Sponsors Link

Glomerulonephiritis : Gejala, Penyebab, Efek Samping, dan Pengobatan

Sponsors Link

Sistem metabolisme pada tubuh harus berjalan seimbang agar kesehatan tubuh tetap terjaga dengan baik. Salah satu sistem pada tubuh manusia adalah sistem kemih, dimana ginjal dan organ di saluran kemih lainnya akan bekerja untuk mengeluarkan limbah dari darah dalam bentuk air kencing. Namun ada Macam Macam Penyakit Ginjal yang bisa saja terjadi dan menimbulkan beberapa masalah. Salah satunya adalah glomerulonephiritis.

ads

Glomerulonephiritis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada ginjal, yaitu pada bagian glomeruli. Glomeruli itu sendiri adalah bagian penyaring di dalam organ ginjal. Fungsinya adalah untuk membuang kelebihan cairan, kelebihan limbah dari darah, dan juga kelebihan elektrolit pada tubuh. Jika glomeruli rusak atau mengalami penurunan kinerja, maka akibatnya adalah darah dan protein akan terbuang bersama urine.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Dan masing-masing penderita akan mengalami kondisi yang berbeda-beda. Ada pasien yang hanya butuh waktu singkat untuk mengalaminya, namun ada pula yang membutuhkan waktu bertahap untuk mengalaminya (kronis). Penyakit ini juga merupakan penyakit yang bisa berkembang dengan pesatnya, bahkan bisa juga menjadi salah satu penyebab dari kerusakan ginjal bahkan Penyebab Gagal Ginjal dalam hitungan bulan bahkan minggu. Maka dari itu, ada baiknya mengetahui beberapa penjelasan mengenai penyakit tersebut sebagai antisipasi.

Gejala

Pada dasarnya, Glomerulonephiritis jarang menunjukkan gejala-gejala penyakit yang spesifik. Apalagi jika kerusakan bertahap terjadi mulai dari yang ringan. Akan tetapi, jika kerusakan sudah mulai parah, barulah beberapa gejala akan mulai terlihat. Hal inilah yang menyebabkan kebanyakan penderita tidak menyadari bahwa di dalam tubuhnya sedang ada masalah. Namun jika beberapa gejala berikut sudah mulai nampak, jangan buang waktu lagi. Segera konsultasikan dengan dokter agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  • Hipertensi
  • Urine berbusa
  • Sering merasa lelah
  • Anemia
  • Pembengkakan karena kebanyakan cairan
  • Gejala lainnya mirip dengan gejala Gagal Ginjal Kronis

Penyebab

Sebenarnya Glomerulonephiritis ini penyebab utamanya belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, para pakar kesehatan berhipotesa bahwa penyakit ini adalah salah satu kondisi autoimun pada tubuh, yang mana sistem imun pada tubuh mengalami gangguan. Sehingga sistem imun justru menyerang sel-sel tubuh yang sehat, seperti glomeruli tersebut. Selain itu, ada beberapa faktor penunjang yang bisa meningkatkan risiko inflamasi atau kerusakan pada ginjal di bagian glomeruli, di antaranya adalah sebagai berikut.

Sponsors Link

  • Komplikasi dari infeksi tertentu – Infeksi pada tubuh, baik yang disebabkan oleh bakteri atau karena kondisi sistem imun tubuh yang lemah bisa meningkatkan risiko kerusakan glomeruli. Misalnya jika seseorang menderita infeksi tenggorokan karena bakteri streptokokus, hepatitis, HIV, atau infeksi lain seperti endocarditis.
  • Pengidap penyakit autoimun turunan – Seseorang yang mengidap penyakit autoimun seperti lupus, nefropati immunoglobulin A (penumpukan immunoglobulin A pada ginjal), atau vaskulitis (peradangan pada pembuluh darah) juga memiliki risiko untuk mengalaminya.
  • Pengidap penyakit kronis – Penyakit jangka panjang seperti diabetes atau hipertensi juga bisa meningkatkan risiko, karena memang ada Hubungan Gagal Ginjal dan Hipertensi maupun diabetes yang perlu diketahui.
ads

Diagnosis

Seseorang didiagnosis telah mengidap Glomerulonephiritis bisa ditentukan dari tes urine yang hasilnya tidak normal. Selain itu, biasanya akan dilakukan tes lainnya yang lebih mendetail agar bisa lebih memastikan kondisi kesehatan pasien. Beberapa tes tersebut antara lain.

  • Tes urine – Seperti yang dijelaskan di atas, tes urine tentu dibutuhkan untuk melihat kondisi urine, apakah normal atau tidak. Seseorang penderita penyakit ini akan dicek kadar protein, sel darah merah, dan sel darah putihnya dalam urine.
  • Tes darah – Tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar ureum dan kreatinin di dalamnya. Hal ini dilakukan karena kerusakan pada glomeruli akan berpengaruh pada kreatinin dan urea di dalam darah.
  • USG atau CT scan – Tes ini dilakukan pada organ ginjal untuk melihat secara lebih jelas kerusakan-kerusakan yang terjadi pada ginjal.
  • Biopsi ginjal – Biopsi dilakukan dengan pengampbilan sampel jaringan dari ginjal. Cara ini dilakukan apabila tim medis memang perlu memastikan kondisi glomeruli secara lebih jelas. Prosedur biopsi akan dilakukan oleh tim medis untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan kondisi kerusakan glomeruli tersebut terjadi.

Pengobatan

Cara mengobati pengidap penyakit Glomerulonephiritis bisa berbeda-beda antara satu dengan yang lain. perbedaan cara pengobatan atntar pasien ini ditentukan pada beberapa hal, antara lain jenis kerusakan pada glomeruli (akut atau kronis), tingkat parahnya gejala, dan juga penyebab dari kerusakan glomeruli itu sendiri.

Untuk kasus kerusakan glomeruli ringan, kondisi tersebut bisa sembuh sendiri tanpa perawatan tertentu. Kasus ini yang biasanya disebabkan oleh infeksi tenggorokan karena bakteri streptokokus. Pada kasus ini sistem imun tubuh akan mampu melawan penyebab Glomerulonephiritis hingga sembuh sendiri. Namun ada juga kasus pengidap kerusakan glomeruli yang butuh penanganan lanjutan. Penanganan tersebut antara lain dengan melakukan hal-hal berikut ini.

  • Mengendalikan tekanan darah agar tetap normal
  • Mengendalikan kadar gula dalam darah
  • Mengonsumsi obat-obatan yang direkomendasikan dokter, seperti kortikosteroid atau imunosupresan (harus dalam resep dokter)
  • Menangani penyebab dari kerusakan glomeruli
  • Menjalani pola hidup sehat
  • Mengonsumsi makanan berserat
  • Mengonsumsi cairan yang cukup dan Makanan untuk Penderita Gagal Ginjal yang sehat
  • Menghindari makanan yang mengandung protein tinggi dan garam
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Berolahraga secara teratur
Sponsors Link

Komplikasi

Walau Glomerulonephiritis ringan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan lebih lanjut, namun bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan begitu saja. Karena bisa jadi peradangan pada glomeruli ini bisa bertambah parah sehingga berbahaya bagi kesehatan jangka panjang. Glomerulonephiritis parah bisa menimbulkan komplikasi di antaranya sebagai berikut.

  • Tekanan darah tinggi
  • Gagal ginjal kronis
  • Gagal ginjal akut
  • Sindrom nefrotik
  • Kerusakan pada organ tubuh lainnya, seperti oedema paru-paru (penumpukan cairan di dalam paru-paru)
  • Gagal jantung

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai penyakit Glomerulonephiritis yang bisa terjadi pada ginjal yang perlu diwaspadai. Jika Anda merasa ada yang salah dengan sistem kemih Anda, maka segera lakukan pemeriksaan untuk mencegah keparahan kondisi ginjal tersebut. Selain itu tetap lakukan pola hidup sehat setiap hari untuk mencegah adanya penyakit lain yang bisa saja membahayakan kesehatan Anda. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,