Sponsors Link

Hidronefrosis Pada Bayi – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Sponsors Link

Penyakit ginjal termasuk penyakit yang mengkhawatirkan siapa saja saat ini. Penderita penyakit ginjal di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Tanpa mengenal usia, penyakit ginjal bisa menyerang siapa saja mulai dari orang dewasa, lanjut usia, hingga anak-anak sekalipun.

ads

Penyakit ginjal pada anak bisa ditemukan dalam kasus infeksi ginjal pada anak balita, tumor ginjal pada anak, radang ginjal pada anak, gagal ginjal akut anak, batu ginjal pada anak, infeksi saluran kemih pada anaksindrom nefrotik pada anak dan berbagai gangguan ginjal pada anak yang menjadi penyebab batu ginjal pada anak.

Satu lagi penyakit yang masih tergolong awam di mata masyarakat, bahkan untuk orang dewasa adalah hidronefrosis atau ginjal bengkak. Penyebab hidronefrosis memang beragam, salah satunya adalah faktor keturunan. Meski pria berusia di atas 50 tahun lebih rentan terkena penyakit ini, hidronefrosis pada bayi juga kasus yang mungkin terjadi.

Apa saja gejala, penyebab, dan cara mengobati hidronefrosis pada bayi? Yuk kita simak bersama.

Penyebab Hidronefrosis Pada Bayi

Bayi baru lahir masih beradaptasi dengan dunia luar dan oleh karena itu masih rentan terkena infeksi berbagai bakteri. Tidak heran jika bayi baru lahir atau yang masih berusia beberapa bulan terkena penyakit yang biasanya menyerang manusia dewasa, salah satunya adalah hidronefrosis. Berikut penyebabnya:

Bayi yang baru lahir dan menderita kelainan ginjal bawaan beresiko terkena hidronefrosis. Kelainan ini bisa terjadi pada jaringan ginjal yang mengalami kecacatan, tidak terlihat gejalanya secara nyata namun baru bisa diketahui pada proses scan pada organ ginjal bayi.

  • Bayi lahir prematur

Bayi yang lahir prematur adalah bayi yang dilahirkan oleh ibu sebelum tanggal kelahiran yang seharusnya. Kelahiran prematur biasanya terjadi pada usia kehamilan mulai 7 bulan. Karena lahir lebih dulu, sistem imun bayi belum sempurna dan mengakibatkan ia mudah terjangkit penyakit.

  • Organ ginjal tidak sempurna

Kasus ini biasanya terjadi pada bayi lahir prematur. Organ di dalam tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna karena memang bayi belum waktunya dilahirkan. Hidronefrosis bisa terjadi jika permukaan ginjal terlalu tipis sehingga mudah menggelembung dan membentuk kantung, atau jika saluran kemih terlalu sempit sehingga urine tidak bisa keluar dengan normal.

  • Faktor genetik

Faktor genetik biasanya diturunkan dari orang tua yang memiliki riwayat penyakit hidronefrosis dalam keluarganya. Atau bisa jadi bayi sudah memiliki kelainan ginjal pada janin sejak masih di dalam kandungan karena terjadi masalah saat pembentukan embrio.

Sponsors Link

  • Faktor usia ibu

Kehamilan pada usia yang ekstrim, terlalu muda atau terlalu tua, membawa resiko tersendiri bagi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Resiko terbesarnya tentu adalah kematian ibu dan bayi. Anak yang dilahirkan kemungkinan juga akan mengalami kecacatan pada organ-organ tertentu.

  • Makanan ibu hamil

Saat hamil, ibu mungkin suka dengan makanan dan minuman yang dapat merusak ginjal. Hal itu tentu saja berpengaruh pada kondisi kesehatan bayi secara langsung. Makanlah makanan pencuci ginjal yang bergizi agar kesehatan ginjal ibu dan bayi tetap terjaga.

ads

  • Radiasi

Salah satu efek radiasi pada ibu hamil adalah kelainan pada bayi yang ada di dalam kandungan. Radiasi disebabkan oleh penggunaan gadget yang berlebihan. Efek langsung dari radiasi adalah kerusakan sel otak dan saraf pada bayi.

  • Obat-obatan

Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi obat sembarangan tanpa anjuran dan konsultasi dengan dokter. Efek samping dari konsumsi obat-obatan ini adalah kesehatan bayi karena bahan kimia yang ada di dalam obat tersebut.

Gejala Hidronefrosis Pada Bayi

Bayi yang belum bisa bicara tentu tidak bisa mengatakan nyeri atau sakit yang dideritanya. Oleh karena itu orang tua harus mengenali ciri-ciri yang tidak biasa seperti:

  • Kulit bayi berwarna kuning atau terlalu pucat.
  • Tidak nafsu makan dan tidak mau minum ASI.
  • Berat badan bayi terus menurun sejak lahir.
  • Sering menangis dan rewel.
  • Demam yang sulit turun.
  • Sulit bernafas.
  • Tubuh bayi membengkak.
  • Perkembangan bayi tidak normal.

Cara Mengobati Hidronefrosis Pada Bayi

Jika bayi telah didagnosa menderita hidronefrosis, maka tindakan medis harus segera dilakukan agar penyakit tidak semakin para dan menyebabkan penyakit lainnya lagi. Cara pengobatan tentu harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan bayi dan keparahan penyakit yang dideritanya.

Dokter terlebih dahulu akan melakukan observasi untuk mempelajari lebih jauh tentang penyebab hidronefrosis yang diderita oleh bayi. Jika penyakit ini berasal dari kelainan organ, maka dokter akan melakukan cara untuk menyembuhkan atau mengobati kelainan tersebut.

Itulah penjelasan mengenai hidronefrosis pada bayi yang mungkin bermanfaat bagi ibu hamil dan bayi baru lahir. Periksakan kehamilan Anda secara berkala dan tanyakan secara rinci kepada dokter mengenai keseluruhan kondisi bayi Anda agar jika terjadi kelainan yang tidak diinginkan dapat diatasi sejak dini.

Tidak hanya itu saja, ibu hamil juga perlu melakukan gaya hidup sehat agar bisa melahirkan bayi yang sehat pula. Makan makanan bergizi dan lakukan olahraga ringan agar proses kelahiran tetap lancar dan bayi lahir dengan sehat.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :