Sponsors Link

Ginjal Sakit Saat Olahraga yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Jika Anda menyukai kegiatan berolahraga, maka Anda harus memperhatikan frekuensi dan mungkin mengurangi intensitasnya. Walaupun olahraga dapat memelihara kesehatan tubuh, terlalu banyak berolahraga apalagi berolahraga berat malah berbahaya bagi ginjal.

ads

Ginjal sakit saat olahraga bisa terjadi jika intensitas dan frekuensi olahraga Anda terlalu banyak. Namun, sebelum meyakinkan diri bahwa rasa sakit di sekitar tersebut berkaitan dengan ginjal, Anda harus memastikannya dulu. Hal ini karena rasa sakit di sekitar ginjal tidak hanya disebabkan oleh penyakit ginjal, tetapi juga beberapa hal lain, seperti masalah otot, tulang punggung, saraf, usus atau penyakit lainnya. Anda juga perlu tahu tentang macam-macam penyakit ginjal.

Beberapa hal yang bisa membedakan antara sakit ginjal dan penyakit lainnya antara lain:

  • Ketahanan rasa nyeri

Rasa nyeri di sekitar pinggang yang disebabkan oleh penyakit ginjal tidak akan berkurang dengan posisi duduk, berdiri atau tidur bagaimana pun. Sedangkan sakit pinggang yang disebabkan oleh penyakit lain bisa berkurang dengan duduk, atau berbaring. Selain itu, nyeri di pinggang yang disebabkan oleh penyakit ginjal akan semakin terasa sakit ketika sumber nyeri itu ditekan.

  • Ada tidaknya demam

Nyeri pinggang yang disebabkan oleh penyakit ginjal akan disertai dengan demam pada penderitanya.

  • Warna urine

Hal inilah yang paling menentukan nyeri di pinggang berkaitan dengan sakit ginjal atau tidak dan merupakan ciri-ciri sakit ginjal awal. Orang yang sakit ginjal akan mengeluarkan urine berwarna kecoklatan. Jika sudah parah, maka warna urine akan berwarna kemerahan karena urine telah bercampur dengan darah. Anda juga perlu membaca warna urine sehat, ciri urine sehat dan sering buang air kecil jernih.

Jika setelah melakukan pengecekan Anda mendapati adanya gejala sakit ginjal, maka kemungkinan besar nyeri itu disebabkan oleh kekakuan atau cedera otot. Hal ini sering terjadi, terutama pada orang yang jarang berolahraga lalu mendadak melakukan olahraga berat. Rasa sakit ini akan berkurang dan akhirnya menghilang dengan istirahat yang cukup seiring waktu. Namun, jika rasa sakit sangat mengganggu, cobalah mengonsumsi obat analgetik untuk meredakan nyeri, seperti paracetamol.

Jika setelah Anda melakukan semua hal tersebut di atas, tetapi rasa sakit masih terasa hingga 1 minggu, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Hal ini karena dikhawatirkan rasa nyeri tersebut berkaitan dengan hal yang lebih serius, seperti:

  1. Penyempitan tulang belakang
  2. Skiatika atau kondisi di mana saraf skiatik mengalami iritasi atau peradangan
  3. Ada masalah pada saluran pencernaan, seperti radang usus dan gangguan usus besar
  4. Adanya kelainan pada sistem reproduksi, seperti kista pada ovarium, endometriosis dan radang panggul
  5. Gangguan ginjal, dan sebagainya.
    Sponsors Link

Penanganan Awal

Untuk penanganan awal agar masalah tidak berlanjut, maka Anda disarankan untuk:

  1. Melakukan pemanasan setiap sebelum memulai olahraga. Pemanasan yang dimaksud adalah pemanasan yang bisa mempersiapkan otot sebelum melakukan olahraga berat agar tidak terjadi cedera otot. Anda bisa melakukan stretching/ meregangkan otot yang cukup.
  2. Atur postur tubuh agar terus tegap ketika berdiri, duduk, dan berbaring. Tubuh bungkuk dapat menambah regangan dan beban pada tulang belakang.
  3. Melakukan latihan atau olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh dan tidak memaksakan diri. Berolahragalah hingga tubuh Anda merasa cukup dan jangan sampai terlalu lelah.
  4. Jika ingin melakukan olahraga berat, lakukan secara bertahap. Misalnya, jika Anda ingin berlari hingga 10 km, Anda dapat memulainya dengan berlari sejauh 500 meter.
  5. Jika Anda akan mengangkat beban yang cukup berat, Anda harus melakukannya dengan mempertahankan posisi tubuh yang tegap. Namun, Anda perlu membatasi aktivitas Anda dari melakukan pekerjaan ini jika rasa nyeri masih terasa. Bahkan, mungkin lebih baik Anda tidak mengangkat beban berat sama sekali.
  6. Jika pekerjaan Anda menuntut Anda untuk duduk selama berjam-jam, lakukan peregangan di sekitar pinggang, punggung dan pundak setiap 15-20 menit.
    Sponsors Link

  7. Minumlah air putih yang cukup, tetapi tidak terlalu banyak dan jangan sering menahan buang air kecil. Baca juga bahaya menahan kencing terlalu lama. Jika Anda sering buang air kecil, kurangi jumlah air minum dari 8 gelas menjadi 6 gelas saja sehari. Anda juga bisa membaca bahaya kurang minum air putih.
  8. Lakukan latihan untuk menguatkan otot punggung, seperti plank, side plank dan bridge.
  9. Berbaring pada kasur atau alas yang keras untuk mengembalikan struktur tulang belakang yang mungkin bermasalah.

Jika rasa nyeri masih belum hilang, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter agar dokter bisa memberikan pemeriksaan dengan USG, X-ray atau tes urine. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada masalah dengan ginjal Anda. Karena mungkin saja masalah yang Anda rasakan merupakan gejala dari gagal ginjal akut. (Baca juga: ciri-ciri gagal ginjal akut, gejala gagal ginjal, penyebab gagal ginjal, kebiasaan penyebab gagal ginjal, gagal ginjal usia muda dan gagal ginjal akut anak.

Gagal ginjal akut dapat diderita oleh pelaku olahraga intensitas tinggi. Hal ini terjadi ketika otot rangka pecah sehingga komponen otot tercampur dengan darah. Kemudian, darah yang telah bercampur dengan komponen otot tersebut mengalir ke seluruh tubuh hingga menyebabkan komplikasi dan gagal ginjal akut.

Penanganan cepat dan tepat dapat mencegah penyakit ginjal melukai organ lain. Oleh karena itu, memeriksakan diri ke dokter sangat dianjurkan ketika mengetahui adanya gejala tersebut di atas, terutama ketika warna urine telah berwarna kecoklatan, bahkan kemerahan.

Sponsors Link
>
, ,