuluh darah dan pori-pori kulit yang menyempit. Sehingga tidak ada cukup volume darah yang diproses di kelenjar keringat. Akibatnya, ekskresi keringat tidak terjadi.

Sebagai gantinya, ginjal yang juga memproses keseimbangan cairan dan pengeluaran cairan, menjadi terangsang untuk memproduksi cairan urine lebih banyak untuk menyeimbangkan volume cairan dalam tubuh. Maka, jangan heran jika Anda sering merasa ingin buang air kecil saat cuaca dingin. Karena itu adalah hasil dari kinerja organ ekskresi ginjal dan kulit yang saling berhubungan.

Demikianlah penjelasan mengenai hubungan antara ginjal dan kulit yang perlu diketahui sebagai sama-sama organ ekskresi. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Anatomi