Sponsors Link

Glukosuria : Penyebab, Gejala, Pengoatan, Pencegahan

Sponsors Link

Urine merupakan zat buangan dari sistem ekskresi yang dibentuk di dalam ginjal lalu disalurkan ke saluran pembuangan. Urine atau air kencing memiliki struktur atau senyawa yang di dalamnya bisa menjadi acuan mengenai kondisi keshatan tubuh. Maka dari itu Anda perlu mengetahui ciri urine sehat agar bisa mengetahui apakah tubuh Anda sehat atau tidak. Ciri tersebut bisa dilihat dari warna dan volumenya.

ads

Salah satu masalah pada urine yang mendandakan bahwa di dalam tubuh sedang ada masalah adalah glukosuria. Berikut beberapa penjelasan mengenai permasalahan ini.

Pengertian

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai glukosuria ada baiknya mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Glukosuri adalah kondisi dimana urine yang dikeluarkan dari tubuh memiliki kandungan glukosa yang berlebihan. Sedangkan urine normal hanya mengandung sangat sedikit sekali glukosa. Bahkan kadarnya hanya 0,01% saja. Sementara pada orang dengan gangguan ini, memiliki kadar glukosa yang lebih banyak di dalam urine.

Penyebab

Jika kondisi ini terjadi, maka penyebabnya bisa dilihat dari proses kerja ginjal. Seperti yang diketahui, ginjal memiliki fungsi untuk menyaring darah sehingga zat limbah bisa dibuang dan tidak kembali diedarkan oleh tubuh. Sedangkan glukosa adalah salah satu zat yang seharusnya kembali di alirkan bersama darah dan tidak dibuang bersama urine.

Akan tetapi, jika ada permasalahan di dalam tubuh, proses penyaringan ini tidak berjalan dengan normal. Dimana glukosa tidak diserap kembali bersama darah dan justru dibuang bersama urine. Apa saja yang menyebabkan kondisi glukosuria terjadi? Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.

  1. Diabetes melitus

Salah satu Perbedaan Urine Normal dan Diabetes adalah adanya kandungan glukosa tinggi pada urine diabetes. Diabetes sebenarnya ada dua jenis, yaitu Diabetes Insipidus dan diabetes melitus. Namun diabetes insipidus sangat jarang terjadi, sedangkan diabetes melitus cukup sering terjadi kepada mereka yang lebih berisiko. Seperti yang diketahui bersama, diabetes melitus adalah kondisi diman akadar gula darah terlalu tinggi. Dan inilah salah satu penyebab glukosuri yang paling sering terjadi.

Jika gula darah terlalu tinggi dan tidak dikontrol dengan baik, maka ginjal pun akan mengalami kesulitan untuk menyerap kembali glukosa tersebut sehingga glukosa akan terbuang bersama urine. Gejala ini  yang dinamakan kencing manis, yaitu dimana kencing seseorang menjadi manis.

  1. Kerusakan pada ginjal

Penyebab lain selain diabetes adalah jika ginjal mengalami gangguan atau kerusakan. Dimana ginjal yang seharusnya bisa menjalankan fungsinya sebagai penyerap gula tidak bisa menjalankan fungsi tersebut. Sehingga gula akan banyak terbuang bersama urine. Beberapa gangguan pada ginjal yang bisa menyebabkan kondisi ini antara lain infeksi ginjal atau juga bisa disebabkan oleh Radang Ginjal.

Sponsors Link

  1. Gangguan pada hati

Tidak hanya pada ginjal, gangguan pada organ hati juga bisa meningkatkan risiko glukosa terekskresi bersama urine dan akhirnya membentuk urine yang memiliki kandungan glukosa lebih banyak dari kondisi normal. Ketahui juga Hubungan Ginjal dengan Hati sebagai organ ekskresi.

  1. Hipertiroidisme

Kondisi hipertiroidisme merupakan adanya gangguan pada tubuh yang menyebabkan produski hormon tiroid menjadi berlebihan. Hormon tiroid yang diproduksi secara berlebihan bisa mengganggu metabolisme tubuh. Salah satunya bisa mengganggu proses reabsorbsi glukosa di ginjal. Hal ini akan menyebabkan glukosa semakin banyak yang terbuang bersama urine.

ads
  1. Tekanan intracranial

Tekanan intracranial yang meningkat juga dapat menyebabkan kadar gula menjadi meningkat juga. Dan jika kondisi ini terus terjadi, maka glukosa bisa terbuang lebih banyak melalui urine.

  1. Kurang garam

Beberapa penyakit mungkin memang membuat seseorang direkomendasikan untuk mengurangi asupan garam. Namun tidak mengonsumsi garam sama sekali juga tidak baik, karena garam yang dikonsumsi dalam kadar yang kurang bisa meningkatkan risiko glukosuri ini.

  1. Keturunan

Penyebab lain dari kondisi glukosuria adalah faktor keturunan. Misalnya jika seseorang menderita diabetes karena faktor keturunan atau mengalami gangguan ginjal karena faktor keturunan.

Gejala

Gejala dari glukosuria sebenarnya bisa menjadi kurang spesifik. Namun beberapa gejala di bawah ini bisa menjadi bagian dari gejala glukosuri yang patut Anda waspadai.

  • Sering buang air kecil, dimana penderitanya bisa buang air kecil lebih sering daripada orang normal.
  • Dehidrasi, dimana penderitanya akan sering merasa kehausan yang tidak wajar. Gejala ini juga merupakan gejala dari diabetes, dimana kadar gulanya cukup tinggi.
  • Kadar gula dalam darah yang tinggi. Kadar gula darah yang disebut tinggi adalah jika kadarnya di atas 120 mg/dl saat berpuasa atau 200 mg/dl saat tidak berpuasa.
  • Tubuh mudah lelah karena glukosa yang banyak dikeluarkan dari tubuh tidak lagi bisa diolah menjadi energi.
  • Urine atau bekas urine dikerubuti semut karena rasanya yang manis.
  • Penglihatan bisa jadi akan terganggu seperti pada gejala penderita diabetes. Kondisi ini juga sering disebut sebagai rabun ayam.
  • Beberapa penderita diabetes yang menunjukkan gejala glukosuria mungkin akan lebih sering mengalami infeksi kulit.
  • Penderita gangguan ini juga mungkin akan lebih sering merasa lapar, terutama di pagi hari karena glukosa yang terlalu berlebihan dikeluarkan dari tubuh.

Itulah beberapa gejala yang bisa terjadi. Ketahui juga beberapa Perbedaan Urine Normal dan Abnormal agar bisa melakukan deteksi dini apakah di dalam tubuh terdapat gangguan atau tidak dari urine yang dikeluarkan.

Pengobatan

Pengobatan terhadap gangguan ini tentu saja perlu dilakukan berdasarkan penyebabnya. Pada kondisi kadar gula darah yang tinggi, penderita pasti akan direkomendasikan untuk menjaga kadar gula darah dengan berbagai cara. Misalnya dengan mengatur pola makan menjadi lebih sehat dan sesuai dengan kondisi tubuhnya. Selain itu mungkin juga akan direkomendasikan untuk obat-obatan yang berfungsi untuk menjaga gula darah agar tetap stabil.

Sponsors Link

Jika penyebabnya adalah adanya kerusakan atau gangguan pada ginjal atau hati, maka penanganan lebih ditekankan pada organ yang terganggu untuk mencegah kerusakan ginjal dan hati itu sendiri. Selain itu gaya hidup juga bisa jadi akan direkomendasikan untuk diubah menjadi lebih sehat. Mialnya mengurangi konsumsi gula yang belebihan, menjaga asupan air putih secara cukup, dan sebagainya.

Pencegahan

Jika Anda memiliki riwayat tinggi dari diabetes dan ginjal, sebaiknya mulai menjaga kesehatan dari sekarang. Setidaknya lakukan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara rutin untuk mendeteksi sejak dini apakah kadar gula darah aman atau tidak. Sehingga jika ditemukan kondisi yang kurang aman, cepat bagi Anda untuk melakukan penanganan. Selain itu tetap jaga pola hidup yang sehat.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai glukosuria yang perlu diketahui karena kondisi tersebut bisa menandakan berbagai gangguan di tubuh. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
>
, , , ,