Sponsors Link

Efektivitas Cuci Darah bagi Pasien Gagal Ginjal

Sponsors Link

Cuci darah atau proses hemodialisis merupakan sebuah mekanisme atau terapi yang wajib dilakukan oleh orang-orang yang menderita gagal ginjal. Gagal ginjal itu sendiri memang bisa terjadi secara berangsur-angsur. Biasanya jika kerusakan ginjal sudah parah, penderita akan disarankan untuk melakukan cuci darah dalam jadwal yang ditentukan, sambil menunggu keputusan dari Transplantasi Ginjal. Namun mungkin masih banyak yang bertanya mengenai efektivitas cuci darah, karena toh jika cuci darah gagal ginjal tidak bisa disembuhkan. Berikut beberapa penjelasan mengenai hal tersebut.

ads

Cuci Darah dan Harapan Hidup Penderita Gagal Ginjal

Satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa Manfaat Cuci Darah memang bukan sebuah jalan pengobatan karena gagal ginjal itu sendiri adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Manfaat hemodialisis itu sendiri tidak lain hanya sebagai jalan untuk terapi. Tujuan terapi ini pun hanya untuk meredakan gejala-gejala yang dialami oleh pasien gagal ginjal. Maka dari itulah cuci darah tidak bisa hanya dilakukan satu kali saja, dan perlu dilakukan berkali-kali sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Walau demikian, walau cuci darah memang tidak bisa menyembuhkan gagal ginjal, akan tetapi cuci darah ini bisa menawarkan kualitas hidup dari pasien gagal ginjal. Dalam artian, efektivitas cuci darah hanya untuk memperpanjang harapan hidup pasien gagal ginjal. Dan Efek Tidak Rutin Cuci Darah pada pasien gagal ginjal sangatlah fatal. Bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk itu, pasien gagal ginjal tidak boleh menyerah. Jangan pernah berpikiran bahwa Anda akan menghentikan cuci darah.

Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Hemodialisis

Cuci darah atau Proses Hemodialisis itu sendiri memiliki tingkat harapan hidup pada pasien gagal ginjal yang berbeda-beda antara pasien yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti di bawah ini.

  • Faktor usia

Faktor pertama yang mempengaruhi efektivitas cuci darah adalah faktor usia. Hal ini disampaikan dalam data US Renal Data System, dimana dijelaskan bahwa angka kematian pasien yang menjalani cuci darah meningkat dua kali lipat pada pasien dengan usia 65 tahun ke atas (manula).

  • Kondisi medis tertentu

Selain karena faktor usia, keefektifan cuci darah pada seorang penderita gagal ginjal juga terkait dengan kondisi medis pada masing-masing penderita itu sendiri. Misalnya penyebab penyakit ginjal yang dideritanya, atau riwayat medis lainnya. Misalnya apakah pasien mengalami diabetes, gagal jantung, penyakit jantung, penyakit hati, gangguan pencernaan, dan sebagainya. Sehingga efektivitas dari proses cuci darah itu sendiri tidak bisa digeneralisasi secara pasti.

  • Tingkat kerusakan ginjal

Selain itu harapan hidup bagi pasien gagal  ginjal yang melakukan cuci darah juga dipengaruhi oleh seberapa parah kerusakan ginjal yang ada pada tubuhnya. Misalnya, pasien dengan tingkat kerusakan ginjal yang mencapai 90% akan berbeda efektivitasnya dengan pasien gagal ginjal yang memiliki tingkat kerusakan 85%. Sehingga memang semua tergantung dari masing-masing orang.

Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi keefektifan proses cuci darah. Perlu diketahui juga bahwa Efek Setelah Cuci Darah juga bisa dirasakan oleh pasien, dan bisa juga berbeda-beda antara pasien yang satu dengan pasien yang lainnya.

Sponsors Link

Mengukur Efektivitas Hemodialisis

Dalam dunia medis, efektivitas cuci darah juga bisa diukur secara pasti. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana cuci darah berhasil membantu pasien dalam membuang zat sisa dan limbah dari tubuhnya. Mengingat cuci darah adalah proses pengganti organ ginjal. Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengukur keefektifan cuci darah pada pasien gagal ginjal, yaitu dengan cara:

Sponsors Link

  • Mengukur tingkat pengurangan urea (URR)

Cara pertama adalah dengan mengukur tingkat penurunan urea dalam proses cuci darah yang dilakukan. Kadar urea bisa diukur dalam laboratorium klinik. Mekanismenya adalah dengan menguji sampel darah dari pasien, yaitu sampel sebelum cuci darah dan sampel setelah cuci darah. Setelah itu akan dihitung prosentasenya.

  • Mengukur tingkat pembuangan urea (Kt/V)

Metode pengukuran efektivitas hemodialisis juga bisa dilakukan dengan melihat berapa tingkat urea yang berhasil dibuang selama proses hemodialisis itu sendiri dilakukan.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui dari efektivitas cuci darah atau hemodialisis. Bagi Anda yang menderita gagal ginjal dan sudah direkomendasikan untuk cuci darah, sebaiknya ikuti saja prosedur tersebut dengan baik. Walau mungkin rutinitas tersebut sangat membosankan dan tentunya membutuhkan biaya tersendiri, namun jangan pernah meninggalkan prosedur tersebut, karena semua itu juga untuk kebaikan dan kesehatan Anda. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan