Sponsors Link

15 Gejala Penyakit Ginjal Polikistik yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Tubuh manusia memiliki banyak organ vital dengan tugas dan fungsi masing masing. Salah satu dari organ penting tersebut adalah ginjal. Ginjal bertugas untuk menyaring semua kotoran dan limbah sisa metabolisme yang tidak terpakai melalui urine. Karena tugas ginjal sangat penting sekali, maka kesehatannya harus dijaga. Karena jika ginjal rusak atau bermasalah, tidak ada organ lain yang bisa menggantikan tugasnya.

ads

Namun ironisnya, banyak jenis penyakit ginjal yang bisa menyerang organ tersebut. Salah satunya adalah ginjal polikistik, salah satu penyakit ginjal yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Polikistik berasal dari dua kata berbeda yaitu poly dan cystic. Poly adalah banyak dan cystic adalah rongga tertutup yang tidak normal mengandung cairan. Secara sederhana, polikistik adalah munculnya banyak kista pada ginjal.

Gejala

1. Hematuria

Hematuria adalah adanya darah yang keluar bersama dengan urine sehingga menyebabkan urine berwarna merah. Dalam bahasa awam, hematuria disebut juga dengan kencing berdarah. Sebenarnya kencing berdarah bukanlah sebuah penyakit yang serius, namun menandakan bahwa di dalam tubuh terdapat penyakit yang harus segera ditangani. Salah satunya adalah kista ginjal polikistik.

Kencing yang berwarna merah jelas menunjukkan bahwa kondisi tubuh memang sedang tidak sehat. Karena warna urine sehat adalah yang berwarna jernih, hampir seperti air putih.

2. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah sebuah kondisi dimana ditemukan material keras menyerupai batu di dalam organ ginjal. Ukuran batu ini bermacam macam, mulai dari yang lembut seperti pasir hingga keras seperti bola golf. Penyakit batu ginjal disebabkan oleh berbagai macam hal misalnya seperti infeksi ginjal atau gaya hidup tidak sehat yang dijalani seseorang.

Parahnya, batu ginjal bisa memicu terjadinya penyakit lain seperti kista ginjal polikistik. Batu yang ada di dalam ginjal bisa bergerak hingga ke saluran kemih dan berpotensi menimbulkan luka di kandung kemih.

3. Fungsi Ginjal Menurun

Menurunnya fungsi ginjal bisa ditandai dengan nyeri saat buang air kecil, buang air kecil tidak lancar, juga urine yang berbusa. Menurunnya fungsi ginjal ini merupakan tanda tanda ginjal rusak yang wajib diwaspadai. Kerusakan ginjal biasanya terjadi secara perlahan dan gejala awalnya sering tidak disadari. Baru setelah kondisi ginjal cukup parah, seseorang menyadari bahwa terjadi kerusakan pada ginjalnya. Ginjal rusak akan berakibat sangat buruk, yaitu munculnya penyakit lain seperti gagal ginjal kronis atau ginjal polikistik.

4. Sering Buang Air Kecil

Jika seseorang sering buang air kecil, maka terdapat dua kemungkinan. Ginjal mampu bermetabolisme dengan baik atau ginjal sedang bermasalah. Jumlah urine tentu tergantung pada seberapa banyak cairan yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi yang tidak wajar seperti banyak minum tetapi urine sedikit, atau sedikit minum tapi sering buang air kecil harus dicurigai. Ketahui frekuensi buang air kecil normal agar gejala penyakit ginjal polikistik dapat segera disadari. Bisa jadi sering buang air kecil adalah penyebab kandung kemih turun.

5. Kencing Berbusa

Tanda bahwa ginjal mulai rusak dan tidak bisa berfungsi secara normal adalah kencing yang berbusa. Kencing yang berbusa biasanya berwarna keruh dan bersamanya keluar banyak busa berwarna putih yang tidak wajar. Air seni berbusa berarti urine mengandung protein. Protein yang sampai lolos dari darah dan keluar melalui urine adalah gejala gagal ginjal kronis, salah satu penyakit ginjal yang paling parah.

Gejala Kista Ginjal Polikistik Lainnya yang Harus Diwaspadai

Selain gejala gejala di atas, masih banyak lagi gejala penyakit ginjal polikisitik seperti di bawah ini:

  1. Infeksi ginjal atau infeksi pada bagian tubuh yang lain, membuat penderita sering mengalami pusing kepala, demam tinggi, dan menggigil.
    Sponsors Link

  2. Punggung bagian bawah terasa nyeri, juga perut bagian atas.
  3. Tekanan darah mudah naik meskipun tidak menderita hipertensi.
  4. Beberapa bagian tubuh membengkak.
  5. Mudah merasa letih, lesu, dan lelah.
  6. Sendi sendi terasa nyeri.
  7. Kulit mudah memar meski tidak terbentur.
  8. Kulit menjadi sangat pucat.
  9. Sering nyeri di bagian kepala.
  10. Warna kuku kekuningan dan tidak seperti orang normal.

Cara Mengobati

  • Mengangkat Kista. Mengangkat kista dilakukan dengan mengosongkan cairan kista terlebih dahulu kemudian dinding ginjal yang ada ditumbuhi kista akan diangkat. Pengangkatan ini bisa dilakukan dengan cara dipotong atau dibakar.
  • Mengeringkan dan Mengisi Kista. Cara ini dilakukan dengan mengeringkan cairan yang ada di dalam kista terlebih dahulu. Jarum panjang dengan diameter kecil dimasukkan dari luar hingga menembus kista. Kista kemudian akan diisi dengan cairan tertentu serupa alkohol untuk mencegahnya mengembang.

Itulah penjelasan tentang gejala kista ginjal polikistik yang wajib dipahami oleh semua orang. Kista ginjal termasuk penyakit yang harus diwaspadai karena bisa menyerang siapa saja. Namun jika mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat, kista ginjal bisa sembuh total. Setelah penyakit kista sembuh, kiranya kita menjaga kesehatan ginjal dengan baik. Lakukan cara merawat ginjal agar tetap sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan baik untuk kesehatan ginjal. Selain itu, jauhi pula semua kebiasaan buruk yang bisa merusak ginjal seperti suka merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :