Sponsors Link

Bagaimana Anak Menjalani Hidup Dengan Satu Ginjal?

Sponsors Link

Seperti paru paru dan juga mata, manusia juga memiliki sepasang atau dua buah ginjal. Akan tetapi 1 dari 1.000 bayi juga terlahir dengan hanya satu ginjal yang dapat berfungsi. Banyak orang yang tidak mengetahui jika mereka hanya memiliki satu organ ginjal saja yang berfungsi sebab juga tidak mempunyai ciri ciri penyakit ginjal. Akan tetapi untuk saat ini, sudah banyak wanita yang melakukan USG ketika hamil dan sebagian besar bayi dengan satu ginjal bisa dilihat sebelum bayi tersebut dilahirkan. Kelompok bayi yang lebih besar hanya mempunyai satu ginjal yang berfungsi karena malformasi berat atau obstruksi ginjal lainnya.

ads

Penyebab Bayi Terlahir Dengan Satu Ginjal

Untuk bayi dengan ginjal tunggal yang berfungsi sebenarnya tidak diketahui penyebabnya namun terkadang ini merupakan bagian dari gangguan masalah yang lebih besar dan berdampak pada organ lain yang disebut dengan sindrom sehingga harus menjalankan cara hidup sehat dengan satu ginjal. Untuk sebagian besar bayi dengan satu ginjal memang tidak bisa ditemukan penyebab yang bisa diidentifikasikan meski terkadang seringkali dihubungkan dengan penyakit diabetes yang diderita ibu bayi tersebut dan juga beberapa jenis obat yang dikonsumsi selama kehamilan. Inilah yang menjadi salah satu alasan pentingnya mendapatkan perawatan prenatal awal.

Untuk sebagian keluarga yang memiliki anak dengan satu ginjal, masalah serupa untuk anak kedua memiliki risiko yang rendah namun tetap harus didiskusikan dengan dokter atau dokter kandungan yang mungkin akan memberikan rujukan ke konselor genetika.

Pemeriksaan Masalah Ginjal

Umumnya orang dengan satu ginjal yang berfungsi tetap bisa menjalani hidup dengan normal asalkan satu ginjal tersebut tetap bisa berfungsi normal dan tidak mengalami gangguan ginjal. Inilah yang menjadi alasan mengapa orang dengan dua ginjal yang berfungsi bisa saja menyumbangkan salah satu ginjalnya bagi penderita gagal ginjal kronis. Satu ginjal sehat umumnya bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ginjal normal dan bisa membantu ginjal tunggal agar bisa melakukan pekerjaan dua buah ginjal secara sekaligus. Akan tetapi untuk satu ginjal tidak selalu bisa terbentuk dengan baik sehingga dokter anak kemungkinan akan melakukan beberapa tes untuk memeriksa masalah pada ginjal. Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan umumnya meliputi:

  • Tes darah dilakukan untuk memeriksa fungsi dari ginjal.
  • Pemeriksaan tekanan darah dan juga urin untuk mencegah bahaya hidup dengan satu ginjal.
  • Studi pencitraan seperti USG akan dilakukan untuk memastikan jaringan ginjal normal dan tidak terjadi peregangan pada ginjal yakni tempat berkumpulnya urin.
  • Voiding cystourethogram [VCUD] kemungkinan dilakukan untuk memastikan urin tidak kembali naik menuju ginjal atau terjadinya penyumbatan aliran darah dari kandung kemih.
  • Studi kedokteran nuklir yang dilakukan untuk memeriksa fungsi dari ginjal serta memastikan jika urin yang keluar dari ginjal dan dalam kandung kemih tetap normal. 
    Sponsors Link

Beberapa anak dengan ginjal tunggal bisa mengalami ciri ciri ginjal bermasalah di kemudian hari seperti contohnya tekanan darah tinggi atau protein yang terdapat di dalam urin. The American Academy of Pediatrics atau AAP memberi rekomendasi untuk bayi dan anak anak dengan ginjal tunggal agar selalu memeriksakan tekanan darah mereka setiap tahunnya. Selain itu, urin mereka juga akan diuji untuk protein sebagai bagian dari rutinitas perawatan anak yang harus dilakukan. Sedangkan untuk orang dewasa dengan satu ginjal yang berfungsi juga diharuskan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan urin secara berkala.

Apakah Boleh Berolahraga?

Organ ginjal letaknya berada jauh di dalam tubuh sehingga akan jarang mengalami ciri ciri penyakit ginjal  jika dibandingkan dengan organ hati, limpa serta kepala. Untuk itu, anak anak yang hidup dengan satu ginjal diperbolehkan melakukan olahraga. Akan tetapi, hal tersebut berlaku berdasarkan beberapa faktor seperti: 

Sponsors Link

  • Ketersediaan alat pelindung
  • Sudah mendapatkan saran dari dokter
  • Jenis olahraga yang dilakukan
  • Kondisi kesehatan anak
  • Tingkat kompetisi dalam olahraga tersebut agar tidak menimbulkan efek samping ginjal sebelah
  • Kedewasaan dari anak
  • Seberapa banyak kontak fisik dengan orang lain yang terjadi pada olahraga tersebut
  • Apakah olahraga masih bisa dimodifikasi agar bisa dilakukan dengan aman
  • Apakah pelatih mampu untuk menerima dan memahami risiko yang akan terjadi
  • Padding yang dirancang khusus untuk melindungi organ ginjal juga harus dipertimbangkan meski tingkat keefektivitasannya masih belum diketahui secara pasti.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup