Sponsors Link

Ginjal Polikistik : Ciri Ciri, Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Terdapat banyak sekali organ organ penting yang ada didalam tubuh seperti jantung,ginjal,paru paru dan banyak lainnya. Ginjal merupakan organ yang terdapat dibagian belakang atas kanan dan kiri tubuh manusia. Ginjal berbentuk seperti kacang merah dengan ukuran sekepalan tangan manusia. Sama seperti organ tubuh lainnya terdapat berbagai penyakit yang terdapat pada ginjal. Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai penyakit ginjal polikistik. (Baca juga : macam macam penyakit ginjal )

ads

Pengertian Ginjal Polikistik

Polikistik merupakan penyakit awam yang jarang dikenal masyarakat, penyakit ini menyerang bagian penting dalam tubuh kita yaitu ginjal. Secara Bahasa Polikistik berasal dari dua kata yaitu poly dan cystic. Poly berarti banyak dan Cystic yang berarti rongga tertutup yang tidak normal yang dilapisi oleh epitel yang mengandung bahan semisolid atau cairan. Dapat disimpulkan secara sederhana bahwa polikistik adalah banyak cystic (kista) pada ginjal.

Kista kista dapat berbentuk multiple,bilateral, dan berkembang yang lama lama dapat merusak parenkim ginjal yang normal akibat adanya penekanan. Ginjal dapat menjadi besar dalam ukuran yang besar dan berisi oleh sekumpulan kista yang bentuknya mirip anggur.

Kista kista yang menyerupai anggur ini terisi hemorargik.  Namun kista kista ini bersifat non kanker jadi kemungkinan untuk menyebabkan kanker sangat tipis mendekati tidak mungkin. Namun bukan berarti kista ini tidak bersifat kanker fungsi ginjal akan baik baik saja. (Baca Juga : ciri ciri ginjal bermasalah )

Dengan adanya kista maka akan membuat fungsi ginjal lama lama akan menurun hingga dapat menyebabkan gagal ginjal apabila penanganannya lamban. Kista yang terdapat pada ginjal ini dapat menyebar ke organ organ lain yang ada didalam tubuh lainnya seperti jantung, liver bahkan bagian terpenting otak.

Apabila kista telah menyebar ke bagian bagian penting lainnya yang ada didalam tubuh maka akan menyebabkan pada jantung, otak , stroke bahkan bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu meski bukan penyakit yang banyak diderita oleh pengidap penyakit ginjal, namun harus diperhatikan hal hal apa saja yang menyebabkan penyakit ini, bagaimana ciri ciri nya dan bagaimana cara penangan dan pengobatannya. ( Baca juga : ciri ciri ginjal rusak )

Dalam kasus penyakit ginjal polikistik atau yang bisa disingkat PKD (Polycystic Kidney Disease) terdapat  tipe penyakit ini.

  1. PKD Autosom Resesif (ARPKD) yang merupakan kasus terbanyak dalam kasus PKD, PKD kasus ini dapat menurun karena hanya dengan satu orang tua yang mengalami PKD maka akan menurun kepada anak anaknya. Berdasarkan kapan sesorang mengalami gejala PKD, ARPKD dibagi lagi menjadi 4 klasifikasi yaitu Perinatal,neotal, bayi dan remaja.
  2. Jenis PKD yang kedua ialah PKD Autosom Dominan (ARPKD). ARPKD jarang terjadi dikarenakan penyakit ini disebabkan oleh kedua orang tua yang mengalami penyakit PKD, sehingga dominan yang terjadi membuat penyakit PKD menurun ke keturunannya.
  3. Jenis PKD yang terakhir adalah ACKD, PKD jenis ini tidak seperti 2 jenis PKD sebelumnya yang merupakan penyakit bawaan. Namun ACKD dapat terjadi apabila sesorang telah memiliki penyakit ginjal dan berisiko menderita ACKD.

Ciri Ciri Ginjal Polikistik

Munculnya Kista yaitu kantung berisi cairan tidak hanya bisa berada di ginjal namun juga bisa muncul di organ lainnya seperti hati. Berikut ini adalah ciri ciri ginjal polikistik

  1. Hipertensi,sakit kepala dan sakit pinggang atas.
  2. Darah dalam urin dan perut membesar (Baca juga : penyebab ginjal bengkak )
  3. Sering buang air kecil, penyakit gagal ginjal baik akut maupun kronis
Sponsors Link

Penyebab Penyakit Ginjal Polikistik

Seperti kasus ARPKD dan ADPKD penyakit ginjal polikistik disebabkan oleh keturunan. Dimana salah satu atau kedua orang tua memiliki penyakit PKD sehingga penyakit ini diwarisi oleh keturunannya Dimana salah satu atau kedua orang tua memiliki penyakit PKD sehingga penyakit ini diwarisi oleh keturunannya Pada kasus ARPKD kemungkinan anak anaknya menderita ARPKD adalah sebebasar 25 % dimana gejala ARPKD sering muncul ketika bayi baru saja dilahirkan.

Berbeda dengan ARPKD penderita ADPKD biasanya akan menemui gejala pennyakit ini ketika berusia antara 30 sampai 40 tahun. Kemungkinan anak menurunkan ADPKD cukup besar yaitu sebesar 50 %. Namun PKD dapat juga terjadi meskipun kedua orang tua tidak memiliki riwayat penyakit PKD hal ini bisa terjadi karena adanya mutasi genetik. Selain mutasi genetic penyebab penyakit ginjal polikistik adalah adanya kelainan atau cacatnya gen.

ads

Gejala penyakit ginjal polikistik

Kista yang terdapat pada ginjal awalnya berukuran kecil namun kista ini dapat berkembang secara ukuran yang membuat kista ini membesar. Pada awal kemunculan kista kemungkinan penderita tidak mengalami gejala gejala yang menggambarkan penyakit ginjal polikistik, namun ketika ukuran kista membesar maka gejala gejala akan muncul dan akan sedikit banyak menganggu kondisi penderita. Berikut gejala gejala penyakit ginjal polikistik.

  1. Adanya darah dalam urin atau urin yang berkeruh.
  2. Adanya protein dalam urin.
  3. Adanya infeksi yang menyebabkan penderita sering mengalamu demam, pusing maupun mengigil.
  4. Nyeri pada punggung dan nyeri pada bagian atas perut.
  5. Fungsi ginjal yang menurun.
  6. Tekanan darah tinggi.
  7. Bagian tubuh mengalami pembengkakan.
  8. Adanya batu ginjal.
  9. Mudah lemah dan lelah .
  10. Rasa nyeri pada persendian.
  11. Sering buang air kecil.
  12. Kulit yang mudah memar.
  13. Warna kulit memucat.
  14. Sakit kepala.
  15. Kuku yang tidak normal.

Baca juga : tanda awal gagal ginjal

Diagnosa penyakit ginjal polikistik

Untuk mengetahui dan mendiagonosa apakah seseorang memilik penyakit PKD biasanya para dokter akan melakukan diagnosa dengan cara cara seperti dibawah ini

  • CT Scan : CT scan dilakukan dengan menggunakan alat pencitraan yang manggunakan gelombang sinar X untuk mengetahui keadaan ginjal pasien.
  • USG : USG di lakukan dengan alat yang menggunakan geombang suara untuk mengetahui apakah ada kista pada ginjal pasien.
  • IVP : IVP atau Intraveneous Pyelogram adalah pemeriksaan dimana tubuh pasien dimasukan zat pewarna yang akan membuat pembuluh darah lebih jelas saat melakukan foto rontgen.
  • MRI : Dengan menggunakan pencitraan MRI maka akan didapatkan gambar dari struktur ginjal dan tampilan kista. Baca juga : cara mengobati batu ginjal

Kompilasi Penyakit ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit penyakit  lain pada organ tubuh yang lain. Pertumbuhan kista pada ginjal sangat mempengaruhi kinerja dan fungsi ginjal. Polikistik salah satu penyebab penyakit gagal ginjal. Selain gagal ginjal polikistik dapat menyebabkan beberapa penyakit lain.

  1. Kista Meletus : Jika kista meletus maka akan menyebabkan sakit yang parah pada bagian punggung
  1. Hipertensi : Penyakit ginjal polikistik bisa meningkatkan risiko hipertensi
  1. Kista yang terinfeksi : Kista yang terinfeksi akan menyebabkan rasa sakit ketika buang air kecil
  1. Ketidaknormalan katup jantung : Ginjal polikistik akan membuat katup jantung tidak menutup sempurna
  1. Penyakit saat kehamilan : Karena pada ibu hamil dapat terjadi preeklamsia
  1. Katarak atau kebutaan . Baca juga ciri ciri ginjal bocor  penyebab radang ginjal tanda awal gagal ginjal
Sponsors Link

Cara mengobati Penyakit Ginjal Polikistik

Sampai saat ini belum ada obat maupun perlakuan yang dapat menyembuhkan penyakit ini . Namun para ahli berusaha untuk meringankan dan menghambat pertumbuhan kista ini. Pada umumnya ada 2 langkah yang biasa dilakukan untuk meringankanb penyakit ginjal polikistik yaitu

  1. Pengangkatan kista : Cairan yang ada didalam kista terlebih dahulu dikeringkan setelah itu dinding ginjal yang ada dalam kistaakan diangkat melalui pemotongan atau dibakar.
  2. Pengeringan dan pengisian kista : Cairan didalam kista akan dikeringkan dengan cara memasukan jarum yang panjang berdiameter kecil ke dalam kista melalui kulit tubuh hingga menembus ginjal dan kista. Setelah kista kering maka akan diisi lagi oleh larutan seperti larutan alcohol agar kista tidak berkembang.

Bagi para orangtua yang memiliki riwayat PKD maka alangkah baiknya untuk segera memeriksakan apakah anak anda menuruni penyakit ini. Dengan risiko sebesar 25 % bagi penderita ARPKD dan 50 % bagi penderita ADPKD maka penyakit in sangat mungkin untuk menyerang keturunan. Meskipun sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, namun ada beberapa cara agar kista tidak berkembang dan menyerang organ organ lain yang dapat menyebaban penyakit kompilasi. (Baca juga : makanan penyebab sakit ginjal ciri ciri ginjal sehat)

Sponsors Link
>
, , , , ,
Oleh :