Sponsors Link

6 Faktor Perbedaan Warna Urine yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Urine merupakan limbah yang dikeluarkan dari tubuh. Proses Terbentuknya Urine adalah hasil ekskresi dari sistem kemih yang diolah di ginjal, kemudian dibuang melalui perantara kandung kemih dan uretra. Warna Urine Sehat adalah kuning jernih. Namun ternyata ada beberapa keadaan yang menjadikan warna urine tidak kuning jernih. Bahkan ada kasus dimana urine berwarna merah atau bahkan hijau. Mengapa urine memiliki warna yang berbeda-beda? Berikut beberapa faktor perbedaan warna urine yang perlu diketahui.

ads
  1. Faktor hidrasi

Salah satu faktor yang dapat membedakan warna urine adalah faktor hidrasi, yaitu jumlah asupan cairan yang dikonsumsi dalam satu hari. Orang-orang yang memiliki kebiasaan baik mengonsumsi cairan secara cukup setiap harinya tentu memiliki warna urine yang lebih jernih. Sementara mereka yang memiliki kebiasaan kurang minum air tentu warna urine yang dihasilkan akan lebih pekat. Misalnya kuning atau kuning pekat.

Urine Berwarna Kuning pekat juga sering dijadikan pertanda bahwa tubuh Anda sedang kekurangan hidrasi atau cairan. Maka dari itu, jika memiliki urine dengan warna yang kuning pekat, ada baiknya mulai membiasakan diri untuk memperbanyak asupan cairan di tubuh. Hal ini juga akan baik untuk kesehatan jangka panjang Anda.

  1. Faktor makanan dan minuman yang dikonsumsi

Faktor perbedaan warna urine berikutnya adalah jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi baru-baru ini. Seperti yang diketahui bersama, warna makanan itu bremacam-macam, baik yang menggunakan pewarna alami maupun pewarna buatan. Makanan dan minuman memiliki pigmen warna tersendiri yang bisa jadi tidak bisa diserap oleh sistem metabolisme tubuh. Sehingga zat warna akan ikut dikeluarkan melalui urine.

Orang-orang yang baru saja mengonsumsi buah naga merah atau buah bit misalnya. Bisa jadi keesokan harinya mereka akan mengeluarkan Urine Berwarna Merah.  Hal ini dikarenakan di dalam buah-buahan tersebut ada kandungan pigmen kuat yang tidak diserap tubuh sehingga perlu untuk dikeluarkan.

Demikian pula dengan orang-orang yang baru mengonsumsi makanan dengan pigmen biru atau hijau yang kuat. Jika zat warna tidak diserap tubuh dan dianggap sebagai limbah, maka zat warna akan dikeluarkan oleh ginjal dalam bentuk Urine Berwarna Hijau.

  1. Faktor obat-obatan yang dikonsumsi

Faktor perbedaan warna urine lainnya adalah jika seseorang baru saja mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mempengaruhi warna urine berubah. Obat sama halnya dengan makanan. Obat yang dikonsumsi memang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap metabolisme tubuh sehingga bisa jadi mempengaruhi warna urine.

Obat antibiotik rifampin, beberapa jenis obat pencahar, serta pyridium bisa mempengaruhi urine menjadi warna merah atau oranye. Selain itu beberapa jenis obat kemoterapi dan anti-inflamasi juga bisa mengubah warna urine menjadi oranye. Dan masih ada obat lainnya yang bisa mempengaruhi warna urine menjadi cokelat atau hijau.

  1. Faktor aktivitas dan fisik

Salah satu faktor yang menyebabkan urine berubah warna adalah aktivitas dan kondisi fisik seseorang. Orang yang melakukan olahraga secara berlebihan bisa jadi memiliki warna urine yang menjadi merah. Hal serupa bisa juga terjadi kepada orang yang cedera atau baru saja dipukuli. Warna urine bisa berubah menjadi merah. Kondisi ini disebut dalam dunia medis sebagai mioglobinuria.

Sponsors Link

  1. Keracunan

Penyebab urine berbeda warna juga bisa terjadi dikarenakan seseorang keracunan. Orang yang mengalami keracunan merkuri atau keracunan timah bisa jadi memiliki warna urine yang merah.

  1. Penyakit

Faktor perbedaan warna urine selanjutnya bisa terjadi karena faktor penyakit. Memang ada beberapa jenis penyakit yang dapat mempengaruhi warna urine. Penyakit yang berhubungan dengan ginjal dan saluran kemih, seperti infeksi saluran kemih dan gangguan ginjal bisa membuat urine berwarna pekat, seperti warna cokelat tua. Selain itu, penyakit seperti batu ginjal, kanker, dan batu saluran kemih bisa membuat urine berwarna merah karena bercampur dengan darah (hematuria).

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai faktor perbedaan warna urine yang perlu diketahui agar dapat memeriksakan diri tepat waktu jika terjadi urine abnormal. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Anatomi