Sponsors Link

Glukosaria : Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Fungsi ginjal dalam tubuh yang utama ialah melakukan filtrasi atau penyaringan. Penyaringan yang terjadi didalam ginjal ialah menyaring glukosa kembali ke aliran darah sehingga tidak ada darah yang keluar bersama urin, dalam kasus normalnya glukosa yang keluar bersama urin jumlahnya hanya kecil sekali atau sekitar kurang dari 0.01 %. Darah yang disaring dalam ginjal akan mengeluarkan sedikit sekali gula. Namun, dalam saluran ginjal mempunyai kemampuan menyerap kembali atau yang disebut reabsorbsi.

ads

Reabsorbsi adalah suatu proses penyerapan kembali zat zat yang masih berguna bagi tubuh manusia termasuk gula. Apabila gula yang dikeluarkan bersama urin jumlahnya melebihi kadar normal maka kemungkinan fungsi ginjal melakukan proses augmentasi tidak maksimal sehingga tidak mampu menyaring zat zat yang masih berguna bagi tubuh karena kadar gula daram darah tinggi  atau yang kedua pada saluran ginjal yang menyebabkan kemampuan untuk menyerap kembali gula tersebut tidak bisa. Kejadian seperti ini dalam ginjal di sebut dengaan Glukosaria.(Baca juga : macam macam penyakit ginjal)

Glukosaria adalah sebuah gejala yang menggambarkan jumlah gula yang dikeluarkan bersama urin terlalu tinggi. Sebenarnya glukosaria bukanlah sebuah penyakit, namun suatu gejala yang muncul karena adanya penyakit lain dan biasanya glukosaria terjadi pada penderita penyakit diabetes  mellitus. Karena pada penderita diabetes mellitus kadar gula yang ada didalam tubuh manusia kadarnya melebihi kadar normal rata rata pada manusia umuminya. Tingginya kadar gula dalam darah dikarenakan gangguan yang terjadi di sel sel beta pakreas yang mensekresikan hormone inuslin. Selain itu terdapat beberapa faktor faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya glukosaria. (Baca juga : ginjal polikistik)

Penyebab Glukosaria

  1. Diabetes

Pada penderita diabetes kadar gula yang ada dalam tubuh manusia sangat tinggi sehingga ginjal tidak mampu melakukan proses augmentasi dengan baik. Zat zat yang seharusnya diserap kembali seperti gula lolos dan dikeluarkan berrsama urin. Diabetes terjadi karena mengonsumsi terlalu banyak makanan manis dan mengandung gula tinggi serta kurangnya mengonsumsi air putih. (Baca juga : ciri ciri ginjal bermasalah)

2. Penyakit hati

Penyakit hati dapat menyebabkan glukosaria. Penyakit hati yang dapat menyebabkan glukosaria ialah sirosis hati. Sirosis hati ini dapat menyebablan tingginya gula dalam darah. (Baca juga : kebiasaan penyebab gagal ginjal)

  1. Kerusakan pada ginjal

Keluarnya gula dalam kadar yang tinggi dari dalam tubuh bersama urin disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada ginjal. Kerusakan pada ginjal terjadi karena beberapa hal seperti peradangan pada ginjal, infeksi ginjal dikarenakan adanya virus dan bakteri.(Baca juga : kelainan ginjal)

  1. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah gangguan yang menyebabkan kelebihan produksi hormone tiroid. Dengan berlebihnya hormone tiroid yang terdapat dalam aliran darah dapat menyebabkan proses penyerapan glukosa menjadi terganggu  yang menyebabkan gula keluar dari dalam tubuh kadarnya berlebih. (Baca juga : penyebab radang ginjal)

Sponsors Link

  1. Peningkatan tekanan intracranial

Peningkatan tekanan intracranial dapat menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini yang menyebabkan fungsi ginjal untuk melakukan reabsrorbsi melemah. (Baca juga : ciri ciri ginjal bocor)

  1. Kurang mengonsumsi garam

Garam yang ada dalam tubuh tidak sebesar kadar gula yang ada didalam tubuh. (Baca juga :  ciri ciri ginjal sehat)

  1. Renal Glikosuria

Kegagalan dalam menyerap glukosa karena tubulus ginjal yang tidak dapat menyerap glukosa sehingga kadar gula dalam darah rendah karena terlalu banyak gula yang dikeluarkan bersama urin. (Baca juga : ciri ciri penyakit batu ginjal)

  1. Faktor keturunan

Glukosaria dapat  terjadi karena penyakit diabetes. Penyakit diabetes merupakan penyakit keturunan dimana keturunannya berisiko 6 kali lebih besar untuk terkena penyakit diabetes. (Baca juga : penyebab ginjal mengecil)

ads

Gejala Glukosaria

  1. Sering buang air kecil : Pada penderita glukosaria mereka sering sekali untuk buang air kecil.( Baca juga : cara mengobati batu ginjal)
  1. Dehidrasi : Karena penderita glukosaria sering buang air kecil maka akan menyebabkan dehidrasi karena terlalu banyak urin yang keluar. (Baca juga : penyebab ginjal bengkak)
  1. Kadar gula darah tinggi : Kadar gula pada penderita glukosaria tinggi yaitu 120 mg/dl ketika berpuasa dan 200 mg/dl ketika sesudah makan.
  1. Terganggunya penglihatan : Pada beberapa penderita glukosaria mereka sering terganggu penglihatan atau yang sering disebut rabun ayam.
  1. Polifagi : adalah suatu kondisi dimana pada pagi hari para penderita merasakan kelaparan karena gula yang bisa dikonversi menjadi energi dikeluarkan terlalu banyak bersama urin.
  1. Infeksi kulit : Terkadang pada penderita glukosaria mengalami infeksi pada kulit.
  1. Tubuh mudah lelah : Bagi penderita glukosaria badan sering lelah disebabkan terlalu banyak gula yang dikeluarkan.

Cara mencegah Glukosaria

  1. Mengonsumsi air putih : Mengonsumsi air putih dalam ukuran yang cukup sangat baik bagi tubuh karena mampu menetralisir kelebihan kadar gula yang ada didalam tubuh.
  1. Tidak mengonsumsi gula berlebih : Faktor yang dapat menyebabkan glukosaria adalah karena sering mengonsumsi gula makanan manis.
  1. Menjaga berat badan : Dengan berat badan yang ideal maka akan mengurangi risiko diabetes yang dapat menyebabkan glukosaria.
  1. Tidur yang cukup : Tidur yang cukup normalnya berkisar antara 6 hingga 8 jam. Tidur yang cukup akan membuat badan sehat dan segar dan akan menghindarkan rasa lapar ditengah malam yang kemungkinan akan menyebabkan diabetes.
  1. Mengonsumsi vitamin D : Selain baik untuk tulang ternyata vitamin D memiliki manfaat yang lain yang penting bagi tubuh. Vitamin D dapat mengontrol kadar gula yang ada didalam darah. Vitamin D dapat diperoleh dari buah buahan berwarna cerah dan juga sinar matahari yang sehat sebelum pukul 11 siang.
  1. Hindari Stress : Stress ternyata dapat memicu terjadinya kelebihan hormon salah satunya hormone tiroid yang dapat menyebabkan terjadinya glukosaria.

Cara mengobati glukosaria

Seperti telah disebutkan bahwa glukosaria bukanlah sebuah penyakit namun muncul karena telah ada penyakit lain di dalam tubuh. Penanganan dan pengobatan glukosaria didasarkan pada penyebab terjadinya glukosaria.

  1. Mengonsumsi obat penurun kadar gula : Bagi pare penderita glukosaria yang disebabkan oleh diabetes mellitus maka harus mengonsumi obat yang dapat mengatur kadar gula yang ada didalam darah. Bagi penderita diabetes militus mereka juga harus menghindari makanan yang mengandung gula yang tinggi dan juga harus menjaga berat badan.
  1. Melakukan penanganan sesuai dengan kerusakan pada ginjal : Bagi penderita glukosaria yang disebabkan oleh kerusakan ginjal maka penanganan dan pengobatan dilakukan sesuai dengan penyebab kerusakan ginjal.
  1. Mengkonsumsi buah buahan : Buah buahan sangat  baik bagi tubuh karena banyak mengandung vitamin dan dapat mengatur kadar gula dalam darah.
Sponsors Link

Makanan yang baik bagi penderita glukosaria : 

  • Labu dan sayuran.
  • Apel dan pir.
  • Sayuran berwarna hijau.
  • Roti gandum.
  • Ubi jalar.
  • Yogurt

Makanan yang dilarang bagi penderita glukosaria : 

  • Nasi
  • Kentang
  • Nangka
  • Durian
  • Mie
  • Kopi

Baca juga : makanan penyebab sakit ginjal

Glukosaria seringkali terjadi pada manusia modern saat ini. Banyak makan makanan yang mengandung gula yang tinggi yang dapat menyebabkan diabetes. Dengan mengonsumsi makanan makanan rendah gula atau less sugar maka akan menmperkecil risiko terkena glukosaria. Hindari makanan makanan yang dapat mempertinggi kadar gula yang terdapat pada darah dan perbanyak konsumsi buah buahan.

Sponsors Link
>
, , , , ,
Oleh :