Sponsors Link

7 Efek Setelah Operasi Batu Ginjal yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Setiap orang pasti menginginkan ginjal yang sehat. Namun tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bagi beberapa orang, batu ginjal merupakan penyebab utama yang menyebabkan ginjal mereka menjadi tidak sehat. Penyakit batu ginjal bisa menyerang siapa saja. Penyebab batu ginjal pada wanita dan pada pria terutama adalah dehidrasi, makanan yang tidak terkontrol dan obesitas. Jika Anda mengalami masalah susah buang air kecil atau bahkan terasa sakit saat buang air kecil Anda perlu waspada. Itu bisa jadi merupakan gejala batu ginjal pada pria maupun gejala batu ginjal pada wanita.

ads

Pengobatan batu ginjal dapat dilakukan dengan cara tradisional maupun cara modern. Cara tradisional misalnya adalah dengan mengkonsumsi makanan penghancur batu ginjal maupun buah buahan penghancur batu ginjal. Sedangkan pengobatan dengan cara modern yaitu dengan jalan operasi misalnya dengan metode ureteroskopi yaitu salah satu jenis operasi batu ginjal. Meskipun terbilang cepat dan efektif, mengobati batu ginjal dengan operasi tetap memiliki resiko perasi batu ginjal. Tidak hanya itu, pasca operasi batu ginjal pun terkadang memiliki efek-efek tertentu. Berikut adalah efek setelah operasi batu ginjal.

1. Hematuria

Hematuria atau kencing adarah adalah efek yang umum dialami oleh pasien penderita batu ginjal yang telah selesai menjalani operasi. Kencing darah yang terjadi beberapa hari setelah operasi sebenarnya wajar-wajar saja karena sayatan yang dibuat ketika operasi. Namun jika sudah lebih dari tiga hari maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan USG dan CT scan sangat dianjurkan pada pasien yang mengalami hematuria setelah operasi untuk melihat apakah ada kemungkinan terjadi gangguan lain.

2. Mual

Mual juga merupakan salah satu efek setelah operasi batu ginjal yang cukup sering terjadi. Pasien yang habis menjalani operasi batu ginjal biasanya mengalami mual karena anastesi tertentu. Rasa mual ini biasanya bersifat sementara. Jika mual dan muntah yang dialami pasien terasa berlebihan, maka ada baiknya mengkonsultasikan hal ini kepada dokter yang menangani operasi pasien tersebut.

3. Sembelit

Beberapa hari setelah operasi, tepatnya dengan metode ureteroskopi, pasien akan mengalami pencernaan yang belambat karena dampak anastesi. Supositori dan penghancur kotoran biasanya diberikan pada pasien untuk mengatasi hal ini. Selain itu untuk mencegah sembeli, mengkonsumsi dua sendok teh pencahar akan sangat membantu. Ketika rasa sembelit sudah mulai mereda, maka dianjurkan untuk menghentikan konsumsi obet pencahar ini.

4. Rasa Sakit Pasca Operasi

Pasien juga sering mengalami sakit pasca operasi dari sedang hingga berat di area kandung kemih. Umumnya, rasa sakit ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat bius pereda rasa sakit seperti Percocet atau Vicodin.

5. Kelelahan

Kelelahan juga merupakan efek yang umum dialami oleh pasien yang habis menjalani operasi batu ginjal. Biasanya kelelahan akan mereda seiring berjalannya waktu.

Sponsors Link

6. Rasa Sakit Akibat Stent

Stent merupakan selang tipis yang kecil yang berfungsi untuk mengalirkan urin dari ginjal agar alirannya lancar. Sebanyak 50% pasien yang menjalani operasi khususnya dengan metode ureteroskopi mengalami sakit ketika stent terpasang di dalam ginjal. Meskipun begitu, pemasangan stent juga bermanfaat, diantaranya adalah agar aliran urin dari ginjal menjadi lancar dan serpihan-serpihan batu ginjal yang masih tertinggal dapat terbawa oleh urin. Stent dapat menyebabkan pasien buang air kecil secara terus menerus. Sehabis operasi, biasanya masih dipasangkan pada pasien. Pasien dapat mengalami kejang pada bagian kandung kemih karena ini.

7. Perforasi Pada Ureter

Perforasi merupakan bolongan yang terbentuk karena bor ataupun benda-benda lain yang dapat menembus. Perforasi merupakan salah satu komplikasi yang tidak umum terjadi dalam operasi batu ginjal. Kemungkinannya hanya di bawah satu persen dari semua kasus. Perforasi terjadi ketika anatomi tubuh manusia yang dioperasi ada kelainan atau mketika batu ginjal mempengaruhi ureter.

Sponsors Link

Jika perforasi dibiarkan terus, maka akan berdampak pada penyempitan ureter. Perforasi dapat menggagalkan operasi batu ginjal sehingga perlu diidentifikasi terlebih dulu. Ketika perforasi sudah teridentifikasi, maka stent akan dipasangkan pada ureter untuk mengalihkan urin agar terhindar dari perforasi. Ini akan menyembuhkan perforasi yang ada pada ureter. Lama waktu penyembuhan perforasi adalah sekitar beberapa minggu. Dalam waktu ini, urolog harus tetap waspada dalam menjaga wilayah di sekitar perforasi untuk menghindari penyempitan ureter.

Itulah efek setelah operasi batu ginjal yang penting untuk diketahui. Beberapa efek yang timbul dari operasi batu ginjal dapat disebabkan oleh penggunaan anastesi dan sisanya terjadi karena prosedur operasi itu sendiri. Tingkatan efek yang timbul pasca operasi bisa ringan dan dapat disembuhkan dengan meminum obat dokter serta istirahat yang cukup. , bisa juga berat yang harus dikonsultasikan lagi kepada dokter mengenai tindakan selanjutnya. Maka dari itu setiap pasien yang habis menjalani operasi, perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan