Sponsors Link

Efek Merusak Obesitas Pada Ginjal yang Fatal

Sponsors Link

Menjadi gemuk memang bisa sangat meningkatkan risiko mengembangkan penyakit ginjal dan jika disederhanakan, obesitas bisa membunuh dan kebanyakan orang sudah mengetahui tentang hal ini. Peran obesitas sebagai faktor utama untuk penyakit jantung dan kardiovaskular, diabetes, penyakit tulang dan sendi hampir secara luas sudah diketahui. Lalu, apa efek merusak obesitas pada ginjal?

Obesitas Membunuh Lebih Banyak

Tahun 1997, Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan jika obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terabaikan terbesar sekarang ini dengan dampak kesehatan yang terbukti sama besarnya dengan merokok. Hampir sekitar 3 juta orang meninggal setiap tahun karena obesitas.

Selama dekade terakhir, beberapa penelitian sudah menetapkan berat badan yang lebih tinggi untuk tinggi badan [Indeks Massa Tubuh Anda] sebagai faktor risiko untuk perkembangan penyakit ginjal. Ini berlaku bahkan sesudah disesuaikan untuk tekanan darah dan diabetes.

Dengan kata lain, orang yang mengalami obesitas berisiko mengalami gagal ginjal karena kegemukan tersebut dan bukan hanya karena mereka juga lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes di mana ini merupakan dua faktor risiko terbesar untuk macam macam penyakit ginjal.

Penyederhanaan berlebihan lainnya adalah menyatakan jika semakin berat tubuh seseorang, maka semakin sulit ginjal untuk bekerja. Dari sudut pandang yang lebih ilmiah, obesitas menyebabkan berbagai perubahan disfungsional pada ginjal yang pada akhirnya menyebabkan tanda masalah ginjal atau penyakit ginjal kronis atau CKD.

Dalam skenario kasus terburuk, orang yang terkena bisa melihat penurunan fungsi ginjal mereka ke titik di mana mereka sudah membutuhkan dialisis. Jadi, apa saja perubahan tersebut?. Dengan risiko terlalu teknis, berikut gambaran singkat bagaimana efek merusak obesitas pada ginjal:

Obesitas sudah mempunyai hubungan yang diketahui dengan penyakit lain yang melukai ginjal. Tekanan darah tinggi, diabetes, kadar asam urat tinggi, kadar kolesterol tinggi dan lain lain sering terjadi bersamaan dengan obesitas yang disebut dengan sindrom metabolik. Kondisi tersebut menyebabkan penyakit ginjal meski dengan mekanisme yang tidak langsung.

Obesitas secara langsung memang tidak menyebabkan perubahan yang merusak pada perfusi dan tekanan darah ginjal. Perubahan ini dimulai jauh sebelum efek klinis obesitas pada ginjal terlihat dengan jelas. Ini ditunjukkan dalam sebuah penelitian besar dari Spanyol yang melakukan biopsi ginjal pada pasien obesitas pada pasien obesitas yang mengami penurunan berat badan atau operasi bariatrik.

Jika anda mengira jika lemak tubuh sangat anda benci hanya sebuah tumpukan jaringan pasif yang mencegah anda menunjukkan six pack anda, sebaiknya pikirkan kembali. Paradihma baru dalam pemahaman tentang lemak tubuh adalah melihatnya sebagai kelenjar endokrin yakni salah satu yang menghasilkan hormon bernama adipokines.

Aadipokin tersebut yang menyebabkan peradangan sistemik dan perubahan aliran atau tekanan darah ginjal. Peradangan kemudian merusak pembuluh darah dan ginjal di antara organ organ lainnya.

Pada saat sel sel di ginjal mati akibat peradangan tersebut, maka bisa menyebabkan jaringan parut permanen di ginjal yang akhirnya mengarah pada penyakit ginjal. Oleh karena itu, lemak tubuh merupakan nidus aktivitas hormonal yang berkembang dan berbahaya bagi fungsi ginjal.

Kaitan Obesitas Dengan Kerusakan Ginjal

Untuk jawaban yang cerdas adalah menurunkan berat badan mungkin bisa membantu. Menurunkan berat badan diketahui bisa mengurangi tekanan darah, menurunkan resistensi insulin dan mengurangi peradangan sistemik yang sudah disebutkan di atas. Selain menurunkan berat badan, beberapa obat mungkin berperan dalam situasi tertentu.

Sebagai contoh, jenis penyakit ginjal tertentu yang disebabkan obesitas adalah sesuatu yang disebut Focal Segmental Glomerulosclerosis [FSGS] dan mungkin untuk mengendalikannya pada tahap awal dengan obat yang disebut penghambat ACE.

Obat kolesterol seperti statin mungkin bisa membantu. Metformin yakni obat umum yang digunakan untuk diabetes memiliki peran untuk mencegah obesitas terkait kerusakan ginjal. Pengobatan faktor faktor risiko terkair seperti diabetes, hipertensi atau resistensi insulin, sleep apnea, dislipidemia juga dibutuhkan.

Secara singkat, menjadi gemuk adalah hal buruk bagi fungsi ginjal anda. Sebaiknya, pertahankan berat badan sehat mulai sekarang jika anda tidak ingin melewati proses dialisis dalam kehidupan anda.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup