Sponsors Link

2 Penyebab Utama Edema Pada Penderita Penyakit Ginjal

Sponsors Link

Edema merupakan pembengkakan yang terjadi karena akumulasi cairan dalam tubuh. Edema atau oedema bisa diartikan sebagai menumpuknya cairan pada tubuh. Ada dua penyebab edema pada penderita macam macam penyakit ginjal yang bisa terjadi yakni karena kehilangan protein berat dalam urin dan juga karena fungsi ginjal atau renal yang mengalami gangguan. Dalam ulasan kali ini, kami akan membahas secara lengkap mengenai kedua jenis penyebab edema pada penderita penyakit ginjal yang wajib untuk anda ketahui.

ads

Pengertian Edema

Edema atau lebih dikenal dengan sembab merupakan kondisi medis berbentuk pembengkakan jaringan lunak yang terjadi karena akumulasi cairan terlalu berlebih di jaringan lunak seperti di bawah permukaan kulit. Edema sendiri merupakan gejala penyakit yang sering terjadi pada penyakit ringan seperti alergi kulit dan gigitan serangga sampai penyakit kronis seperti efek samping gagal ginjal dan juga gagal jantung.

Dalam kondisi normal, secara umum cairan tubuh yang ada diluar sel akan tersimpan dalam dua ruangan yakni pembuluh darah dan juga beberapa ruang interstitial. Jika terjadi gangguan dalam keseimbangan pengaturan cairan tubuh, maka cairan tersebut akan menumpuk terlalu berlebihan sehingga akhirnya menyebabkan edema. Saat cairan terlalu berlebihan, maka bisa juga menumpuk pada ruang ketiga yakni rongga tubuh seperti rongga perut dan juga perut dada.

  1. Kehilangan Protein Berat Dalam Urin

Hilangnya protein berat dalam urin lebih dari 3.0 gram per hari bisa terjadi pada pasien dengan fungsi ginjal normal atau cukup normal. Hilangnya protein yang disertai dengan edema ini memiliki istilah nephrotic syndrome yang bisa mengakibatkan berkurangnya konsentrasi albumin dalam darah atau hypoalbuminemia sebab albumin berguna untuk mempertahankan volume darah di pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan pengurangan cairan pada pembuluh darah terjadi.

Organ ginjal kemudian mencatat jika memang terjadi penipisan atau pengurangan volume darah sehingga akhirnya garam akan ditahan. Untuk itu, cairan akan bergerak ke dalam beberapa ruang intersitial sehingga pitting edema pun terjadi. 

Sponsors Link

Perawatan Kehilangan Protein Dalam Urin

Perawatan dari cairan yang tertahan pada pasien dilakukan dengan cara mengurangi kehilangan urin mengandung protein sekaligus membatasi penggunaan garam dalam diet. Hilangnya protein dalam urin juga bisa dikurangi dengan memakai ACE inhibitors dan juga angiotensin receptor blockers [ARB’s] yang merupakan jenis obat obatan untuk menurunkan tekanan darah dan mendorong ginjal untuk mengurangi hilangnya protein dalam urin.

Beberapa jenis obat ACE inhibitor diantaranya adalah ramipril [Altace], enalapril [Vasotec], captopril [Capoten], quinapril [Accupril], benazepril [Lotensin], lisinopril [Zestril atau Prinvivil] dan juga trandolapril [Mavik]. Sedangkan untuk angiostensin receptor blockers diantaranya adalah irbesartan [Avapro], candesartan [Atacand], valsartan [Diovan] dan juga losartan [Cozaar].

Beberapa jenis ciri ciri penyakit ginjal tertentu kemungkinan juga berkontribusi terhadap hilangnya protein dalam urin dan juga perkembangan edema. Biopsi dari ginjal kemungkinan akan dibutuhkan untuk memutuskan diagnosis dari tipe penyakit ginjal sehingga perawatan nantinya bisa diberikan sesuai dengan penyebabnya. 

Sponsors Link

  1. Gangguan Fungsi Ginjal

Pada gangguan ginjal atau renak, beberapa pasien dengan penyakit ginjal yang mengganggu fungsi renal juga bisa mengembangkan edema sebab kemampuan organ ginjal yang semakin terbatas untuk membuang sodium dalam urin. Penderita gagal ginjal dari berbagai penyakit nantinya bisa menyebabkan edema apabila masuknya sodium sudah melebihi kemampuan ginjal dalam mengeluarkan sodium. Sedangkan dalam kondisi kronis, gagal ginjal bisa terjadi karena terlalu banyak garam yang tersimpan dalam tubuh.

Sedangkan kondisi yang terparah pada penderita gejala gagal ginjal kronik stadium akhir akan membutuhkan terapi dialisis. Keseimbangan garam pada penderita ini akan secara menyeluruh diatur oleh dialisis yang bisa mengeluarkan garam saat perawatan dilakukan. Dialisis sendiri merupakan metode membersihkan tubuh dari beberapa jenis kotoran yang menumpuk ketika ginjal gagal berfungsi. Dialisis ini akan dilakukan untuk melancarkan sirkulasi darah penderita lewat membran atau selaput buatan yang dinamakan hemodialysis atau juga bisa memakai membran rongga perut pasien atau disebut dengan peritoneal membrane sebagai permukaan pembersih. Seseorang yang mengalami penurunan fungsi ginjal kurang dari 5% hingga 10% dari normal yang nantinya akan membutuhkan dialisis tersebut.

Sponsors Link
>
, ,