Sponsors Link

10 Efek Tidak Rutin Cuci Darah yang Jarang Diketahui

Sponsors Link

Ginjal merupakan salah satu organ dalam tubuh manusia yang rentan mengalami kerusakan. Ketika ginjal mengalami kerusakan atau yang biasa dikenal dengan gagal ginjal, racun dalam tubuh penderitanya akan menumpuk, oleh karena ginjal tidak mampu lagi menyaring racun tersebut. Jika ini terjadi, maka tindakan medis perlu dilakukan untuk menanggulanginya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit gagal ginjal adalah dengan cuci darah. Proses hemodialisis atau cuci darah adalah proses pemisahan antara darah dengan racun-racun yang tidak diperlukan oleh tubuh.

ads

Mirip dengan proses penyaringan darah oleh ginjal. Tujuan cuci darah diantaranya adalah mengurangi kadar kreatin, urea dan racun dalam darah. Ada banyak manfaat cuci darah bagi pasien penyakit gagal ginjal. Salah satunya adalah dapat meningkatkan harapan hidup pasien cuci darah. Cuci darah memang sangat bermanfaat bagi pasien penyakit gagal ginjal. Namun apa yang akan terjadi jika pasien tidak rutin melakukan cuci darah? Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai efek tidak rutin cuci darah.

Mengapa Pasien Ginjal Rusak Perlu Melakukan Cuci Darah?

Cuci darah sangat penting bagi pasien ginjal rusak karena dapat menggantikan peran ginjal dalam menyaring racun di dalam darah, selagi pasien mencari donor ginjal yang tepat untuknya. Terdapat dua jenis cuci darah yang perlu diketahui oleh pasien ginjal rusak, yaitu hermodialisis dan peritoneal dialisis. Mencuci darah dengan hermodialisis berarti menggunakan hermodializer sebagai ginjal buatan yang dapat berperan dalam membuang racun di dalam tubuh.

Nantinya darah akan dialirkan ke alat ini agar menjadi berseih. Berbeda dengan hermodialisis, peritoneal dialisis dilakukan dengan operasi. Kateter di masukkan ke dalam perut pasien melalui operasi dan lewat kateter inilah dimasukkan cairan yang akan mengeluarkan racun dalam tubuh bernama dialysate. Baik hermodialisis maupun peritoneal dialisis dapat berperan dalam menggantikan fungsi ginjal. Disamping itu, keduanya juga memiliki kelebihannya masing-masing yaitu:

  1. Hermodialisis hanya dilakukan tiga kali dalam seminggu. Sehingga pasien dapat menjalani harinya lebih lama empat hari setelah dialisis.
  2. Sesi hermodialisis dapat dilakukan lebih santai dan bahkan sambil membaca.
  3. Resiko terjadinya infeksi lebih kecil pada hermodialisis.
  4. Hermodialisis dapat dilakukan di rumah. Jika dilakukan di rumah, maka hermodialisis akan dilakukan per hari dan diawasi oleh anggota keluarga.
  5. Hermodialisis yang dilakukan pada malam hari tidak terlalu memberatkan pasien dan paginya pasien akan bangun dengan lebih segar.
  6. Hermodialsisis yang dilakukan pada malam hari dapat memberikan energi lebih pada pasien untuk melakukan aktifitas di pagi harinya.
  7. Pasien yang menjalani peritoneal dialisis memiliki harapan hidup yang lebih lama.
  8. Peritoneal dialisis lebih fleksibel dan mudah dibawa-bawa. Dapat dilakukan ketika istirahat maupun bekerja.
  9. Peritoneal dialisis yang dilakukan terus-menerus dapat meningkatkan taraf kesehatan.
  10. Peritoneal dialisis tidak memerlukan mesin.
  11. Pantangan makan dan minum pasien peritoneal dialisis lebih sedikit.
  12. Peritoneal dialisis tidak memerlukan jarum.
  13. Peritoneal dialisis merupakan langkah awal yang baik sebelum melakukan transplantasi ginjal.
  14. Meskipun peritoneal dialisis harus dilakukan setiap hari, namun durasinya tidak selama ketika melakukan cuci darah di pusat kesehatan.
  15. Pada peritoneal dialisis, darah hanya berada di dalam tubuh, tidak dikeluarkan ke dan diolah ke mesin.
Sponsors Link

Apa Efek Tidak Rutin Cuci Darah yang Dapat Terjadi Pada Pasien Ginjal Rusak?

Jika pasien ginjal rusak tidak melakukan cuci darah dalam selang waktu yang lama maka racun akan semakin menumpuk dan muncul kondisi yang dinamakan uremia. Penumpukkan racun dalam darah pasien ginjal rusak juga dapat menyebabkan pasien mengalami gangguan fisik dan emosional. Jika dibiarkan terus, maka kesehatan tubuh pasien akan terus menurun dan akhirnya akan menyebabkan kematian. Sebelum menuju fase kematian, biasanya gangguan-gangguan fisik yang akan dialami pasien adalah sebagai berikut:

  1. Kehilangan nafsu makan.
  2. Tubuh mengalami kelebihan cairan.
  3. Tidur hampir sepanjang hari.
  4. Mudah gelisah.
  5. Halusinasi mengenai orang-orang yang tidak ada.
  6. Disorientasi, bingung dan kesulitan dalam mengenali wajah keluarga sendiri.
    Sponsors Link

  7. Perubahan dalam bernafas (Nafas seperti biasa mungkin agar terdengar dangkal, tidak beraturan, cepat atau sangat lambat. Ada waktu-waktu tertentu nafas pasien seperti terengah-engah. Mengeluarkan nafas mungkin akan terdengar suara mirip erangan. Bukan suara tangisan, hanya suara yang keluar lewat pita suara pasien. Perubahan pola nafas pada pasien ini mengindikasikan bahwa sirkulasi udara di dalam tubuh pasien makin berkurang dan racun yang menumpuk semakin banyak. Mengangkat kepala pasien atau memiringkannya dapat meringankan beban mereka).
  8. Hidung mampet (Jika liur dan ingus berkumpul di belakang tenggorokan, Anda mungkin akan mendengar suara sepertu berdeguk. Meskipun suaranya menyedihkan untuk didengar, namun itu adalah kondisi yang wajar karena ketidakseimbangan cairan dan ketidaksanggupan untuk batuk. Dengan memiringkan kepala pasien ke samping dapat membantu gravitasi dalam menarik mampet pada pasien).
  9. Warna kulit mulai berubah.
  10. Suhu tubuh berubah.

Itulah 10 efek tidak rutin cuci darah yang jarang diketahui. Cuci darah merupakan cara terbaik yang bisa dilakukan pasien penderita ginjal rusak untuk memperpanjang harapan hidup mereka. Sembari mereka menunggu cangkok ginjal dari donor yang sesuai, maka cuci darah tidak boleh dilewatkan sedikitpun. Karena akan berdampak pada kondisi kesehatan mereka nantinya. Cara berhenti cuci darah yang paling tepat dilakukan oleh para penderita ginjal rusak adalah dengan melakukan transplantasi ginjal.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan