Sponsors Link

Hiperparatiroidisme : Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Sponsors Link

Sistem di dalam tubuh berkaitan satu sama lain. Maka dari itu jika suatu sistem di dalam tubuh terganggu, kemungkinan sistem lainnya juga akan terganggu. Sama halnya dengan hormon. Jika sistem hormon terganggu, maka sistem lain dalam tubuh bisa ikut terganggu juga. Karena pada dasarnya, semua sistem bekerja bersama-sama membentuk tubuh yang sehat. Salah satu kondisi gangguan hormon bisa terjadi pada manusia, khususnya wanita, yaitu gangguan kelenjar paratiroid.

ads

Hiperparatiroidisme merupakan sebuah kondisi dimana hormon paratiroid yang diproduksi oleh kelenjar paratiroid di daerah leher terlalu berlebihan jumlahnya. Hal ini bisa menyebabkan kondisi yang tidak stabil di tubuh, yang ditandai dengan peningkatan kadar kalsium di dalam darah dan penurunan kadar fosfor. Kondisi tersebut tentu tidak normal dan bisa menyebabkan berbagai macam masalah pada kesehatan.

Penyakit ini memang merupakan penyakit gangguan hormon yang jarang terjadi, alias langka kasusnya. Namun wanita akan lebih berpotensi untuk terserang kondisi tersebut, seiring dengan perkembangan usia wanita jika dibandingkan dengan laki-laki. Wanita yang telah memasuki kelompok masa menopause adalah usia-usia yang rentan untuk mengalami gangguan hormon tersebut.

Gejala

Pada dasarnya, kondisi Hiperparatiroidisme tidak selalu menimbulkan gejala. Bahkan kondisi gangguan hormon ini memang tidak selalu mudah dikenali. Namun, jika kadar kalsium di dalam darah sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, penderita gangguan hormon ini akan mengalami beberapa hal, sebagai berikut.

  • Cepat mrasa lelah
  • Otot terasa cepat lemas
  • Sulit berkonsentrasi
  • Linglung atau terlihat mudah bingung
  • Penurunan nafsu makan
  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa sangat haus
  • Konstipasi
  • Sakit perut
  • Mual
  • Mudah stress atau bahkan depresi

Gejala tersebut memang gejala yang sulit untuk dikenali. Namun jika ada seseorang yang mengalami gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pemeriksaan lebih lanjut. Mengapa hal ini perlu diperhatikan? Karena jika kadar kalsium dalam darah meningkat dan tidak segera diobati dengan baik, gejala lanjutan bisa saja terjadi dan cukup berbahaya. Beberapa gejala yang terjadi ketika peningkatan kadar kalsium sudah cukup parah antara lain sebagai berikut.

Sponsors Link

  • Sering merasa mengantuk
  • Peningkatan kebingungan
  • Rasa nyeri pada tulang
  • Dehidrasi akut
  • Muntah
  • Tekanan darah tinggi
  • Kejang pada otot
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Pingsan
  • Koma
  • Gejala Ginjal Rusak lainnya
ads

Maka dari itu, sebelum gejala lanjutan yang parah ini terjadi, ada baiknya jika gejala ringan terjadi, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab

Penyebab dari Hiperparatiroidisme ini dibedakan menjadi dua kategori, yaitu penyebab primer dan penyebab sekunder. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Penyebab primer: Kondisi gangguan hormon paratiroid primer terjadi jika ada gangguan yang langsung menyerang kelenjar paratiroid di leher. Kondisi ini akan menyebabkan gejala pembengkakan oada kelenjar paratiroid dan kelenjar tersebut menjadi overaktif. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi antara lain hiperplasia, kanker pada kelenjar paratiroid, dan juga tumor jinak di kelenjar paratiroid.

Penyebab sekunder: Kondisi gangguan hormon paratiroid sekunder terjadi bersamaan dengan kondisi lainnya yang berpengaruh pada jumlah kalsium di dalam darah pada jangka panjang. Kondisi ini akan terus menerus menekan kelenjar paratiroid untuk memproduksi hormon secara terus menerus, sehingga bisa menjadikan kelebihan hormon. Penyakit yang berhubungan dengan kondisi ini antara lain Gagal ginjal kronis, defisiensi vitamin D, dan juga gangguan penyerapan pada organ pencernaan (usus).

Diagnosis

Gangguan hormon Hiperparatiroidisme ini pada umumnya bisa didiagnosis dari pemeriksaan darah yang dilakukan secara rutin. Pemeriksaan darah ini akan menunjukkan hasil bahwa kadar kalsium tinggi di dalam darah. Selain itu, untuk lebih meyakinkan dokter sebelum diagnosis dilakukan, ada lagi beberapa rangkaian pemeriksaan darah tambahan yang dilakukan. Metode tersebut akan bisa melihat bagaimana kadar fosfatase alkali dan juga kadar fosfor pada darah.

Pemeriksaan urine juga bisa dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan darah. Tujuannya untuk mengecek kadar kalsium di dalam urine. Metode tersebut bisa menghasilkan seberapa parahnya gangguan hormon paratiroid yang terjadi kepada penderita. Kerusakan pada ginjal juga bisa dilihat dari sana, sehingga akan lebih akurat. Jika dokter menduga bahwa gangguan hormon ini bisa menyebabkan kerusakan atau Kelainan Ginjal, maka, pemeriksaan X-ray pada organ ginjal juga bisa dilakukan untuk pemeriksaan tambahan.

Pengobatan

Pada masa awal penanganan terhadap pasien Hiperparatiroidisme, dokter biasanya akan memberi saranm untuk menunggu beberapa saat untuk melihat perkembangan kondisi pasien. Hal tersebut bisa dilakukan, terutama jika pasien memiliki peningkatan kadar kalsium dalam darah yang tidak signifikan, bebas dari diagnosis Macam Macam Penyakit Ginjal, atau tidak ditemukan gejala parah lainnya yang dikhawatirkan.

Semenyara itu, pengobatan terhadap gangguan hormon paratiroid ini sendiri bisa dilakukan sesuai dengan jenis dan kadar parahnya kondisi pasien. Untuk kasus Hiperparatiroidisme primer, maka pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi tumor jinak adenoma. Caranya yang paling efektif adalah dengan mengangkat tumor melalui operasi pembedahan kelenjar paratiroid. Selain operasi, biasanya dokter juga akan memberikan beberapa jenis obat untuk menurunkan kadar kalsium pada darah melalui selang infus, yaitu dengan memberikan bisphosphonate.

Sponsors Link

Selain itu, penderita gangguan hormon primer juga perlu melakukan diet kalsium, dengan aturan makan yang berlaku. Hal ini dikarenakan kalsium merupakan salah satu Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Ginjal. Biasanya mereka akan dihindarkan dari makanan dengan kalsium tinggi, untuk menurunkan kadar kalsium dalam darah. Namun, hal itu bukan berarti makanan yang mengandung kalsium tidak boleh dimakan. Mereka tetap boleh mengonsumsinya namun dalam batasan yang jelas. Selain itu, mengonsumsi air putih yang cukup tetap perlu untuk dilakukan untuk menghindari dehidrasi.

Sementara untuk gangguan hormon paratiroid sekunder, pengobatan bisa dilakukan untuk mengatasi penyebabnya. Misalnya jika pasien mengalami kondisi ini dikarenakan ada penyakit ginjal, maka penyakit ginjal tersebutlah yang akan difokuskan oleh dokter untuk ditangani. Karena hal itulah yang bisa menghentikan gangguan hormon ini. Percuma jika kelenjar paratiroid disembuhkan jika penyakit ginjal tidak disembuhkan.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai gangguan Hiperparatiroidisme yang menyebabkan kalsium menumpuk dalam darah dan membahayakan organ lainnya termasuk ginjal. Jika gejala tersebut terjadi, maka segera lakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,