Sponsors Link

Harapan Hidup Pasien Cuci Darah Pada Gagal Ginjal

Sponsors Link

Cuci darah adalah sebuah metode pengobatan yang digunakan untuk membantu mengatasi penyakit gagal ginjal dan semacamnya yang dapat terjadi pada berbagai kalangan usia. Salah satu alasan mengapa cuci darah perlu dilakukan adalah karena pasien yang menderita gagal ginjal, atau penyakit ginjal lain yang parah, sudah kehilangan kemampuannya untuk melakukan filtrasi zat-zat yang mengalir di dalam darahnya. Oleh karena iu zat-zat berbahaya yang ada di dalam tubuh tidak bisa keluar apabila tidak dilakukan cuci darah. Beberapa orang mengatakan bahwa melakukan cuci darah tidak akan memperbaiki harapan hidup pasien cuci darah dan seharusnya dilakukan pencangkokan ginjal untuk mengatasi masalah tersebut. Tetapi benarkah demikian?

ads

Baca juga:

Berapa Lama Hidup Pasien Cuci Darah ?

Sebelum melangkah lebih jauh, perlu kita bahas terlebih dahulu apa yang diatasi oleh cuci darah. Biasanya, cuci darah dilakukan oleh pasien yang menderita ginjal mendekati stadium akhir. Pada gagal ginjal stadium akhir tersebut, pasien kehilangan sekitar 85% – 90% fungsi ginjal dengan laju filtrasi glomerulus atau glomerular filtration rate (GFR) kurang dari 15. Baca juga: Kebiasaan yang Bisa Merusak Ginjal

Dilihat dari fungsinya, dialisis atau cuci darah memang dapat menawarkan kualitas hidup yang lebih baik dan memperpanjang kelangsungan hidup karena membantu menyeimbangkan kondisi darah kita. Akan tetapi, orang yang menjalani prosedur cuci darah sering memiliki berbagai masalah kesehatan lain yang bisa berdampak pada tingkat harapan hidup. Baca juga: Makanan Sehat untuk Ginjal

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disesases, sebuah lembaga di Amerika, melakukan penelitian mengenai tingkat harapan hidup pasien cuci darah. Mereka melaporkan bahwa tingkat kelangsungan hidup selama satu tahun untuk pasien dialisis berada pada angka 80%, sedangkan tingkat harapan hidup selama dua tahun, lima tahun, dan sepuluh tahun masing-masing sekitar 64%, 33%, dan 10%. Dari angka-angka ini, maka dapat disimpulkan bahwa 8 dari 10 orang pasien ginjal akan bertahan hidup selama satu tahun, 6 dari 10 orang akan bertahan hidup selama 2 tahun, 3 dari 10 orang akan bertahan hidup selama lima tahun, dan 1 dari 10 orang akan bertahan hidup selama 10 tahun. Baca juga: Penyebab Radang Ginjal

Dari sini terlihat bahwa dari tingkat harapan hidup, tidak banyak pasien ginjal yang bisa bertahan hidup di atas 5 tahun. Kebanyakan dari pasien cuci darah bertahan dalam kurun waktu satu atau dua tahun. Hal itu memang wajar mengingat cuci darah bukanlah sebuah obat untuk gagal ginjal atau penyakit ginjal yang lain, akan tetapi hanya sebagai prosedur untuk mengeluarkan limbah dan kelebihan cairan dari tubuhmu yang tidak bisa dilakukan oleh ginjal. Oleh karena itu, sebaiknya pasien yang mengalami gagal ginjal dan semacamnya memilih untuk melakukan transplantasi ginjal bila ingin hidup lebih lama dan lebih baik. Baca juga: Cara Mengobati Ginjal Bengkak

Faktor yang Mempengaruhi Harapan Hidup

Harapan hidup pasien cuci darah ditentukan oleh banyak faktor dan tidak semata-mata karena faktor keparahan sakit yang mereka derita saja. Beberapa faktor berikut ini mungkin menjadi sebab mengapa harapan hidup lebih lama atau lebih sebentar daripada statistik di atas. Berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harapan hidup seorang pasien yang melakukan cuci darah:

  • Faktor Usia

Menurut data dari US Renal Data System, angka kematian pasien cuci darah dua kali lebih tinggi untuk pasien yang berusia diatas 65 tahun. Angka ini tidak dipengaruhi oleh kondisi pasien pada saat memulai cuci darah. Artinya, walaupun Anda sudah memulai cuci darah dengan cukup baik, tetapi resiko kematian yang Anda miliki tetap tinggi.

  • Kondisi Tubuh yang Lain

Tingkat kematian pada pasien cuci darah juga tergantung pada beberapa hal yang melingkupi kondisi kesehatan tubuh manusia. Beberapa hal itu antara lain apa penyakit yang menjadi penyebab munculnya penyakit ginjal, atau ada tidaknya kondisi medis terkait seperti penyakit diabetes, penyakit jantung aterosklerotik, penyakit pembuluh darah perifer, gagal jantung kongestif, stroke, kanker, perdarahan pencernaan, penyakit hati, atau penyakit paru-paru.

Pada pasien yang memiliki kondisi kesehatan yang mengalami gangguan seperti di atas, maka tingkat harapan hidup juga akan lebih rendah. Beberapa fakta menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup lima tahun setelah dimulainya cuci darah untuk penderita diabetes, penyakit ginjal polikistik, dan glomerulonefritis berturut-turut adalah sekitar 29%, 70%, dan 58%. Artinya, penderita diabetes memiliki potensi paling rendah untuk bisa bertahan hidup selama 5 tahun, sementara penderita ginjal polikistik memiliki kemungkinan yang paling besar untuk bisa bertahan hidup.

Baca juga:

Sponsors Link

  • Tingkat Stress

Stress tinggi sangat mungkin terjadi pada pasien yang melakukan cuci darah. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat harapan hidup yang akan dimiliki ke depannya. Pasien dengan tingkat harapan hidup yang tinggi biasanya adalah pasien yang dapat mengatasi stress yang mereka derita. Sementara itu, pasien dengan tingkat stress yang tinggi dan tidak tertolong mungkin memiliki tingkat harapan hidup yang lebih rendah.

Perbedaan Harapan Hidup dengan Transplantasi Ginjal

Walaupun pada beberapa penelitian khususnya yang dilakukan di Amerika terjadi kenaikan angka harapan hidup, yaitu sebesar 11% dari 29% menjadi 40% dalam kasus pasien yang menjalani dialisis peritoneal dan sebesar 5% dari 29% menjadi 34% untuk pasien yang menjalani hemodialisis, tingkat harapan hidup pasien cuci darah lebih rendah bila dibandingkan dengan harapan hidup pasien yang melakukan transplantasi ginjal. Baca juga: Minuman Pembersih Ginjal

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), harapan hidup lima tahun untuk pasien cuci darah hanya berkisar di angka 35,8%, sementara harapan hidup pasien yang melakukan transplantasi ginjal adalah sekitar 85,5%.

ads

Keuntungan Cuci Darah untuk Penderita Ginjal

1. Mengurangi kadar kreatinin

Kreatinin merupakan salah satu produk sisa metabolisme tubuh atau limbah tubuh yang berasal dari proses kontraksi otot di dalam tubuh kita. Kreatinin berasal dari sebuah zat yang bernama kreatin. Senyawa ini menjadi salah satu satu pemasok energi untuk otot tubuh manusia. Cuci darah dapat membantu menghilangkan kreatinin sehingga tubuh dapat berfungsi tanpa membawa zat sisa ini setiap harinya yang dapat meningkatkan resiko penyakit lainnya.

2. Mengurangi kadar urea dalam darah

Proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh kita, pada umumnya akan menghasilkan nitrogen urea sebagai salah satu zat sisa yang perlu untuk dikeluarkan dari tubuh kita. Oleh karena itulah, ginjal akan menyaring urea yang ada di dalam darah itu agar tidak mengalir lebih jauh ke dalam bagian tubuh yang lain. Dengan cuci darah, kita dapat mengeluarkan urea yang terbentuk akibat proses metabolisme sehingga menurunkan resiko terjadinya penyakit tubuh akibat penumpukan urea yang berlebihan di dalam darah atau karena tubuh kita tidak dapat menyalurkan oksigen dengan baik.

3. Mengurangi kadar racun dalam darah

Penderita gagal ginjal akan kehilangan banyak fungsi ginjalnya karena penyakit tersebut. Cuci darah memberikan manfaat salah satunya dengan cara membantu mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh dan mengalir melalui darah. Dengan demikin, harapannya tubuh masih dapat bertahan hidup lebih lama daripada apabila racun tersebut tetap berada di dalam tubuh kita.

Baca juga:

Pantangan Cuci Darah

Selama menjalani cuci darah, ada beberapa hal pantangan yang harus kamu jauhi. Bila kamu melanggar pantangan di bawah ini bisa jadi keadaan tubuhmu akan memburuk dan akibatnya lebih rentan terkena penyakit atau memperparah keadaan ginjalmu. Pantangan cuci darah antara lain:

  • Memakan makan dengan kadar garam tinggi
  • Memakan makanan instan
  • Mengonsumsi makanan atau minuman berkalium tinggi
  • Mengonsumsi makanan atau minuman dengan kadar oksalat yang tinggi
Sponsors Link

Tips Menjaga Kesehatan Ginjal

Berikut ini beberapa tips menjaga kesehatan ginjal yang dapat kamu terapkan di rumah.

  • Mengonsumsi daun kemangi
  • Mengonsumsi buah delima tua
  • Memakan jeruk bali
  • Mengonsumsi anggur merah
  • Mengonsumsi anggur hijau
  • Mengonsumsi anggur ungu
  • Mengonsumsi sayur buncis
  • Mengonsumsi lobak tua
  • Mengonsumsi mentimun
  • Mengonsumsi asparagus
  • Mengonsumsi jagung muda
  • Mengonsumsi jamur
  • Mengonsumsi ikan tuna
  • Mengonsumsi wortel
  • Mengonsumsi buah naga
  • Mengonsumsi buah tomat
  • Mengonsumsi kulit buah labu bligo
  • Mengonsumsi perteseli
  • Mengonsumsi buah kiwi
  • Mengonsumsi buah belewah (labu besar)
  • Meminum air rebusan daun sukun
  • Mengonsumsi buah manggis
  • Mengonsumsi buah merah
  • Mengonsumsi buah blueberry tua
  • Mengonsumsi kecambah kacang hijau
  • Mengonsumsi kedelai
  • Mengonsumsi tauge

Itulah beberapa pemaparan terkait dengan harapan hidup pasien yang harus melakukan cuci darah. Pengobatan terbaik adalah pencegahan yang efektif, mulailah hidup sehat dari sekarang ya.

Baca juga:

Sponsors Link
>
, , , , ,