Sponsors Link

Ginjal Atrofi – Penyebab – Diet dan Pengobatan

Sponsors Link

Ginjal normal memiliki ukuran sebesar kepalan tangan. Sedangkan ginjal atrofi adalah ginjal yang menyusut ke ukuran abnormal sehingga fungsinya juga abnormal. Ginjal atrofi berbeda dengan hipoplasia ginjal yakni kondisi ginjal yang lebih kecil pada perkembangan di dalam rahim saat kelahiran. Ginjal manusia terletak di setiap sisi tulang belakang bagian bawah tepat di bawah tulang rusuk. Ginjal kiri umumnya sedikit lebih besar dibandingkan dengan ginjal kanan. Satu atau kedua ginjal bisa mengalami atrofi meski kemungkinan paling besar terjadi pada ginjal kiri.

ads

Tanda dan Gejala Ginjal Atrofi

Fungsi ginjal adalah untuk menyaring produk limbah dari darah serta menghilangkan air berlebih dari dalam tubuh. Ginjal juga memegang peran penting dalam mengatur tekanan darah. Dalam tahap awal penyakit ginjal, kemungkinan penderita tidak menyadari jika ada sesuatu yang salah sampai 30 hingga 40% fungsi ginjal menghilang, maka gejala baru muncul. Saat kemampuan ginjal dalam menyaring darah berkurang, maka beberapa gejala akan muncul seperti:

  • Mual dan muntah.
  • Rasa gatal.
  • Mengantuk.
  • Kulit menjadi gelap.
  • Kram otot.
  • Selera makan menurun.
  • Pembengkakan pada kaki dan tangan.
  • Asidosis.
  • Kelainan elektrolit.
  • Konsentrasi kreatinin yang tinggi.
  • Anoreksia.
  • Kekurangan Gizi.

Penyebab Ginjal atrofi

Ginjal rusak bisa terjadi secara tiba tiba seperti pada saat ginjal terluka parah atau terkena racun. Ginjal atrofi juga bisa disebabkan atau berhubungan dengan kondisi medis lain, seperti:

  • Infeksi seperti TBC.
  • Sindrom antifosfolipid.
  • Sindrom metabolik.
  • Penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis.
  • Penyempitan arteri renal atau stenosis arteri renalis aterosklerotik.
  • Kanker.
  • Penyakit sel sabit.
  • Obstruksi saluran kemih.

Kerusakan ginjal biasanya terjadi dalam jangka waktu yang lama. Ini bisa terjadi akibat aliran dalam ginjal yang tiak mencukupi. Selain itu, anda berisiko lebih tinggi nterkena penyakit ginjal apabila anda memiliki:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.
  • Diabetes.
  • Penyakit jantung.
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Perawatan Ginjal Atrofi

Sebagian besar perawatan akan tergantung pada penyebab dari ginjal atrofi. Mengobati konsisi yang mendasari bisa sangat membantu untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada ginjal. Bahkan dengan ginjal atrofi, organ ginjal anda mungkin masih berfungsi dengan baik meski sudah berkurang. Namun jika fungsi ginjal sudah mencapai antara 10 hingga 15%, maka menandakan jika anda mengalami fungsi ginjal sehingga butuh perawatan seperti salah satunya dialisis.

Pada hemodialisis, darah akan berjalan lewat alat ginjal buatan bernama hemodialyzer untuk menghilangkan produk limbah. Pada dialisis peritoneal, cairan yang dinamakan dialasat akan dipakai untuk mengisi perut agar bisa menyaring limbah dalam tubuh lewat kateter dialisis peritoneal. Dialisis akan membantu tugas yang tidak bisa dilakukan oleh ginjal namun bukan berarti obat. Anda harus menjalani cuci darah beberapa kali seminggu selama sisa hidup hingga akhirnya mendapatkan transplantasi ginjal.

Anda bisa menerima ginjal sehat dari pendonor yang masih hidup atau sudah meninggal. Namun, menunggu ginjal yang cocok butuh waktu hingga beberapa tahun. Sesudah transplantasi ginjal dilakukan, maka anda tetap harus minum obat anti penolakan seumur hidup ginjal.

Diet Ginjal Atrofi

Ginjal atrofi sebetulnya tidak bisa disembuhkan dengan diet. Namun diet memegang peran penting pada pengobatan penyakit ginjal untuk mencegah ciri ciri penyakit ginjal. Berikut ini adalah beberapa tips diet sehat untuk ginjal yang bisa dilakukan.

Sponsors Link

1. Kurangi Natrium

Mengurangi natrium akan membentuk untuk mengontrol tekanan darah. Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan serta Ginjal merekomendasikan diet mengandung kurang dari 2.300 miligram sodium per hari.

  • Pilih makanan segar dibandingkan makanan kemasan.
  • Ketika mengkonsumsi makanan kaleng, maka bilas lebih dulu sebelum disajikan atau dimasak.
  • Saat berbelanja, periksa label untuk konten natrium.

2. Perhatikan Asupan Protein

Semakin banyak protein yang dikonsumsi, maka akan semakin mempersulit tugas ginjal. Meski begitu, anda tetap membutuhkan protein hewani yang bisa didapatkan dari telur, ikan, susu, ayam dan juga daging untuk memenuhi. Ukuran porsi juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Satu porsi ikan, daging atau ayam adalah 3 ons. Satu porsi yogurt atau setengah cangkir susu tawar dan sepotong keju merupakan satu porsi. Anda juga bisa memperoleh protein dari kacang kacangan, biji bijian, nasi atau mie serta roti.

Sponsors Link
>
, , ,