Sponsors Link

Frekuensi Buang Air Kecil Normal Manusia yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Buang air kecil atau urine merupakan sebuah kegiatan yang memang selalu terjadi setiap harinya. Memang itu adalah mekanisme dari tubuh dalam membuang sisa limbah yang sudah tidak diperlukan lagi bagi tubuh. Urine itu sendiri dihasilkan dari proses di sistem kemih, yaitu ginjal dan akan disimpan sementara di kandung kemih, baru kemudian akan dikeluarkan oleh tubuh. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kondisi urine bisa menjadi ukuran apakah tubuh sehat atau tidak. Bisa dari warna urine sehat, atau dari frekuensi buang air. Sehingga frekuensi buang air kecil normal memang perlu diketahui.

ads

Frekuensi Berkemih yang Normal

Pada dasarnya, setiap orang memiliki frekuensi buang air yang berbeda-beda satu sama lain. bahkan frekuensi buang air satu orang di hari ini bisa jadi berbeda dengan hari kemarin atau hari esok. Hal ini juga wajar, karena frekuensi buang air kecil yang normal memang dipengaruhi oleh berbagai hal dan berbagai faktor.

Frekuensi buang air kecil yang normal pun tidak bisa digeneralisir harus berapa kali dalam sehari. Akan tetapi, kebanyakan orang akan buang air kecil sekitar 4 hingga 8 kali per hari. Ada juga yang berpendapat 4 sampai 10 kali per hari. Dan volume urine yang dikeluarkan dalam satu hari bisa antara 400 sampai 2000 mililiter per hari (jika asupan cairan adalah 2 liter per hari).

Sebenarnya jika frekuensi buang air kecil dalam sehari terlihat wajar, maka orang-orang yang sering buang air kecil, katakanlah 8 kali per hari, masih bisa dikatakan wajar dan normal. Yang menjadi masalah adalah apabila kebiasaan buang air kecil itu berubah. Misalnya orang yang biasanya buang air kecil 5 kali sehari tiba-tiba memiliki kebiasaan buang air kecil lebih dari 10 kali per hari. Tentu kondisi ini perlu dicari penyebabnya.

Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Berkemih

Berikut ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi frekuensi buang air kecil normal pada manusia, yang perlu diketahui.

  1. Jumlah air yang dikonsumsi

Sudah menjadi hal yang pasti jika pemasukan seharusnya seimbang dengan pengeluaran. Demikian pula dengan masalah air dalam tubuh. Singkatnya, jika kita minum banyak air hari ini, maka risikonya adalah banyak buang air kecil. Itu memang adalah mekanisme tubuh yang normal. Maka perhatikan pola konsumsi air yang Anda punya. Jika Anda memiliki kebiasaan minum banyak air, maka frekuensi buang air kecil Anda akan lebih sering daripada mereka yang minum lebih sedikit air.

  1. Makanan atau minuman yang dikonsumsi

Bukan hanya berkaitan dengan jumlah air yang dikonsumsi saja, frekuensi buang air kecil juga bisa dipengaruhi oleh jenis makanan dan jenis minuman yang dikonsumsi. Misalnya jika Anda memiliki kebiasaan memakan buah yang mengandung banyak air seperti semangka, bisa jadi frekuensi buang air kecil lebih sering dari mereka yang jarang makan semangka. Demikian pula dengan jenis minuman. Jika minuman yang dikonsumsi adalah minuman yang mengandung sifat diuretik, seperti kafein, maka frekuensi buang air kecil bisa meningkat. Bisa juga disebabkan oleh faktor luar, misalnya Sering Kencing di Cuaca Dingin.

  1. Ukuran kandung kemih

Frekuensi buang air kecil normal juga bisa dipengaruhi oleh ukuran kandung kemih. Ukuran kandung kemih wanita ternyata lebih kecil daripada pria. Oleh karena itu wanita sering mengalami Kandung Kemih Cepat Penuh jika dibandingkan dengan pria. Maka dari itu, wanita akan lebih sering buang air kecil jika dibanding dengan pria. Bisa dilihat dari antrian di kamar mandi wanita yang biasanya lebih penuh daripada pria.

Sponsors Link

  1. Usia

Usia juga turut mempengaruhi frekuensi buang air manusia. Misalnya orang yang sudah lanjut usia bisa jadi akan memiliki kebiasaan Sering Kencing pada Lansia. Sedangkan orang dewasa muda tidak demikian.

  1. Efek samping obat

Beberapa obat memang memiliki reaksi yang berbeda-beda. Beberapa jenis obat juga bisa menyebabkan efek samping diuretik sehingga seseorang bisa lebih sering ke kamar mandi saat mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Sponsors Link

  1. Gangguan kesehatan dan penyakit tertentu

Beberapa penyakit atau gangguan kesehatan juga bisa mempengaruhi frekuensi buang air kecil normal. Beberapa gangguan yang dimaksud misalnya:

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai frekuensi buang air kecil normal yang perlu diketahui. Jika Anda memiliki frekuensi buang air kecil yang sering, dan Anda ragu dengan kondisi kesehatan Anda, ada baiknya periksakan ke dokter untuk tes dan pemeriksaan lebih lanjut. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup