Sponsors Link

10 Efek Samping Transplantasi Ginjal yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Saat ini kasus penyakit ginjal setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Penyakit ginjal juga merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Banyak ekal kasus seseorang meninggal dikarenakan oleh penyakit ginjal ini. Semakin banyaknya kasusu tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pencetus dari penyakit ginjal itu sendiri. Dimana faktor penyebab penyakit ginjal disebabkan oleh faktor internal dan ekternal.

ads

Pada faktor eksternal dipengaruhi oleh lingkungan , pola hidup serta kebiasaan yang buruk. Sedangkan pada faktor internal  dipengaruhi oleh genetk atau yang lainnya, Penyakit ginjal sendiri memiliki beberapa jenis seperti glukosuria , poliuria , anuria dan oliguria . Dimana pada penanganan ksusu penyakit ginjal terdapat kondisi yang mengharuskan pasien untuk melakukan tranplantasi ginjal. Penatalaksanaan dengan trransplantasi ginjal tentunya memiliki efek samping . Berikut penjelasan mengenai efek samping transplantasi ginjal.

Efek Samping Transplantasi Ginjal

Efek samping transplantasi ginjal tentunya akan menyebabkan seseorang tersebut mengalam masalah pada kesehatannya , selain itu juga tentunya dia juga akan mengalami masalah pada kehidupan sehari-hari dan aktivitas sehari-harinya. Sebelum kita mengetahui lebih lanjut mengenai efek samping dari tansplantasi ginjal tentunya pengetahuan dasar mengenai transplantasi ginjal jug perlu diketahui.

Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal merupakan langkah medis yang dipakai untuk menangani kondisi pada ginjal yang tidak berfungsi secara normal atau tidak bisa berfungsi lagi yan sering sekali dijumpai pada kondisi gagal ginjal. Transplantasi ginjal menggunakan metode pembedahan dan pengankatan serta mengganti ginjal yang baru dari pendonor ginjal tersebut. Setiap kali tindakan yag dilakukan pasti memiliki resiko serta efek yang timbul , berikut mengenai efek samping transplantasi ginjal :

1. Infeksi Ringan

Efek samping dari melakukan transplantasi ginjal yang pertama adalah terjadinya infeksi ringan. Contoh dari infeksi ringan ini antara lain infeksi saluran kemih (ISK) serta pilek dan flu. Hal ini sangat umum terjadi bagi yang melakukan transplantasi ginjal. Untuk itu sangat dianjurkan sekali bagi yang melakukan transplantasi ginjal agar menjaga kesehatannya serta melakukan check up secara rutin. Infeksi saluran kemih jika tidak diobati akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

2. Infekai Berat atau Serius

Tidak hanya infeksi ringan , ternyata transplantasi ginjal juga akan meningkatkan resiko terkena infeksi berat atau infeksi yang lebih serius. Beerapa infeksi berat yang dapat terjadi diantaranya adalah Pneumonia dan CMV (Cytomegalovirus ). Peneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada paru-paru , sedangkan cytomegaovirus merupakan salah satu infeksi yang berkaitan dengan imunitas seseorang dan dapat mnyerang sistem persarafan yang akan  berdampak negatif bagi tubuh seseorang. Mencegah penyakit ginjal sangatlah penting untuk mencegah kondisi-kondisi lainnya seperti infeksi serius ini.

Sponsors Link

3. Adanya Gumpalan Darah

Gumpalan darah ini akan berkembang pada arteri yang terhubung ke ginjal yang disumbangkan. Saat melakukan transplantasi ginjal memang sangat beresiko tinggi adanya gumpalan darah. Dan untuk mengatasi gumpalan darah atau melarutkan gumpalan darah ini perlu menggunakan obat tertentu. Efek samping donor ginjal setelah melakukan transplantasi ginjal juga perlu kia ketahui untuk memantau kesehatan tubuh.

ads

4. Penyempitan Arteri

Kronologis dari penyempitan arteri ini karena adayanya penyempitan arteri yang dihbngkan langsung dengan ginjal yang disumbangkan , penyempitan ini biasa disebut dengan stenosis arteri. Penyempitan ini bisa terjadi setelah proses transplantasi ginjal berlangsung . Efek samping dari penyempitan arteri atau skinosis arteri diantaranya adalah tekanan darah didalam tubuh naik. Efek samping gagal ginjal jua bisa jadi membuat tekanan darah pada seseorang menjadi tinggi.

5. Ureter Di Blokir

Ureter merupakan tabung yang membwa urin dari ginjal ke kandung kemih , ureter ini kemungkinan diblokir setelah tindakan transplantasi ginjal. Karen hal ni merupakan prosedur dari medis dan kemungkinan jangka pemblokiran bisa bulan maupun taun karena jaringan parut. Untuk membuka blokiran ini biasanya dilakukan tindakan pengeringan dengan tabung kecil yang disebut katetet , selain itu juga dengan cara operasi kadang perlu dilakukan untuk membuka ureter yang di blokir ini. Tes darah untuk penyakit ginjal perlu dilakukan untuk memantau kesehatan ginjal iu sendiri secara berkala.

6. Kebocoran Urine

Kebocoran urine ini terjadi karena kadang kadang urin bocor kemugkinan karena ureter bergabung kandung kemih setelah operasi. Biasanya ini terjadi saat bulan-bulan pertama setelah tindakan transplantasi ginjal itu sendiri. Kebocoran tersebut terjadi pada sayatan setelah pembedahan. Saat seseorang telah mengalami kebocoran urine setelah melakukan transplantasi gijal , maka diperlukan operasi lebih lanjut untuk mengatasinya. Efek biopsi ginjal juga perlu kita ketahui , untuk mengetahui kelanjutan dari adanya biopsi ginjal.

7. Penolakan Akut

Melakukan tranplantasi ginjal akan berefek pada penolakan akut itu sendiri. Penolakan akit disini berati sistem kekebalan tuuh tiba-tiba mulai menyerang ginjal yang disumbangkannya , karena tubuh menyadari itu sebagai benda asing dari luar tubuhnya. Penolakan akut ini merupakan komplikasi umum yang terjadi pada tahun pertama , penolakan akut ini tidak memperlihatkan gejala nyata , dan hanya terdeteksi dengan menggunakan tes darah. Transplatasi ginjal merupakan tindakan yang menguntungkan sekaligus merugikan bagi pendonor maupun penerimanaya. Maka sangat dianjurkan sekali untuk  selalu memonitor kesehatan ginjal didalam tubuh.

8. Diabetes

Seseorang yang melakukan transplantasi ginjal akan beresiko tinggi terkena diabetes. Hal ini dikarenakan kandungan gula didalam darah tidak stabil karena fungsi ginjal yang sudah menurun akibat adanya transplantasi ginjal. Maka penyaringan darah didalam tubuh menadi tidak optimal , sehingga kandungan gula menjadi berlebih yang akan mengakiatkan diabes itu sendiri. Patofisiologi gagal ginjal kronik karena diabetes ini mungkin juga dikarenakan dari awal mula melakukan tindakan transplantasi ginjal.

Sponsors Link

9. Tekanan Darah Tinggi

Seringkali seseorang yang mengalami sakit ginjal berujung memiliki tekanan darah tinggi , hal ini dikarenakan fungsi ginjal enurun unuk menyaring darah , sehingga terjadi penumpukan yang akan mengakibatkan kerja jantung  menjadi lebih keras , maka dari itu tekanan didala tubuh mmenjadi tinggi dan tidak dapat dikendalikan.

10. Kanker

Perlu kita ketahui bahwa dampak yang berbahaya dari adanya transplantasi ginjal yaitu resiko terkena kanker. Hal ini karena penggunaan imunosupresan selama jangkan panjan setelah transplantasi ginjal akan mengundang beberapa jenis kanker terutama kanker yang disebabkan oeh virus tertentu.

Transplantasi ginjal merupakan tindakan yang dilaukan pada gagal ginjal , transplantasi ginjal dapat memberikan efek yang posistis mamupu negatif. Efek-efek diatas merupakan efek negatif, untuk itu setelah melakukan ransplantasi ginjal diharapkan untuk menjaga kesehatan , dan melakukan konsultasi rutin dengan dokter.

Sponsors Link
>
, ,