Sponsors Link

Gangguan Ginjal pada Anak – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Sponsors Link

Ginjal merupakan organ tubuh yang terbilang penting. Ginjal bekerja sebagai penyaring limbah dari darah dan mengeluarkan limbah tersebut dalam bentuk urine. Jika ginjal terkena gangguan, maka metabolisme dalam tubuh akan terganggu. Gangguan ginjal rupanya tidak hanya bisa menyerang orang dewasa saja. Anak-anak pun bisa terkena gangguan ginjal yang disebabkan oleh beberapa hal. Gangguan ginjal pada anak ini perlu diwaspadai oleh orang tua. Salah satu caranya adalah dengan mengenali tanda-tanda dan pengobatannya. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

ads

Jenis Gangguan Ginjal

Penyebab dari gangguan ginjal pada bayi dan anak biasanya adalah karena faktor bawaan lahir atau Kelainan Ginjal sejak lahir. Namun bisa jadi kondisi tersebut tidak terdeteksi saat kelahiran bayi itu sendiri. Ada beberapa gangguan ginjal sejak lahir yang baru bisa dideteksi pada saat anak menginjak usia balita, atau bahkan ketika anak-anak berada pada masa pertumbuhan. Hal ini dikarenakan gangguan ginjal pada bayi tidak selalu menunjukkan gejala, sehingga keluhan dari gangguan ginjal itu bisa jadi baru muncul saat anak menjadi lebih besar.

Pada dasarnya, jenis gangguan ginjal pada anak yang disebabkan oleh kelainan bawaan lahir dibedakan menjadi 2, yaitu:

  • Uropati kongenital, yaitu kelainan ginjal yang terdapat pada saluran kemih dan kandung kemih. Gangguan yang terjadi bisa berupa Infeksi Saluran Kemih pada Anak, sumbatan pada saluran kemih, atau kurang bekerjanya klep antara saluran kemih dan kandung kemih.
  • Nefropati kongenital, yaitu kelainan yang berada di area ginjal dan saluran kemih atas. Gangguan yang bisa muncul antara lain ukuran ginjal abnormal, hanya memiliki satu ginjal, Ginjal Bengkak, kista ginjal, atau ginjal tidak bisa tumbuh dengan sempurna.

Penyebab

Pada dasarnya, seperti yang dijelaskan di atas, kondisi dari gangguan ginjal pada anak adalah kelainan bawaan sejak lahir. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Berikut kemungkinan penyebab yang bisa terjadi.

  • Faktor genetika – Walau penyebab dari faktor keturunan ini terbilang jarang terjadi, akan tetapi faktor risiko dari kelainan ginjal pada bayi yang baru dilahirkan tetap bisa terjadi. Misalnya jika kakek atau nenek si bayi memiliki kelainan ginjal sejak lahir juga dan menurunkan risiko tersebut pada bayi.
  • Kehamilan di usia rawan – Ibu hamil yang hamil di usia rawan, misalnya di atas 40 tahun, atau bahkan di usia remaja, bisa menyebabkan risiko kelainan ginjal pada anaknya meningkat. Penyebabnya adalah pertumbuhan dan perkembangan janin yang kurang optimal saat berada di rahim.
  • Efek obat – Obat-obatan yang dikonsumsi selama hamil memang harus selalu dikondisikan agar aman dan sesuai dengan resep dokter. Jika tidak, maka ini bisa berbahaya. Salah satunya bisa menyebabkan kelainan pada si bayi, termasuk di bagian sistem kemihnya.
  • Efek radiasi – Saat kehamilan, radiasi seperti sinar X-Ray juga bisa menyebabkan janin terganggu perkembangannya. Maka dari itu sebelum melakukan pemeriksaan yang menggunakan efek radiasi, ada baiknya ibu hamil memberi tahu petugas medis bahwa ibu memang sedang hamil, agar petugas medis bisa memberikan rekomendasi pengobatan yang lebih aman.

Cara Mendeteksi

Beberapa cara tentunya bisa dilakukan untuk mendeteksi adanya kemungkinan gangguan ginjal pada anak sejak dini. Hal ini penting, karena tentunya jika orang tua sudah tahu mengenai kesehatan anaknya sejak dini, akan lebih mudah bagi orang tua dalam merawat anak tersebut.

Sponsors Link

Pemeriksaan saat masa kehamilan tidak hanya penting untuk mengetahui kesehatan janin saja, melainkan juga bisa membantu dalam melihat perkembangan dan pertumbuhannya. Itulah mengapa USG dan pemeriksaan rutin saat masa kehamilan diperlukan. Terutama saat menginjak trimester ketiga kehamilan, dimana kelainan pada janin bisa dideteksi dengan mudah.

Gejala

Deteksi gangguan ginjal pada janin, bayi, dan anak biasanya berbeda-beda karena tanda-tanda yang diberikan juga berbeda-beda. Berikut beberapa gangguan ginjal yang biasa terdeteksi sesuai dengan tingkatan usia tertentu.

Sponsors Link

  • Janin dalam kandungan – Gangguan ginjal seperti hidronefrosis biasa terdeteksi saat bayi masih berada di dalam kandungan, sehingga penanganan yang bisa dilakukan akan lebih cepat dari gangguan lain yang sulit dideteksi sejak dini.
  • Setelah bayi lahir – Tanda-tanda dari penyakit ginjal pada bayi baru lahir yang bisa mengarahkan pada kondisi tertentu ada banyak, seperti tidak buang air kecil selama 2 hari atau lebih, benjolan di area ginjal, atau kesulitan buang air kecil.
  • Usia balita – Pada usia balita ini, tanda-tanda dari kelainan ginjal bawaan anak bisa dideteksi dari beberapa kondisi. Balita tidak akan mendapatkan Ciri Urine Sehat seperti balita normal lainnya, seperti akan muncul sakit saat buang air kecil, urine keruh, volume urine berkurang, dan demam.
  • Usia sekolah – Anak pada usia sekolah yang terindikasi memiliki gangguan ginjal bawaan lebih mudah dideteksi karena anak pasti sudah bisa bicara dan mengeluhkan kondisinya. Gejalanya sama dengan gejala di usia balita.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai gangguan ginjal pada anak bawaan lahir yang perlu diwaspadai oleh orang tua. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,