Sponsors Link

Apakah Penyakit Glomerulonefritis Membran?

Sponsors Link

Ginjal terdiri dari sejumlah struktur berbeda yang membantu untuk menghilangkan limbah dari darah anda sekaligus untuk proses pembentukan urin. Glomerulonefritis membran merupakan sebuah kondisi di mana perubahan struktur ginjal bisa menyebabkan peradangan atau pembengkakan. Glomerulonefritis membran merupakan jenis spesifik dari GN. Penyakit ini bisa berkembang pada saat radang struktur ginjal mengakibatkan masalah dengan fungsi ginjal. Glomerulonefritis membran dikenal dengan nama lain seperti nefropati membran dan nefritis.

Komplikasi Penyebab Glomerulonefritis Membran

Ada beberapa jenis komplikasi yang juga bisa menyebabkan glomerulonefritis membran. Beberapa diantaranya adalah:

Gejala Glomerulonefritis Ginjal

Gejala yang ditimbulkan glomerulonefritis membran antara masing masing penderita mungkin berbeda beda dan bahkan ada yang tidak memperlihatkan gejala sama sekali. Namun jika semakin berkembang, maka biasanya akan ada beberapa gejala yang terjadi, seperti:

Glomerulonefritis membran bisa menyebabkan ginjal rusak dan menghasilkan penyaringan protein dari darah ke dalam urin. Tubuh membutuhkan protein dan karena kekurangan protein makan bisa menyebabkan retensi air serta pembengkakan. Semua gejala tersebut dihubungkan dengan sindrom nefrotik.

Penyebab Glomerulonefritis Membran

Glomerulonefritis membran berkembang sebagai penyakit primer yang berarti tidak disebabkan karena kondisi lainnya serta penyebabnya tidak diketahui dengan pasti. Namun, penyakit ginjal ini juga bisa berkembang akibat dari kondisi kesehatan mendasar lainnya, seperti:

  • Terpapar racun seperti merkuri.
  • Menggunakan obat obatan tertentu seperti trimethadione, penicillamine, emas, obat anti inflamasi non steroid atau krim pemutih kulit.
  • Memiliki infeksi yang bisa berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh seperti hepatitis B, malaria, hepatitis C , sifilis atau endokarditis.
  • Memiliki jenis kanker tertentu termasuk melanoma.
  • Memiliki kelainan autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus atau penyakit graves.
  • Pernah melakukan transplantasi ginjal atau sumsum tulang.

Namun meski begitu, gangguan ini terbilang jarang terjadi yakni hanya pada dua dari setiap 10 ribu orang dan paling sering didiagnosis pada usia di atas 40 tahun.

Diagnosis Glomerulonefritis Membran

Apabila seseorang memiliki gejala glomerulonefritis ginjal seperti pembengkakan, maka dokter umumnya akan meminta urinalisis yang akan menunjukkan apakah seseorang memiliki penyebab adanya protein dalam urin mereka. Sedangkan tes lain juga mungkin akan disarankan untuk mengkonfirmasi diagnosa, seperti:

  • Pembersihan kreatinin.
  • Albumin darah dan urin.
  • Blood urea nitrogen atau BUN.
  • Panel lipid.
  • Protein darah dan urin.

Jika beberapa tes tersebut memperlihatkan pasien memiliki glomerulonefritis membran, maka dokter umumnya juga akan melakukan biopsi ginjal. Dokter nantinya akan memperoleh sampel kecil jaringan ginjal yang kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis dan hasilnya berguna untuk membantu mengkonfirmasi diagnosis pasien.

Sesudah diagnosis dilakukan, maka dokter nantinya bisa melakukan tes tambahan untuk melihat apa yang menyebabkan kondisi pasien. Beberapa contoh tes yang akan dilakukan tersebut diantaranya adalah:

  • Tes DNA antidouble untai.
  • Tes antibodi antinuklear.
  • Tes untuk hepatitis B.
  • Tes untuk hepatitis C.
  • Tes untuk malaria.
  • Tes untuk sifilis.
  • Tes untuk level pelengkap.
  • Tes cryoglobulin.

Perawatan Glomerulonefritis Membran

Sebenarnya, tidak ada obat untuk ciri ciri ginjal bermasalah ini, namun perawatan yang dilakukan hanya fokus pada mengendalikan gejala dan penekanan kekebalan tubuh. Pasien mungkin harus melakukan perubahan pada diet dengan cara mengurangi asupan garam dan juga protein. Pasien juga mungkin perlu minum obat untuk membantu mengendalikan tekanan darah.

Dokter juga akan memberi resep obat yang disebut dengan kortikosteroid untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan diuretik atau pil air untuk mengurangi pembengkakan. Penyakit ini juga mungkin bisa membuat seseorang berisiko mengalami pengembangan gumpalan darah sehingga dokter biasanya juga akan memberi resep obat pengcer darah untuk mengendalikannya.

Dalam beberapa kasus, penyakit progresif juga mungkin membutuhkan obat penekan kekebalan tubuh yang merupakan obat untuk menghalangi beberapa bagian sistem kekebalan supaya tidak berfungsi seperti semestinya.

Sponsors Link
>
, , ,