Sponsors Link

14 Efek Setelah Cuci Darah Paling Akurat

Sponsors Link

Pada umumnya, kita mengenal cuci darah sebagai suatu metode untuk membantu perawatan pada pada pasien yang menderita gagal ginjal kronis ataupun gagal ginjal akut yang dapat kita ketahui lewat tanda dan gejala gagal ginjal akutCara mengatasi gejala ginjal sakit yang satu ini biasanya banyak ditakuti oleh pasien dan keluarga pasien. Buktinya adalah, dari mereka yang harus melakukan cuci darah, rata-rata mereka yang mengalami stres tingkat tinggi jauh lebih banyak yang disebabkan karena adanya pandangan bahwa harapan hidup mereka sudah pasti sangat rendah.

ads

Walaupun begitu, bukan berarti cuci darah tidak memiliki manfaat sama sekali buat mereka yang menderita cuci darah atau penyakit ginjal pada umumnya. Terlebih lagi apabila pasien sedang menderita gagal ginjal. Mereka yang mengalami gagal ginjal tetap akan mendapatkan manfaat-manfaat yang baik untuk diri kesehatan dirimu. Walaupun demikian bukan berarti hanya dampak baik yang akan kamu dapatkan, karena apabila ditangani dan diikuti dengan sikap yang keliru, cuci darah juga dapat mendatangkan dampak-dampak negatif tertentu sebagai salah satu efek setelah cuci darah yang semestinya kamu ketahui sejak awal agar kita dapat mempersiapkannya dengan baik. Apabila kamu ingin segera sembuh dari gagal ginjal dan berhenti melakukan cuci darah, maka salah satu alternatifnya adalah obat cuci darah yang tentu saja perlu kamu konsultasikan dengan dokter.

Lantas, apa saja efek setelah cuci darah yang bisa kamu alami atau kamu dapatkan? Berikut ini adalah beberapa efek cuci darah yang telah dirangkum dari berbagai sumber yang dapat dipercaya hanya untuk kamu yang mengunjungi AhliGinjal.com

1. Berkurangnya risiko gangguan kardiovaskular

Salah satu efek setelah cuci darah yang baik untuk tubuh adalah turunnya risiko gangguan kardiovaskular, seperti gangguan pada jantung, stroke, dan lain sebagainya. Secara prinsip penyakit-penyakit kardiovaskular dapat mengganggu jantung dan juga pembuluh darah kita. Apabila para penderita gagal ginjal tidak mencuci darah, maka risiko gangguan kardiovaskular juga akan meningkat disebabkan karena kondisi darah yang kotor dan penuh dengan racun.

Penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang berpotensi untuk memperparah kondisi ginjal karena darah yang mengalir ke dalam ginjal pun juga akan penuh dengan racun. Apabila gagal ginjal yang diderita oleh pasien pada waktu itu terjadi bukanlah gagal ginjal kronis, maka mengalirnya darah penuh racun ke dalam tubuh pasien itu dapat membuat pasien mengalami gagal ginjal kronis.

2. Berkurangnya tingkat racun dalam darah

Dengan dilakukannya cuci darah pada penderita gagal ginjal, baik gagal ginjal akut ataupun gagal ginjal kronis, maka salah satu efek yang pasti terjadi adalah berkurangnya tingkat racun di dalam darah karena racun-racun tersebut akan disaring melalui alat dialisis yang digunakan ketika proses cuci darah dilakukan dan hal ini pun merupakan salah satu tujuan cuci darah. Oleh karena itu para penderita gagal ginjal akan mampu bertahan hidup lebih lama bila dibandingkan dengan tidak melakukan cuci darah dan tidak melakukan penanganan lainnya karena racun sudah pasti akan menumpuk di dalam tubuh.

3. Berkurangnya risiko gangguan keseimbangan elektrolit pada ginjal

Melakukan cuci darah juga dapat membantu mengurangi potensi terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit pada ginjal. Hal ini terjadi karena setelah cuci darah, kadar elektrolit yang ada di dalam darah biasanya akan kembali seimbang karena elektrolit yang berlebihan akan disaring oleh alat dialisis. Sehingga saat darah hasil cucian tersebut mengalir ke dalam ginjal atau ke organ-organ yang lain, elektrolit-elektrolit penting tidak berkurang atau bahkan hilang atau memiliki jumlah yang berlebihan dan dapat berdampak negatif pada tubuh.

Sponsors Link

4. Membaiknya kondisi ginjal

Efek setelah cuci darah yang satu ini kemungkinan besar hanya bisa dirasakan oleh penderita penyakit gagal ginjal tertentu, seperti mereka yang masih pada tahap gagal ginjal akut. Sementara untuk penderita gagal ginjal kronis, tidak dapat sembuh total dengan cara cuci darah dan mungkin harus melakukan transplantasi ginjal untuk benar-benar menyembuhkan pasien mengingat tingkat kerusakan ginjal benar-benar parah agar harapan hidup pasien cuci darah kembali meningkat.

ads

5. Hipotensi

Selain memberikan efek positif, cuci darah juga dapat memberikan efek negatif, salah satunya adalah kemungkinan terjadinya hipotensi. Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah salah satu efek samping yang umum terjadi pada pasien cuci darah yang menerapkan metode cuci darah dengan cara hemodialisis. Hal ini terjadi karena kurangnya cairan yang terdapat di dalam tubuh ketika dilakukan cuci darah. Hipotensi atau tekanan darah rendah ini dapat menyebabkan efek samping lain seperti misalnya mual atau sakit kepala.

6. Terkena infeksi bakteri staphylococcal

Bakteri staphylococcal adalah salah satu jenis bakteri yang kemungkinan besar dapat menginfeksi dan berkembang dalam proses cuci darah dengan metode hemodialisis. Bakteri ini dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti misalnya infeksi pada kulit sehingga kulit terasa terbakar, dan lain sebagainya.

Sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi infeksi bakteri ini ketika dilakukan cuci darah, perlu dipastikan bahwa peralatan yang digunakan untuk melakukan dialisis benar-benar steril, selain itu harus dipastikan pula tubuh pasien bersih atau steril agar tidak meningkatkan risiko infeksi bakteri jahat. Agar lebih aman, pasien dapat mengingatkan dokter untuk memastikan kebersihan tempat dialisis sehingga pasien akan merasa lebih aman saat dokter memulai proses cuci darah.

Apabila pasien melakukan cuci darah secara mandiri, maka tidak ada cara lain selain harus dipastikan kebersihan peralatan serta tubuh sendiri. Jangan menyimpan peralatan untuk mencuci darah pasien di tempat yang kotor atau berdebu dan rawan menjadi sarang berkembangnya bakteri jahat seperti bakteri staphylococcal.

7. Terkena sepsis

Sepsis merupakan keadaan tersebarnya infeksi bakteri staphylococcal melalui darah ke berbagai organ tubuh yang lain. Sepsis juga biasa disebut dengan nama keracunan darah atau blood poisoning. Apabila sepsis terjadi, pasien akan mengalami demam tinggi atau pusing-pusing.

Untuk mencegah sepsis pasien harus memastikan agar peralatan dan tempat serta badan pasien sendiri telah benar-benar bersih sebelum dilakukan cuci darah.

8. Kram otot

Kram otot adalah salah satu efek samping cuci darah yang juga bisa terjadi pada pasien. Kram otot dapat terjadi disebabkan karena hilangnya atau berkurangnya cairan tubuh. Biasanya kram otot akan terjadi pada bagian otot-otot di sekitar kaki para pasien cuci darah.

Untuk mencegah kram otot, dapat dilakukan dengan cara mengganti cairan dalam tubuh pasien misalnya lewat minuman setelah dilakukan cuci darah.

Sponsors Link

9. Gatal pada kulit

Efek samping berikutnya dari cuci darah yang dapat dirasakan oleh para pasien cuci darah adalah munculnya gatal pada kulit. Kandungan potasium yang tinggi pada darah biasanya dianggap sebagai sebab dari munculnya gatal-gatal ini.

10. Insomnia

Insomnia atau kesulitan untuk tidur merupakan salah satu efek samping lain yang dapat terjadi apabila pasien melakukan cuci ginjal dengan metode cuci darah hemodialisis. Penyebabnya insomnia pada pasien sangat beragam, bisa karena stres atau hal lain yang membuat pasien cuci darah sulit untuk tidur.

Apabila insomnia terjadi karena stres, maka cara untuk mengatasinya adalah dengan cara menenangkan pikiran pasien tersebut dan menumbuhkan optimisme pada pasien agar pasien dapat meyakini dan melihat peluang bahwa hidupnya masih dapat berjalan dengan baik apabila pengobatan dilakukan dengan baik. Pasien juga dapat mencoba cara berhenti cuci darah apabila dokter telah mengizinkannya.

11. Sakit pada tulang dan persendian

Efek samping berikutnya adalah munculnya sakit pada tulang dan persendian karena terjadinya kekurangan cairan pada tubuh para pasien cuci darah. Rasa sakit tersebut dapat menambah tingkat kelelahan tubuh pasien sehingga sebisa mungkin cairan tubuh harus diganti atau diberikan makanan yang ramah untuk para penderita gagal ginjal.

12. Kelelahan

Efek setelah cuci darah yang sangat sering terjadi pada penderita gagal ginjal ketika melakukan cuci darah adalah mengalami kelelahan, yang dapat terjadi pada pasien yang melakukan cuci darah dengan metode hemodialisis ataupun pencucian secara mandiri. Kelelahan ini adalah efek samping alamiah yang terjadi karena proses cuci darah dapat memakan waktu cukup lama sehingga banyak energi yang akan terkuras untuk melakukan cuci darah. Akan tetapi bukan berarti akhirnya harus menghentikan cuci darah karena akibat tidak cuci darah pada gagal ginjal jauh lebih berbahaya. Bahkan efek terlambat cuci darah pun sangat membahayakan pasien.

Untuk mengatasi kelelahan yang diderita oleh pasien, pasien harus istirahat dalam waktu yang cukup untuk mengembalikan energi yang hilang dari tubuhnya.

13. Melemahnya fisik

Melemahnya kondisi fisik pasien cuci darah adalah salah satu efek samping yang ditimbulkan oleh cuci darah, baik melalui metode hemodialisis atau peritoneal dialisis. Melemahnya kondisi fisik dapat disebabkan karena sedikitnya asupan nutrisi bagi tubuh karena banyaknya pantangan makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh para penderita gagal ginjal, sehingga tubuh akan cenderung merasa lelah dan tidak bertenaga sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk mencegah atau mengatasi hal ini, asupan nutrisi dari makanan yang baik untuk ginjal harus tetap dijaga selama ginjal mengalami permasalahan tertentu seperti gagal ginjal.

14. Stress dan munculnya rasa cemas

Tidak hanya fisik pasien yang akan mengalami efek samping cuci darah karena melakukan cuci darah, kejiwaan pasien juga dapat menerima efek sampingnya. Hal itu disebabkan karena kekhawatiran dan kecemasan yang muncul disebabkan karena sakit ginjal yang dialami oleh pasien, dapat menimbulkan tekanan jiwa yang tidak baik untuk kondisi mental ataupun fisik dari sang pasien sendiri.

Untuk mengatasi stres dan kecemasan pada diri pasien ini, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah menenangkan pasien, mengajaknya berbicara dan menanamkan optimisme akan masa depan yang masih cerah pada pasien apabila pasien tetap menjalankan pengobatan dan berusaha untuk sembuh. Seperti kata pepatah, kekuatan pikiran dapat menyembuhkan rasa sakit dalam fisik. Kadang-kadang, yang memperparah penyakit yang diderita oleh pasien adalah karena tekanan pikiran yang terlalu besar sehingga keadaan fisiknya kian parah. Bahkan kadang stres berlebihan inilah yang menjadi penyebab cuci darah tidak dapat dihentikan dalam jangka waktu dekat.

Itulah beberapa efek setelah cuci darah yang dapat kita bahas. Walaupun gagal ginjal dapat diobati, namun lebih baik apabila melakukan pencegahan dengan tetap menjaga kesehatan ginjal. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan