Sponsors Link

Efek Cuci Darah Pertama Berdasarkan Jenisnya

Sponsors Link

Ada beberapa gangguan atau penyakit yang menyerang ginjal. Dan penyakit ginjal selalu berhubungan dengan cuci darah. Cuci darah adalah sebuah terapi yang dilakukan untuk membantu menggantikan fungsi ginjal. Cuci darah seringkali direkomendasikan pada pasien yang telah kehilangan 85% fungsi ginjalnya. Namun perlu diketahui bahwa ada beberapa efek cuci darah pertama yang terjadi pada pasien. Berikut beberapa penjelasannya.

ads

Efek Cuci Darah Hemodialisis

Macam Macam Cuci Darah dibedakan menjadi dua, yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal. Namun yang dilakukan di Indonesia sebagian besar adalah jenis hemodialisis. Efek samping yang bisa ditimbulkan secara umum adalah lemas yang berkepanjangan. Selain itu, beberapa efek samping lainnya antara lain:

  1. Tekanan darah tinggi atau rendah

Salah satu efek cuci darah pertama adalah gangguan pada tekanan darah. Pada orang yang menderita diabetes, maka tekanan darah bisa menurun. Sedangkan pada orang yang memiliki riwayat darah tinggi, maka tekanan darah bisa menjadi tinggi.

  1. Anemia

Selain tidak normalnya tekanan darah, anemia atau kurang darah juga bisa menjadi salah satu efek samping dari Proses Hemodialisis pertama kali. Anemia juga merupakan efek samping yang sering terjadi sebagai gejala dari gagal ginjal sekaligus akibat dari cuci darah.

  1. Kulit gatal

Selain berhubungan dengan darah, efek samping lainnya setelah cuci darah pertama adalah Kulit Gatal karena Gagal Ginjal. Hal ini disebabkan oleh menumpuknya fosfor akibat proses hemodialisis itu sendiri. Biasanya untuk mengatasi gejala ini, dokter akan merekomendasikan konsumsi makanan pengikat fosfat sehingga rasa gatal bisa dikurangi.

  1. Kram otot

Hemodialisis juga bisa menyebabkan gejala kram otot sebagai salah satu efek cuci darah pertama. Namun penyebab mengapa muncul kram otot belun diketahui secara pasti. Untuk meredakan gejala ini, kompres dengan air hangat bisa dilakukan di area yang terasa kram.

Efek Cuci Darah Dialisis Peritoneal

Jenis cuci darah kedua adalah dialisis peritoneal. Jenis cuci darah yang satu ini jarang dilakukan di Indonesia. Beberapa efek sampingnya antara lain sebagai berikut.

  1. Peritonitis

Salah satu efek cuci darah jenis ini yang umum terjadi adalah infeksi peritoneum atau peritonitis. Infeksi ini bisa terjadi karena tidak sterilnya alat dialisis yang digunakan, sehingga Efektivitas Cuci Darah akan menjadi terganggu dan bahkan menyebabkan infeksi.

  1. Kenaikan berat badan

Dialisis peritoneal menggunakan cairan dialisis yang mengandung gula. Gula ini bisa terserap oleh tubuh sebagai salah satu akibatnya. Sehingga asupan kalori bisa meningkat dan menyebabkan kenaikan berat badan. Biasanya pasien yang menjalani dialisis peritoneal direkomendasikan untuk melakukan diet.

Sponsors Link

  1. Hernia

Walau Manfaat Cuci Darah untuk menjadi alat pengganti fungsi ginjal sementara, namun dialisis bisa menyebabkan efek samping pada kesehatan. Hernia juga bisa menjadi akibat atau efek samping dari cuci darah jenis ini. Penyebabnya adalah ketegangan otot perut yang menyebabkan efek hernia setelahnya.

Demikianlah beberapa penjelasan dari efek cuci darah pertama yang perlu diketahui. Kedua jenis cuci darah ini memang memiliki efek samping yang berbeda. Maka dari itu, lakukan konsultasi dengan dokter agar lebih tepat sasaran. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan