Sponsors Link

Fisiologi Ginjal dan Fungsinya yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Dalam aspek kehidupan, informasi mengenai struktur anatomi tubuh bisa menjadi cukup penting. Hal ini dikarenakan jika seseorang mengetahui struktur tubuhnya, maka akan lebih mudah baginya untuk mendeteksi secara dini keluhan-keluhan pada tubuhnya. Sehingga bisa mencegah adanya penyakit yang berbahaya. Salah satu bidang ilmu yang bisa dipelajari adalah fisiologi. Kali ini, akan dijabarkan mengenai fisiologi ginjal sebagai informasi mengenai fungsi dari organ ginjal secara umum.

ads

Secara umum, ginjal merupakan organ eksresi di dalam tubuh manusia yang menjalankan sistem perkemihan atau sistem urinaria. Sistem urinaria itu sendiri merupakan sebuah proses dari penyaringan darah dengan zat limbah sisa metabolisme untuk dibuang melalui urine. Dalam kata lain, fungsi utama ginjal adalah untuk memproduksi urine dalam Anatomi Saluran Kemih tubuh manusia agar metabolisme tetap berjalan lancar.

Ginjal akan menjalankan fungsi pada tubuh untuk mengatur volume dan senyawa kimia pada darah, hingga bisa mengekskresikan zat limbah yang sudah terlaurt dalam air secara sangat selektif. Fungsi tersebut bisa dicapai dengan penyaringan plasma darah yang dilakukan di bagian glomerulus ginjal. Zat-zat sisa yang terlarut dalam air dan sudah tidak dibutuhkan lagi itu akan dibuang dari tubuh. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa fungsi utama dari organ ginjal sebagai informasi mengenai fisiologi ginjal yang perlu diketahui.

  1. Fungsi Ekskresi

Fungsi utama ginjal yang sudah dijelaskan di atas termasuk fungsi ekskresi, atau Proses Terbentuknya Urine. Fungsi eksresi ginjal itu sendiri ada bermacam-macam yang perlu diketahui. Untuk lebih jelasnya mengenai fungsi eksresi pada ginjal ini, berikut beberapa hal yang perlu diketahui.

  • Ginjal bekerja dengan mempertahankan osmolalitas plasma darah dengan mengubah-ubah kandungan ekskresi air atau cairan.
  • Ginjal membantu mempertahankan volume dalam tubuh (ECF) dan juga menjaga tekanan darah pada tubuh dengan mengatur eksresi natrium pada tubuh.
  • Ginjal membantu mempertahankan konsentrasi dari plasma darah dan elektrolit pada tubuh agar selalu berada pada konsentrasi yang normal.
  • Ginjal membantu mempertahankan sifat atau derajad keasaman dalam plasma darah, yaitu dengan mempertahankan angka di pH 7,4. Caranya adalah dengan membantu mengeluarkan kelebihan zat hidrogen. Selain itu juga dengan menambah kadar karbonat dalam tubuh.
  • Ginjal mengeluarkan produk akhir dari metabolisme tubuh dalam bentuk urine, yaitu dengan kandungan nitrogen, protein, asam urat, kreatinin, dan juga urea.
  • Ginjal juga bekerja sebagai jalur keluar dari zat-zat sisa metabolisme obat yang sudah tidak dibutuhkan lagi dalam tubuh.

Itulah beberapa penjelasan mengenai fisiologi ginjal pada fungsi ekskresi ginjal. Ada lagi fungsi lain dari ginjal yang akan dijelaskan sebagai berikut.

Sponsors Link

  1. Fungsi Non Ekskresi

Selain bungsi ekskresi di atas, ginjal juga memiliki fungsi non ekskresi. Adapun fungsi non ekskresi pada fisiologi ginjal antara lain dijelaskan sebagai berikut.

  • Ginjal membantu mengaktifkan hormon renin yang penting dalam fungsi pengaturan tekanan darah. Maka dari itu selalu ada Hubungan Gagal Ginjal dan Hipertensi karena ginjal sendiri memiliki pengaruh pada tekanan darah.
  • Ginjal membantu mengaktifkan hormon eritropoitin yang bertugas untuk merangsang produksi sel darah merah dalam tubuh, yaitu di sumsum tulang belakang.
  • Ginjal membantu mengaktifkan hormon prostaglandin yang berfungsi untuk melindungi kerusakan pada ginjal.
  • Ginjal juga membantu mendegradasi hormon insulin, glukagon, polipeptida, prolaktin, parathormon, ADH, gastrointestinal, dan juga hormon pertumbuhan.
  • Ginjal juga berperan dalam hidroksilasi akhir dari vitamin D3 untuk menjadi senyawa vitamin yang lebih kuat.
Sponsors Link

Itulah beberapa penjelasan mengenai fungsi dari fisiologi ginjal dalam tubuh, baik secara ekskresi maupun non ekskresi.

Untuk proses ekskresi ginjal itu sendiri, ginjal dibantu dengan organ lain dalam sistem urinaria atau sistem kemih, yaitu ureter, Anatomi Kandung Kemih, dan uretra. Proses ekskresi dilakukan dalam dua tahap utama. Yang pertama adalah proses penyaringan darah, yaitu pemisahan darah dan juga zat limbah di ginjal. Proses ini kemudian akan dilanjutkan dengan proses kedua, yaitu pengumpulan urine pada kandung kemih. Baru dari kedua proses inilah urine akan dikeluarkan jika rangsangan rasa ingin buang air kecil itu sudah tiba.

Proses penyaringan pada fisiologi ginjal ini sendiri dilakukan pada unit terkecil ginjal yang dinamakan nefron. Dan nefron pada ginjal manusia bisa berjumlah 1 juta sel. Kesemuanya disatukan oleh jaringan ikat pada ginjal. Jenis nefron ada dua, yaitu nefron kortikal dan nefron jukstamedulari. Keduanya akan bekerja sama pada proses eksresi tubuh dibantu dengan organ pada saluran kemih lainnya.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai fisiologi ginjal sebagai organ ekskresi tubuh untuk membuang limbah sisa metabolisme. Jaga selalu kesehatan ginjal agar bsia terhindar dari Macam Macam Penyakit Ginjal manusia. Semoga penjelasan tersebut bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Anatomi