Sponsors Link

Gagal Ginjal dan Uremia – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Sponsors Link

Gagal ginjal dan uremia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Seseorang yang terkena gagal ginjal, baik gagal ginjal akut atau gagal ginjal kronis mempunyai resiko tinggi untuk mengidap penyakit ini. Namun sepertinya istilah uremia belum banyak dikenal oleh masyarakat awam termasuk mereka yang menderita gagal ginjal. Yuk kita pahami dulu seluk beluk mengenai uremia.

ads

Gagal Ginjal

Gagal ginjal adalah sebuah kondisi di mana ginjal mengalami penurunan fungsi secara bertahap. Penyakit ini dapat disebut sebagai adanya kerusakan di dalam ginjal yang diakibatkan kesalahan jaringan di dalam tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, maka penyakit ini bisa memicu terjadinya ESRD (End Stage Renal Disease), yaitu sebuah kondisi ketika ginjal tidak dapat lagi berfungsi sama sekali.

Penyebab Gagal Ginjal

Berikut beberapa penyebab seseorang mengalami gagal ginjal:

1. Faktor genetik

Jika seseorang memiliki anggota keluarga yang punya riwayat penyakit gagal ginjal, maka kemungkinan besar ia akan mengalami penyakit yang sama.

2. Hipertensi

Seseorang dengan tekanan darah tinggi memiliki siklus darah yang berbeda dengan orang normal pada umumnya. Tingginya tekanan darah akan berpengaruh langsung terhadap kerja organ ginjal. Inilah alasan kenapa hipertensi bisa menyebabkan gagal ginjal.

3. Diabetes

Terdapat penjelasan mengenai patofisiologi gagal ginjal kronik karena diabetes. Kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi membuat ginjal kesulitan untuk menyaringnya dari darah.

Gejala Gagal Ginjal

Penderita gagal ginjal biasanya akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Warna urine keruh karena bercampur dengan darah
  • Mual dan muntah
  • Cepat lelah dan mudah capek
  • Bagian tubuh terutama kaki dan tangan membengkak
  • Sesak nafas
  • Sering buang air kecil
  • Jumlah urine sedikit
  • Kulit terasa gatal
  • Insomnia
  • Mudah bingung karena mengalami penurunan fungsi otak
  • Jumlah hemoglobin dalam darah menurun drastis
Sponsors Link

Pengobatan Gagal Ginjal

Penyakit gagal ginjal dapat diobati dengan berbagai cara seperti:

  • Cuci darah – Sebuah metode medis yang dilakukan untuk membersihkan dan menyaring darah melalui mesin karena ginjal mengalami kerusakan.
  • Obat tekanan darah – Penderita gagal ginjal karena hipertensi dapat diobati dengan mengatur tekanan darah melalui konsumsi obat tertentu.
  • Pola hidup sehat – Hindari berbagai kebiasaan yang bisa merusak ginjal dan terapkan pola hidup sehat seperti tidak merokok, rajin olahraga, minum air putih, dan mengonsumsi makanan yang sehat.
  • Mengatur kadar kolesterol – Konsumsi makanan tinggi kolesterol harus dibatasi karena bisa meningkatkan resiko darah tinggi dan penyakit jantung.
    ads

Penyakit Uremia

Uremia dapat disebut sebagai salah satu komplikasi yang disebabkan oleh penyakit gagal ginjal kronis dan gagal ginjal akut. Inilah mengapa gagal ginjal dan uremia berhubungan. Seseorang dikatakan terkena uremia jika ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik lagi. Pada kondisi ini, ginjal tidak bisa mengeluarkan urine dari dalam tubuh. Zat-zat sisa metabolisme dan limbah yang seharusnya dibuang justru menumpuk di dalam tubuh. Uremia bisa berakibat sangat fatal dan menyebabkan kematian.

Penyebab Uremia

Seseorang mengalami uremia karena beberapa kondisi yang berkaitan dengan ginjal, di antaranya adalah:

1. Gagal ginjal

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab seseorang mengalami gagal ginjal. Oleh karena itu perlu diketahui cara merawat ginjal agar tetap sehat dan jauh dari penyakit.  Gagal ginjal juga bisa menyebabkan beberapa komplikasi, salah satunya adalah uremia. Itulah mengapa gagal ginjal dan uremia saling berkaitan.

2. Konsumsi makanan protein tinggi

Protein tinggi dapat ditemukan pada daging hewan, makanan laut, dan telur. Protein akan meningkatkan kadar ureum dalam darah sehingga menyebabkan ginjal mengalami kerusakan. Oleh sebab itu makanan berprotein tinggi termasuk pantangan makanan penderita ginjal yang harus dihindari.

3. Peningkatan pemecahan protein dalam darah

Makanan tinggi protein membawa serta zat-zat yang terkandung dalam protein tersebut. Salah satunya adalah asam amino. Pemecahan protein asam amino akan memicu peningkatan kadar ureum di dalam urine. Ini dapat mengganggu kerja filtrasi ginjal dan menyebabkan uremia karena ginjal tidak mampu menyaring protein.

4. Gangguan kemih

Gangguan kemih adalah salah satu jenis infeksi ginjal yang sering terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang langsung menyerang kandung kemih. Adanya gangguan pada kandung kemih adalah salah satu penyebab gagal ginjal yang berbahaya dan akhirnya berujung pada uremia.

5. Radang ginjal

Adalah salah satu kondisi dimana ginjal terinfeksi akibat bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Karena adanya radang ginjal, organ ini tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan mengganggu proses penyaringan darah.

Gejala Uremia

Gagal ginjal dan uremia selalu berhubungan karena gagal ginjal adalah salah satu pemicu terjadinya uremia. Jika ditangani dengan cepat dan tepat, uremia dapat disembuhkan sebelum menjadi parah. Kenali gejala uremia agar pertolongan pertama dapat segera dilakukan:

  • Mual dan muntah hebat yang terjadi terus menerus
  • Hilangnya nafsu makan
  • Penurunan berat badan yang drastis
  • Kaki sering kram dan kesemutan
  • Sulit fokus dan konsentrasi
  • Mengalami sakit kepala hebat dan terus menerus
  • Kelelahan yang sangat fatal
  • Dada sesak dan sulit bernapas
  • Pendarahan yang tidak normal
  • Kurang darah atau anemia
  • Gatal-gatal parah di seluruh tubuh
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelebihan protein dalam darah (hyperkalemia)
  • Mental tidak stabil (sering merasa cemas, bingung, dan gelisah tanpa ada sebabnya
Sponsors Link

Pengobatan Uremia

Langkah-langkah pengobatan yang bisa dilakukan untuk penyakit uremia adalah sebagai berikut:

  • Hemodialisis (Cuci Darah)

Ada banyak hal yang menjadi penyebab cuci darah. Semua penyebab itu tentu saja berkaitan dengan gagal ginjal. Seseorang melakukan cuci darah ketika ginjal sudah rusak total dan tidak bisa menjalankan fungsinya sama sekali. Cuci darah berfungsi untuk membuang semua sisa metabolisme dan limbah di dalam tubuh yang tidak bisa disaring oleh ginjal. Prosedur pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin khusus yang ada di rumah sakit.

  • Dialisis Peritoneal

Metode pengobatan ini sebenarnya sama dengan cuci darah. Hanya saja, jika cuci darah dilakukan dengan menggunakan alat, pada dialisis peritoneal cuci darah dilakukan di dalam tubuh penderita sendiri. Caranya adalah dengan memasang kateter di dalam rongga perut yang sifatnya permanen. Karena bisa dilakukan sendiri, penderita disarankan melakukan dialisis peritoneal sebanyak 4 kali sehari.

  • Cangkok ginjal

Ginjal yang sudah rusak dan tidak dapat berfungsi lagi harus digantikan dengan ginjal yang baru jika penderitanya tidak mau melakukan cuci darah. Dengan cangkok ginjal, semua penyakit ginjal akan bisa disembuhkan dan organ ginjal sudah bisa bekerja seperti biasa lagi.

Itulah penjelasan mengenai gagal ginjal dan uremia. Gagal ginjal dan uremia memang dua penyakit yang saling berhubungan karena menyangkut salah satu organ yang paling penting dalam tubuh, yakni ginjal. Sebelum ginjal mengalami kerusakan lebih jauh, terapkan pola hidup sehat dan jauhi semua kebiasaan yang merusak ginjal Anda. Penyakit yang menyerang ginjal bukanlah penyakit enteng yang bisa disembuhkan dengan mudah. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi, jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan ginjal Anda, ya!

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :