Sponsors Link

Cara Tepat Menangani Emosi Remaja Dengan Penyakit Ginjal Kronis

Sponsors Link

Depresi, kecemasan dan emosi remaja dengan ciri ciri penyakit ginjal kronis memang merupakan perasaan yang sangat umum terjadi dan anda sebagai anggota keluarga mereka harus bisa membantu anak remaja dengan cara berbicara. Perasaan merupakan sesuatu yang nyata dan penting untuk diekspresikan. Tidak hanya penderita, namun keluarga juga pastinya akan menghadapi banyak kesulitan untuk berhadapan dengan gagal ginjal tersebut.

ads

Penanganan Emosi Remaja Dengan Penyakit Ginjal Kronis

Sangat penting bagi kita untuk menyadari jika frustasi dan tekanan akibat gagal ginjal kronis memang merupakan waktu yang sangat sulit. Anda sebagai anggota keluarga seakan ingin menyerah khususnya jika belum pernah berhadapan dengan tantangan besar. Ada banyak hal seperti marah karena penyakit ginjal yang menimpa keluarga mereka dan ketakutan akan kemungkinan pasien meninggal akan semakin meningkatkan kecemasan.

Masa ketegangan dan kebingungan tersebut bisa terjadi sebab semua orang mencoba untuk mengatasi penyakit, kecemasan pengobatan, gangguan hidup sehari hari dan secara tiba tiba berubah menjadi sistem perawatan kesehatan. Gejala gejala gagal ginjal kronik memang butuh perubahan gaya hidup dan tugas rutin serta kegiatan yang memerlukan kekuatan fisik akan semakin sulit dilakukan. Anggota keluarga ataupun teman juga kemungkinan harus mengambil tanggung jawab tambahan. Sebenarnya, ada beberapa langkah menangani emosi remaja dengan penyakit ginjal kronis khususnya membantu mereka agar kadar stres bisa dikurangi. Beberapa cara tersebut diantaranya adalah:

  • Berbicara dengan petugas dialisis atau klinis transplantasi.
  • Menuliskan beberapa pertanyaan sebelumnya sekaligus memberikan informasi anggota keluarga mengenai perubahan dalam pengobatan.
  • Mencari tahu sebanyak mungkin mengenai penyakit dari Lembaga Ginjal Nasional, kelompok dukungan lokal atau nasional, materi tertulis dan juga kelas pendidikan.
  • Selalu terlibat dalam beberapa hal menyenangkan, aktivitas serta tanggung jawab sehari hari.
  • Mencari waktu untuk berolahraga yang disesuaikan dengan kondisi penderita gangguan ginjal.
  • Berbagi tentang perasaan dengan keluarga atau kerabat dekat.
  • Saling berbagi perasaan dengan penderita atau pasien lain.
  • Mencari bantuan dari pekerja sosial unit dialisis atau pada klinik transplantasi atau konselor luar apabila masalah keluarga atau pribadi membutuhkan perhatian lebih.
  • Mencari waktu agar bisa lebih menikmati alam bebas.
  • Mencoba untuk meraih tujuan sebelumnya dan mengatur kembali perawatan yang sesuai dengan tujuan tersebut.
  • Sabar dan tetapkan tujuan realistis untuk menyesuaikan diri dengan segala perubahan gaya hidup.

Kekecewaan Pasien Dialisis Dengan Staf Dialisis

Apakah sebenarnya merupakan hal normal jika pasien yang menjalani proses hemodialisis terkadang juga merasa kecewa dengan para staf di unit dialisis?, jawabannya adalah ya sebab setiap unit dialisis akan berbeda dari perawatannya dengan kesehatan lain. Unit dialisis bisa dikatakan hampir menjadi keluarga kedua sebab banyak waktu yang akan dihabiskan pasien di area tersebut.

Staf dialisis akan benar benar sangat peduli dengan kesehatan dan juga kesejahteraan penderita dan seperti yang terjadi pada anggota keluarga, perasan frustasi dan marah yang terkadang terjadi memang sangat normal. Kebencian karena rasa ketergantungan terhadap orang lain merupakan penyebab paling umum dan sangat penting untuk penderita agar bisa berbicara tentang kekhawatiran tersebut dengan staf namun dilakukan secara sopan. Menyimpan rasa marah dan benci untuk diri sendiri sebaiknya tidak dilakukan karena akan berpengaruh pada perawatan, kesehatan dan juga penyesuaian yang sedang dijalankan pasien termasuk juga mengkonsumsi makanan pasien dialisis ginjal

Sponsors Link

Waktu konsultasi Terbaik

Hidup dengan ginjal rusak dan juga menjalani banyak pengobatan memang bukan merupakan sesuatu yang menyenangkan khususnya pada minggu atau bulan awal. Umumnya pasien dan juga keluarga akan melewati masa berduka saat mencoba untuk menyesuaikan diri dengan perasaan kompleks dan membuat perubahan yang dibutuhkan. Unit dialisis dan juga fasilitas transplantasi dilengkapi dengan pekerja sosial yang sudah sangat profesional agar bisa memberikan konseling penyesuaian. Sedangkan beberapa hal yang biasanya membutuhkan bantuan tenaga profesional diantaranya adalah: 

Sponsors Link

  • Terlalu banyak atau terlalu kurang tidur.
  • Depresi terjadi sudah lebih dari 2 minggu.
  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri.
  • Nafsu makan menurun atau nafsu makan yang meningkat.
  • Hilangnya minat dalam kegiatan yang biasa dilakukan penderita.
  • Berulang kali terus merasa marah.
  • Mengkonsumsi obat atau penyalahgunaan alkohol.
  • Tidak mampu untuk membuat keputusan.
  • Isolasi sosial.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup