Sponsors Link

Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal yang Harus Dicermati

Sponsors Link

Ada macam macam penyakit ginjal yang bisa dialami. Namun yang paling sering terjadi dan akan kami ulas kali ini adalah penyakit ginjal kronis. Dari segi perjalanan penyakit ini, sakit ginjal kronis bisa berkembang dari mulai stadium awal sampai stadium lanjut. Dalam setiap stadium, ada tanda dan gejala yang bisa diamati. Akan tetapi, sakit ginjal kronis sendiri mendapat sebutan penyakit tenang karena gejala dan tanda penyakit yang ditimbulkan hanyalah samar. Gejala penyakit ginjal stadium awal memang jarang disadari penderita karena memang terbilang ringan meski sebenarnya jika sudah terdeteksi dari awal, maka penanganan penyakit ini bisa dilakukan lebih mudah. Ada 5 stadium dari penyakit ginjal kronis yakni 1, 2, 3A dan 3B, 4 dan juga 5. Pengelompokkan stadium ini dibentuk dari tingkat kerusakan ginjal yang bisa dibuktikan dari pemeriksaan GFR atau LFG [laju filtrasi glomerulus]. Berikut ini akan kami berikan beberapa gejala penyakit ginjal stadium awal yang bisa diwaspadai lebih dini.

ads
  1. Mudah Kelelahan

Fungsi ginjal sangat penting dalam mengatur kandungan asam, kandungan garam dan juga kalium. Pembuangan kotoran juga menjadi fungsi dari ginjal sekaligus memproduksi vitamin D serta menyeimbangkan cairan dalam tubuh. Ginjal juga bertugas untuk menghasilkan hormon yang bisa merangsang pembentuk sel darah merah. Pada saat terjadi gangguan pada fungsi ginjal, maka tubuh akan terasa lelah dan lemas tidak seperti biasanya. Meski rasa lemas tersebut memang sering tidak terasa khususnya pada stadium awal.

  1. Perubahan Buang Air Kecil

Umumnya, gejala paling terlihat dari gangguan ginjal adalah berubahnya kebiasaan buang air kecil. Produksi urin juga menjadi fungsi utama dari ginjal sehingga jika terjadi masalah, maka perubahan buang air kecil juga bisa terjadi, seperti:

  • Urin lebih sedikit dari biasanya.
  • Buang air kecil terjadi lebih sering.
  • Berubahnya warna urine sehingga urine berwarna merah.
  • Air seni berbusa.
  • Urine berbau tidak sedap.
  • Sakit saat berkemih.
  • Darah dalam urin.
  1. Protein Dalam Urine

Kerusakan ginjal juga bisa menjadi penyebab adanya protein dalam urine dari dalam aliran darah bocor ke dalam urine dan bercampur dengan sel darah. Kebocoran bisa terjadi cukup sedikit sehingga tidak menyebabkan gejala yang bisa dilihat atau dirasakan. Akan tetapi jika kronis, maka bisa menyebabkan pembengkakan atau edema pada tubuh. Untuk itu, sangat dianjurkan untuk pemeriksaan tahunan khususnya bagi penderita yang juga mempunyai faktor lain yang bisa berkontribusi terhadap penyakit ginjal seperti diabetes.

  1. Retensi Cairan atau Edema

Urine mengandung protein nantinya bisa menyebabkan cairan dalam pembuluh darah tidak bisa dipertahankan. Sebagian cairan bisa merembes ke luar dari pembuluh darah yang kemudian masuk ke dalam jaringan. Ini kemudian menyebabkan pembengkakan di beberapa area seperti kaki, perut dan juga paru paru yang membuat penderita sesak nafas khususnya pada stadium lanjut.

  1. Nyeri Punggung Bawah

Gejala atau ciri ciri penyakit ginjal stadium awal selanjutnya adalah rasa sakit dari ginjal yang juga terasa sebagai nyeri punggung bawah yakni bawah tulang rusuk atau bahkan bisa menyebar ke area perut. Gejala lain yang juga harus dilakukan selain sakit punggung bawah diantaranya adalah:

  • Terasa seperti logam di mulut.
  • Berubahnya rasa makanan.
  • Nafsu makan yang menurun.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Kelelahan kronis.
  • Kulit terasa gatal atau timbul ruam. 
    Sponsors Link

Meski begitu, ciri ciri ginjal bermasalah juga bisa terdeteksi saat kondisi sudah terlanjur lanjut dimana sebenarnya jika sudah bisa terdeteksi sejak stadium awal, maka hasil dari penanganan bisa lebih baik. Untuk itulah gejala dari penyakit stadium awal yang sudah kami jelaskan diatas tidak boleh dianggap remeh dan pastikan untuk melakukan pemeriksaan secara teratur. Hal ini juga semakin harus dilakukan untuk seseorang yang memiliki risiko tinggi seperti penderita diabetes, lansia dan juga darah tinggi.

Selain dengan pengukuran GFR dan mengamati setiap gejala yang terjadi, ada beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk menentukan diagnosis stadium penyakit ginjal yakni dengan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Ureum kreatinin yang kadarnya lebih tinggi dari kadar normal dalam darah.
  • Darah atau protein dalam urin.
  • Bukti kerusakan ginjal pada MRI, CT Scan, ultrasound atau kontras X ray.
  • Riwayat keluarga penyakit ginjal polikistik [PKD].

Sponsors Link
>
, , ,