Sponsors Link

Ginjal Sakit Saat Hamil – Penyebab – Gejala – Pencegahan

Sponsors Link

Ginjal adalah dua organ berbentuk kacang yang terletak di masing-masing sisi tulang belakang, tepatnya berada di atas pinggang. Organ ini memiliki fungsi menyaring darah dari sisa-sisa metabolisme dan mengeluarkannya bersama urin. Organ ini juga berperan dalam pembentukan hormon.

ads

Selain beberapa fungsi tersebut, ginjal juga berfungsi untuk:

  1. Menjaga keseimbangan kadar mineral dan garam dalam tubuh.
  2. Mengatur kadar senyawa kimia sehingga dapat membantu jantung dan dapat menjaga otot-otot agar dapat berfungsi dengan baik.
  3. Menghasilkan senyawa aktif vitamin D yang berfungsi menjaga kesehatan tulang.
  4. Menghasilkan enzim renin yang befungsi untuk mengatur tekanan darah.
  5. Menghasilkan senyawa eritropoetin yang berfungsi untuk menstimulasi produksi sel darah merah.

Penyebab Infeksi Ginjal pada Ibu Hamil

Seseorang yang sedang hamil bisa mengalami infeksi ginjal. Hal ini disebabkan karena ketika hamil, seorang perempuan bisa mengalami perubahan hormon dan fisik yang membuatnya rentan mengalami infeksi ginjal. Selain itu, ibu hamil kadang kesulitan mengosongkan kandung kemih. Hal ini membuat urine kembali ke ureter sehingga urine sulit melewati saluran kemih dengan cepat. Semua itu dapat membuat bakteri berkembang biak dan menginfeksi hingga ke ginjal.

Selain itu, ibu hamil yang keracunan kehamilan (preeklamsia) juga bisa terkena penyakit ginjal kronis. Hal ini disebabkan karena laju filtrasi glomerulus menurun hingga 32 persen. Laju filtrasi pada glomerulus yang berkurang dapat mengganggu kinerja ginjal dalam melakukan penyaringan darah sehingga jumlah kotoran yang berhasil disaring ginjal menjadi sedikit.

Sebenarnya, keracunan kehamilan dapat diketahui ketika usia kehamilan menginjak 20 minggu atau lebih. Ibu yang mengalami preeklamsia akan mengalami hipertensi, kaki bengkak, dan kebocoran protein. Setelah gejala tersebut terlihat, maka ibu hamil harus segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dini untuk menghindari gagal ginjal kronis. Anda juga perlu membaca penyebab gagal ginjal kronis.

Selain bisa menyebabkan gagal ginjal kronis pada ibu hamil, preeklamsia juga bisa mengakibatkan kematian pada janin dan ibu hamil.

Anda juga perlu membaca penyebab penyakit ginjal dan gejala awal penyakit ginjal.

Gejala Infeksi Ginjal pada Ibu Hamil

Gejala infeksi ginjal yang biasa diderita oleh ibu hamil antara lain:

  • Sering buang air kecil

Infeksi ginjal bisa membuat penderitanya sering buang air kecil, termasuk ibu hamil. Hal ini terjadi karena adanya tekanan besar pada kandung kemih yang membuat urine yang ditampung dalam kandung kemih keluar. Semakin besar kandungan, semakin besar pula tekanan yang diterima oleh kandung kemih. Seiring dengna meningkatkan frekuensi buang air kecil saat hamil, saat buang air kecil terasa sakit juga bisa terjadi.

Sponsors Link

  • Warna urin berubah

Ciri-ciri yang paling mudah dikenali dari penyakit ginjal adalah warna urin yang berubah dari jernih menjadi pekat kecoklatan. Dalam satu kasus, air seni bisa berwarna kemerahan karena bercampur dengan darah yang tidak bisa disaring oleh ginjal karena ginjal yang mengalami kerusakan. Anda juga perlu membaca hematuria pada ibu hamil, warna urine sehatciri urine sehat, sering kencing padahal jarang minum dan sering buang air kecil jernih.

ads

  • Punggung Terasa Sakit

Punggung terasa sakit selama kehamilan tidak hanya disebabkan oleh bertambah besarnya kandungan, tetapi mungkin juga berkaitan dengan penyakit ginjal. Rasa nyeri tersebut biasanya terletak pada daerah pinggang. Untuk membedakan sakit pinggang karena ukuran kandungan dengan penyakit ginjal adalah dengan memijatnya, jika sumber nyeri bertambah sakit saat dipijat, maka hal itu bisa menjadi tanda penyakit ginjal.

Baca juga sering kencing dan sakit pingganggejala awal penyakit ginjal dan ciri-ciri penyakit ginjal pada ibu hamil.

Pencegahan Penyakit Ginjal Saat Hamil

Jika Anda memiliki riwayat dengan penyakit ginjal, sebelum memutuskan untuk hamil, maka Anda harus:

  1. Memeriksakan ginjal Anda.
  2. Memeriksakan tekanan darah Anda.
  3. Mengatakan pada dokter bahwa keluarga Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi agar dokter bisa memberikan saran atau penanganan pada Anda sebelum Anda memutuskan hamil.
  4. Menjaga kadar gula darah agar tetap dalam keadaan normal.
  5. Jika Anda pernah melakukan transplantasi ginjal, maka tundalah program kehamilan Anda hingga 2 tahun setelah operasi.
  6. Jika timbul tanda-tanda penyakit ginjal, maka segeralah hubungi dokter.

Namun, jika Anda baru merasakan adanya gangguan pada ginjal setelah hamil, maka Anda bisa mencegah penyakit ginjal yang lebih parah dengan rajin melakukan kunjungan ANS, melakukan kontrol darah setiap 2 minggu dan melakukan tes urin untuk mengetahui apakah terjadi kebocoran protein. Baca juga cara mencegah penyakit infeksi ginjal.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  1. Wanita yang sudah mengalami penyakit gagal ginjal berat bisa menderita darah tinggi, bayi yang dilahirkan prematur, bayi yang dilahirkan berukuran kecil, mengalami keguguran atau fungsi ginjal yang terus menurun. Hal ini sering terjadi pada wanita dengan dialisis.
  2. Wanita yang mengalami gagal ginjal stadium akhir memiliki kemungkinan kecil untuk hamil karena kebanyakan rahim mereka sudah tidak subur.
  3. Obat-obatan dan tekanan darah wanita penderita penyakit ginjal yang akan atau sedang hamil harus diperiksa secara rutin.

Untuk menghindari semua hal tersebut, Anda disarankan untuk mulai hidup sehat. Selain mengonsumsi air putih yang cukup dan berolahraga, Anda harus menghentikan kebiasaan menahan buang air kecil yang bisa mengakibatkan atau bahkan memperparah penyakit ginjal.

Sponsors Link
>
, , , , ,