Sponsors Link

5 Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronis yang Masih Bisa Dikontrol

Sponsors Link

Jika seseorang memiliki faktor risiko ciri ciri penyakit ginjal, maka kemungkinan menderita masalah kesehatan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan seseorang yang tidak memiliki faktor risiko meski tidak berarti seseorang akan memiliki penyakit tersebut. Beberapa faktor risiko seperti riwayat keluarga atau usia memang berada di luar kendali. Namun, anda bisa mengontrol faktor risiko lainnya dan juga memperlambat atau bahkan mencegah beberapa jenis penyakit seperti salah satunya menjaga tekanan darah dan juga gula darah agar bisa membantu organ ginjal bekerja dengan maksimal. Berikut ini, kami akan berikan beberapa faktor risiko penyakit ginjal kronis yang masih bisa anda kontrol.

ads
  1. Penyumbatan

Urine bisa membuat cadangan ke dalam satu atau bahkan kedua ginjal dan juga bisa menyebabkan kerusakan karena beberapa faktor, seperti:

  • Memiliki bekas luka atau infeksi ginjal kiri atau kanan.
  • Bekuan darah atau plak kolesterol memblokir pembuluh darah ginjal.
  • Memiliki cacat lahir yang bisa menyebabkan satu atau bahkan kedua ureter yakni saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih mengeras.
  • Batu ginjal yang menjadi penghalang aliran urin dari ginjal.

Apa yang Harus Dilakukan?

Faktor risiko penyakit ginjal kronis berupa penyumbatan ini bisa diperbaiki agar bisa menyelamatkan fungsi dalam ginjal yang terblokir dengan kata lain batu ginjal bisa diblokir. Untuk lebih jelasnya, anda bisa bertanya pada dokter tentang apa yang harus dilakukan untuk mengatasi penyumbatan tersebut.

  1. Sering Mengkonsumsi Obat Penghilang Rasa Sakit

Mengkonsumsi pil non steroid anti inflamasi atau NSAID terlalu berlebihan dihubungkan dengan radang ginjal yang bisa menyebabkan gagal ginjal kronis. Masalah obat ini nantinya bisa menyebabkan nefritis calledinterstitial. Ada beberapa bahan obat yang harus diwaspadai, seperti:

  • Ibuprofen (Advil®, Motrin®)
  • Naproxen (Aleve®)
  • Acetaminophen (Tylenol®).

Jika pil ini dikonsumsi satu per hari, maka tidak akan berbahaya dan tidak menyebabkan gangguan ginjal. Namun reaksi alergi pada atau efek samping dari antibiotik seperti penisilin dan juga vankomisin juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal serta nefritis terjadi.

Apa yang Harus Dilakukan?

Apabila seseorang mengkonsumsi salah satu obat obatan ini, maka pastikan dokter mengetahui hal tersebut khususnya jika memang sudah terjadi masalah pada bagian organ ginjal yang diketahui. Apabila obat baru sedang digunakan, maka segera laporkan gejala baru pada dokter sebab jika mengkonsumsi obat tanpa resep dokter bukan berarti obat tersebut tidak berbahaya.

  1. Penyalahgunaan Narkoba

Seperti yang sudah kita ketahui, mengkonsumsi narkoba sangat berbahaya termasuk untuk ginjal karena bisa menyebabkan gagal ginjal dan juga membuat seseorang membutuhkan dialisis. Beberapa obat obatan tersebut diantaranya adalah:

  • LSD.
  • Heroin.
  • Aerosol.
  • Ketamine.
  • Oxycontin.
  • Methamphetamines.
  • PCP.
  • Poppers.

Apa yang Harus Dilakukan?

Apabila seseorang menggunakan beberapa obat yang sudah kami sebutkan diatas, maka hal yang harus anda ketahui adalah obat tersebut bisa berbahaya untuk kesehatan dan segera cari bantuan agar bisa berhenti. Katakan semuanya pada dokter tentang sejarah kesehatan anda sebab dokter tidak bisa membantu anda tanpa mengetahui informasi lengkap dari sejarah kesehatan anda.

  1. Peradangan

Penyakit tertentu seperti filter ginjal meradang atau glomerulonefritis bisa sangat merusak ginjal. Terkadang kerusakan yang terjadi juga bisa mengakibatkan gagal ginjal. Beberapa glomerulonefritis juga bisa diturunkan dari keluarga dan kemungkinan lainnya merupakan respon kekebalan terhadap infeksi seperti radang tenggorokan.

Apa yang Harus Dilakukan?

Hal yang bisa anda lakukan adalah mengetahui sejarah keluarga. Periksa juga ke dokter setiap anda menderita sakit tenggorokan yang buruk dan segera atasi dengan obat infeksi strep untuk menurunkan risiko tersebut. 

Sponsors Link

  1. Tes Rontgen Pewarna

Pewarna yang dipakai untuk meningkatkan kontras atau untuk membuat jaringan lunak bisa terlihat dalam rontgen, CT Scan dan juga MRI juga bisa berbahaya untuk fungsi ginjal. Risiko ini bisa lebih tinggi karena beberapa faktor risiko, seperti:

  • Memiliki diabetes.
  • Memiliki beberapa tanda masalah ginjal.
  • Memiliki gagal jantung kongestif.
  • Dehidrasi sebelum tes rontgen dilakukan.
  • Tekanan darah sistolik berada di atas 80 atau lebih rendah.
  • Berusia di atas 75 tahun atau lebih tua.

Apa yang Harus Dilakukan?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, seperti:

  • Bicara dengan dokter khususnya jika memang memiliki faktor risiko.
  • Tanyakan pada dokter tentang n-acetylcysteine atau NAC yakni antioksidan yang dikonsumsi beberapa hari sebelum tes untuk membantu melindungi ginjal agar tidak rusak karena zat kontras.

Sponsors Link
>
, , ,