Sponsors Link

Glikosuria, Saat Gula Bercampur Dengan Urine

Sponsors Link

Berbeda dengan glukosaria, glikosuria bisa terjadi saat urine sudah bercampur dengan gula. Dalam keadaan normal, organ ginjal akan menyerap gula kembali ke pembuluh darah dan tidak dikeluarkan bersama urine. Glikosuria biasanya terjadi saat kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi yang disebut dengan hiperglikemia. Terkadang ini bisa terjadi meski kondisi kadar gula darah tetap normal dan bahkan terbilang masih rendah. Hal penting yang harus diketahui oleh penderita glikosuria adalah penyebab dari gangguan tersebut sebab masing masing penderita memiliki perbedaan dari penyebab glikosuria tersebut.

ads

Penyebab Glikosuria

Ada beberapa penyebab umum dari glikosuria mulai dari penyakit dan juga pola hidup yang dilakukan seseorang. Beberapa penyebab dari glikosuria tersebut diantaranya adalah:

  • Diabetes melitus: Terjadi karena hormon insulin kurang dalam darah sehingga meningkatkan kadar glukosa. Jika ada banyak glukosa dalam darah, maka ginjal tidak bisa menyerap kembali gula tersebut ke dalam aliran darah sehingga sebagian akan dikeluarkan bersama dengan urine yang membuat perbedaan urine normal dan diabetes.
  • Diet tinggi gula: Terlalu banyak mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang mengandung gula juga menyebabkan urine yang dikeluarkan dari dalam tubuh bercampur dengan gula.
  • Diabetes gestasional: Ini merupakan kondisi gula darah tinggi di atas normal selama masa kehamilan yang juga menyebabkan glikosuria terjadi selain ada juga hubungan gagal ginjal dengan diabetes.
  • Sirosis hati: Sirosis hati bisa mempengaruhi metabolisme karbohidrat yang menyebabkan kadar glukosa terlalu tinggi di dalam darah. Kadar glukosa yang terlalu tinggi tersebut juga menyebabkan glukosa keluar bersama dengan urine.

Gejala Glikosuria

Biasanya, ciri ciri penyakit ginjal yakni glikosuria ini akan tergantung dari penyebabnya dan tidak selalu disertai dengan kadar gula tinggi dalam darah. Bahkan, glikosuria ginjal juga bisa memperlihatkan hasil yang negatif pada kadar gula darah namun hasil pemeriksaan akan positif untuk tes urine. Umumnya penderita juga tidak mengalami gejala apapun namun jika hanya dibiarkan dan tidak segera ditangani, maka ada beberapa gejala lanjutan yang bisa terjadi seperti:

  • Sering kencing dan haus
  • Sering merasa dehidrasi atau mengalami kekurangan cairan.
  • Sering merasa sangat lapar
  • Buang air kecil tidak disengaja atau mengompol.

Apabila kondisi tersebut adalah tanda dari diabetes tipe 2, maka kemungkinan penderita juga akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Gangguan dalam penglihatan.
  • Luka yang tidak kunjung sembuh.
  • Berat badan menurun secara drastis.
  • Kelelahan kronis.
  • Kulit berubah menjadi gelap di beberapa area tubuh seperti lipatan leher, ketiak dan beberapa bagian lain.

Diagnosis Glikosuria

Sebenarnya, glikosuria bisa didiagnosis dengan beberapa cara namun urinalisis atau tes urine penyakit ginjal menjadi pendekatan paling umum yang akan dilakukan. Dalam tes ini, dokter akan meminta pasien untuk buang air kecil pada strip tes yang nantinya akan diuji di laboratorium. Teknisi laboratorium nantinya akan menentukan kadar glukosa dalam urin apakah memperlihatkan glikosuria atau tidak. Kemungkinan, glikosuria terjadi ketika jumlah glukosa dalam urine sudah lebih tinggi dari 180 miligram per desiliter dalam 1 hari.

Dokter kemungkinan juga akan memberi tes darah untuk penyakit ginjal dengan tujuan memeriksa kadar gula darah. Dalam kadar gula darah yang normal, umumnya berada di antara 70 sampai 140 mg / dL tergantung dari makanan yang baru saja dikonsumsi dan apakah pasien menderita diabetes atau tidak. Apabila kadar gula darah tinggi dan diabetes juga belum pernah didiagnosis sebelumnya, maka tes hemoglobin terglikoasi akan dilakukan yang merupakan tes darah untuk memberikan informasi kadar gula darah dalam beberapa bulan terakhir.

Tips Penderita Glikosuria

Ketika seseorang sudah didiagnosis menderita glikosuria, maka masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh agar lebih sehat. 

Sponsors Link

  • Lakukan aktivitas fisik atau olahraga setidaknya 30 menit sehari, lima hari dalam seminggu seperti jenis olahraga penderita ginjal kronis.
  • Kurangi asupan lemak dan gula serta perbanyak mengkonsumsi biji bijian, buah dan sayuran. Mengurangi asupan gula menjadi cara terbaik untuk membantu mencegah kadar gula darah tinggi dalam urine.
  • Konsumsi fenugreek dan juga jus dari labu pahit yang sudah terbukti sangat baik untuk mengendalikan gula darah sehingga tingkat glikosuria juga bisa dikurangi.
  • Secara teratur, periksakan diri ke dokter khususnya selama masa kehamilan. Tes urine atau urinalisis harus dilakukan secara teratur untuk memeriksa kemungkinan diabetes gestasional atau glikosuria.
  • Lakukan pemeriksaan kadar gula darah secara teratur.

Sponsors Link
>
, , ,