Sponsors Link

5 Efek Transplantasi Ginjal Bagi Pendonor dan Penerima

Sponsors Link

Seperti yang kita ketahui, transplantasi ginjal adalah cara menyembuhkan ginjal yang rusak dengan sangat efektif. Oleh karena itu setiap pasien gagal ginjal kronis ingin menjalani prosedur ini. Seperti yang kita ketahui, gagal ginjal adalah penyebab cuci darah yang harus dilakukan seseorang, meskipun efek samping cuci darah tidak baik bagi kesehatan jantung dan tekanan darah. Namun sayangnya proses transplantasi ginjal tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak syarat transplantasi ginjal yang harus dipenuhi pasien dan pendonor ginjal sebelum diijinkan operasi oleh dokter. Belum lagi biaya transplantasi ginjal yang sangat mahal baik di Indonesia maupun di luar negeri.

ads

Banyak orang memilih transplantasi sebagai cara berhenti cuci darah, dan hal itu memang terbukti. Namun bukan berarti prosedur transplantasi 100 persen aman dan tanpa resiko. Ada bermacam macam efek transplantasi ginjal bagi pendonor dan penerima ginjal yang belum diketahui, seperti yang berikut ini:

1. Infeksi Akibat Pendarahan

Resiko terbesar dalam melakukan transplantasi ginjal adalah pendarahan pada pasien selama masa operasi. Resiko pendarahan sangat besar karena melibatkan pembuluh darah arteri dan vena besar yang langsung terhubung pada ginjal. Tidak hanya selama proses operasi, pendarahan dapat terjadi setelah operasi.

Pendarahan ini biasanya disebabkan rendahnya kemampuan tubuh untuk memulihkan luka. Efek transplantasi ginjal yang sangat berbahaya adalah infeksi yang terjadi setelah operasi akibat pendarahan. Jika infeksi sampai terjadi, maka kemungkinan bisa menyebar ke organ lain yang sebelumnya ada dalam kondisi sehat. Kehilangan terlalu banyak darah membuat pasien cepat lemas dan mengalami anemia.

2. Organ yang Didonorkan Tidak Cocok

Inilah pentinganya pemeriksaan menyeluruh antara pendonor dan pasien sebelum dilakukan transplantasi ginjal. Resiko besar ini memang harus ditanggung sebagai pasien yang menerima organ baru. Tubuh pasien seperti dimasuki benda asing yang belum pernah ada sebelumnya. Oleh karena itu dibutuhkan waktu penyesuaian hingga tubuh bisa menerimanya. Tetapi bisa juga tubuh menolak keberadaan benda baru tersebut, dan ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Penolakan ini bisa terjadi segera setelah operasi dilakukan, bisa juga secara bertahap selama beberapa hari setelah pembedahan.

Ciri ciri penolakan ini adalah tubuh pasien demam tinggi, menggigil, dan kondisi kesehatan yang tidak stabil. Setelah beberapa hari pasca operasi, ginjal tidak menunjukkan kerja yang baik seperti tidak bisa memproduksi urine secara normal.

3. Meningkatkan Resiko Hipertensi

Resiko ini lebih besar diderita oleh pendonor ginjal, meski penerima donor juga bisa menderita hipertensi sebagai efek transplantasi ginjal yang dilakukan. Hipertensi terjadi akibat rasa nyeri yang dirasakan tubuh setelah operasi. Nyeri pada tubuh menyebabkan naiknya tekanan pada darah. Proses ini dianggap wajar pada 1 atau 2 hari setelah operasi. Jika rasa nyeri sudah hilang, maka tekanan darah akan kembali normal.

Hipertensi juga bisa disebabkan oleh efek obat bius yang diberikan selama masa operasi. Obat bius akan bereaksi langsung pada tekanan darah. Bahkan ketika pasien tidur selama proses operasi, tekanan darahnya bisa naik secara drastis antara 20 sampai 30 mmHg. Pendonor ginjal harus memahami hubungan gagal ginjal dan hipertensi serta alasan kenapa hipertensi bisa menyebabkan gagal ginjal agar dapat lebih waspada dengan resiko ini.

Sponsors Link

4. Resiko Infeksi Pada Pendonor

Jika penerima donor beresiko mengalami infeksi dan pendarahan selama dan setelah proses transplantasi, pemberi donor juga memiliki resiko yang sama. Infeksi pada pemberi donor bisa disebabkan oleh alat alat yang digunakan selama proses operasi. Alat yang digunakan untuk memotong pembuluh darah saat mengangkat organ ginjal bisa jadi tidak steril dan menjadi penyebab infeksi ginjal yang berbahaya.

Untuk menghindari resiko penyakit yang tidak diinginkan, pendonor ginjal harus memeriksakan kondisi kesehatannya secara rutin setelah melakukan operasi. Hal ini khusus bagi donor hidup untuk mengantisipasi efek transplantasi ginjal yang tidak diinginkan.

Sponsors Link

5. Daya Tahan Tubuh Rendah dan Cepat Merasa Lemas

Seperti yang kita ketahui, ginjal berperan besar dalam menyuplai energi ke seluruh tubuh. Darah bersih yang disaring oleh ginjal akan naik ke jantung dan dipompa ke seluruh tubuh untuk memberikan manusia tenaga dalam beraktivitas. Inilah mengapa pasien gagal ginjal cepat merasa lelah karena tidak memiliki suplai energi yang sempurna. Pendonor maupun penerima donor ginjal harus sama sama siap dengan efek transplantasi ginjal yang satu ini. Keduanya kemungkinan besar tidak dapat melakukan aktivitas berat dan mengalami pelemahan daya tahan tubuh.

Itulah berbagai efek transplantasi ginjal yang harus diketahui. Sebelum terkena penyakit ginjal dan harus menjalani transplantasi, lakukan cara merawat ginjal agar tetap sehat yang Anda ketahui. Salah satu cara merawat ginjal adalah dengan menjauhi semua kebiasaan buruk yang bisa merusak ginjal seperti suka merokok, makan makanan yang dilarang untuk penyakit ginjal dan minum minuman penyebab gagal ginjal. Terapkan gaya hidup sehat dengan olahraga teratur, makanan makanan dengan asupan gizi yang seimbang. Lengkapi diet Anda dengan memakan buah yang baik untuk fungsi ginjal serta makanan pencuci ginjal untuk membantu meringankan kerja ginjal dan menjaganya agar selalu sehat dan bisa bekerja dengan normal.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :