Sponsors Link

Apakah Ginjal Spongiosa Medula – Gejala – Diagnosis dan Pengobatan

Sponsors Link

Medullary sponge kidney atau ginjal spongiosa medula merupakan cacat lahir tubulus atau tabung kecil dalam ginjal yang menjadi salah satu dari macam macam penyakit ginjal. Pada ginjal yang normal, urine akan mengalir lewat tubulus tersebut ketika sedang dibentuk. Sementara pada ginjal spongiosa medula, kantong kecil yang dinamakan kista akan terbentuk pada medula yakni bagian dalam ginjal yang terlihat menyerupai spons. Kista akan menjaga urin agar tidak mengalir bebas lewat tubulus tersebut. Lalu, apa sebenarnya ginjal spongiosa medula, bagaimana proses terjadinya, gejala, diagnosis dan pengobatan yang bisa dilakukan?, berikut ulasan selengkapnya untuk tambahan informasi anda.

ads

Bagaimana Ginjal Spongiosa Medula Terjadi?

Ginjal spongiosa medula bisa terjadi ketika seseorang dilahirkan namun untuk kebanyakan kasus bukan menjadi masalah yang diwariskan. Gangguan yang terjadi karena ginjal spongiosa medula termasuk darah dalam urin atau hematuria, penyakit infeksi saluran kemih atau ISK dan juga batu ginjal. Akan tetapi masalah tersebut umumnya tidak akan terjadi hingga seseorang memasuki usia 30 hingga 40 tahun.

Ginjal spongiosa medula bisa terjadi pada 1 orang per 5.000 hingga 20.000 orang. Para peneliti juga melaporkan jika sampai 20% orang dengan batu ginjal juga mengalami ginjal spongiosa medula. Akan tetapi, ginjal spongiosa medula ini jarang menyebabkan masalah yang jauh lebih serius seperti gagal ginjal kronis atau total.

Tanda dan Gejala Ginjal Spongiosa Medula

Untuk seseorang dengan ginjal spongiosa medula, biasanya memang tidak merasakan tanda atau gejala. Gejala awal dari ginjal spongiosa medula ini biasanya terlihat dari terbentuknya batu ginjal. Sedangkan untuk infeksi saluran kemih atau urinary tract infection serta batu ginjal karena ginjal spongiosa medula juga bisa menyebabkan gejala yang sama seperti:

  • Urin berwarna gelap atau bercampur dengan darah sehingga urine berwarna merah
  • Demam disertai dengan menggigil
  • Terasa panas atau nyeri ketika buang air kecil.
  • Urin mengeluarkan bau tidak sedap
  • Muntah
  • Nyeri punggung, perut bagian bawah atau selangkangan.

Diagnosis Ginjal Spongiosa Medula

Dokter yang mencurigai ginjal spongiosa medula biasanya terjadi pada saat penderita berulang kali mengalami ISK atau ciri ciri batu ginjal. Sedangkan untuk mengkonfirmasi diagnosa, dokter biasanya akan meminta pasien untuk melakukan sinar X bernama pyelogram intervena [IVP]. Pada IVP tersebut, pewarna akan disuntikkan dalam saluran kemih sehingga urin bisa terlihat pada sinar X dan memperlihatkan penyumbatan yang terjadi dalam saluran kemih. Kista tersebut nantinya akan terlihat seperti kumpulan cahaya dalam IVP. 

Sponsors Link

Pengobatan Ginjal Spongiosa Medula

Sebenarnya, tidak ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kista ginjal yang terinfeksi. Sesudah dokter meyakini jika seseorang memiliki ginjal spongiosa medula, umumnya perawatan yang akan dilakukan terfokus pada penyembuhan infeksi yang terjadi, mengangkat jenis batu apapun seperti penyebab batu ginjal kalsium oksalat serta mencegah infeksi terjadi di masa yang akan datang sekaligus pembentukan batu.

  • Urinary tract infection atau infeksi saluran kencing: Untuk mengatasi kondisi radang kandung kemih ini, dokter biasanya akan memberikan resep obat bernama antibiotik yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Seseorang dengan ginjal spongiosa medula juga kemungkinan akan membutuhkan antibiotik dosis rendah secara terus menerus agar infeksi berulang bisa dicegah. 
    Sponsors Link

  • Batu ginjal: Pengangkatan batu ginjal harus melewati prosedur lithotripsy yakni memakai gelombang suara untuk memecah batu menjadi partikel pasir. Partikel tersebut nantinya bisa lewat secara mudah pada saluran kemih di aliran urin. Cara menghilangkan batu ginjal pada anak atau orang dewasa berikutnya juga bisa dilakukan dengan memasukkan tabung tipis yakni ureteroscope lewat uretra dan kandung kemih agar bisa menangkap batu kemudian diambil. Seseorang dengan ginjal spongiosa medula kemungkinan bisa mencegah batu lebih banyak dari pembentukan dengan cara merubah diet atau minum beberapa obat sekaligus memperbanyak asupan cairan sehingga risiko pembentukan batu yang baru bisa dihindari.

Sponsors Link
>
, , ,