Sponsors Link

Diet Kalium Untuk Penyakit Ginjal yang Ramah Ginjal

Sponsors Link

Pekerjaan utama dari bagian organ ginjal adalah untuk membersihkan darah dari produk limbah dan kelebihan cairan. Saat berfungsi dengan normal, pembangkit tenaga listrik berukuran sekepalan tangan ini bisa menyaring antara 120 hingga 150 liter darah setiap hari dan menghasilkan 1 sampai 2 liter urin. Ini sangat membantu untuk mencegah penumpukan limbah di dalam tubuh sekaligus menjaga elektrolit seperti fosfat, natrium dan kalium agar tetap stabil. Penderita penyakit ginjal tentu akan mengalami penurunan fungsi ginjal sehingga tidak dapat mengatur kalium dengan efisien. Ini bisa menyebabkan kadar potasium berbahaya tetap ada di dalam darah. Jika kadar kalium melonjak, maka kemungkinan masalah kesulitan bernapas, nyeri dada atau jantung berdebar bisa terjadi. Agar semua itu bisa dicegah, berikut akan kami berikan panduan tentang diet kalium untuk penyakit ginjal selengkapnya.

Cara Meminimalisir Penumpulan Kalium

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi penumpukan kalium adalah dengan melakukan perubahan pola makan. Agar bisa menjalankan hal tersebut, maka anda harus mengetahui makanan apa saja yang tinggi kalium dan mana yang tidak. Pastikan untuk selalu melakukan riset serta membaca label nutrisi pada makanan anda.

Hal yang harus diingat tidak hanya apa yang anda makan namun seberapa banyak yang anda makan. Mengontrol porsi makan sangat penting dilakukan pada diet kalium untuk ciri ciri penyakit ginjal. Bahan makanan yang dianggap rendah potasium bisa meningkatkan kadar jika anda makan terlalu berlebihan. Makanan dianggap rendah kalium apabila mengandung 200 miligram atau kurang per porsi. Beberapa makanan rendah kalium yang bisa dikonsumsi adalah:

  • Kembang kol.
  • Apel.
  • Jeruk bali.
  • Nanas.
  • Cranberry dan jus cranberry.
  • Terong.
  • Brokoli.
  • Nasi putih.
  • Pasta putih.
  • Kacang hijau.
  • Salmon.

Sedangkan makanan yang dianggap tinggi potasium atau kalium adalah makanan yang mengandung lebih dari 200 mg per porsi. Makanan ini harus dikonsumsi dalam jumlah sedikit atau lebih baik dihindari sepenuhnya. Beberapa makanan tinggi kalium penyebab macam macam penyakit ginjal yang harus dihindari diantaranya adalah:

  • Tomat, jus tomat dan saus tomat.
  • Bayam.
  • Pisang.
  • Kismis.
  • Alpukat.
  • Kacang kacangan.
  • Jeruk dan jus jeruk.
  • Prem dan jus prune.
  • Kacang polong.
  • Kubis brussel.
  • Kentang atau ubi.
  • Produk gandum utuh termasuk pasta dan roti.
  • Aprikot kering.
  • Labu.
  • Beras merah.
  • Keju rendah sodium.
  • Daging sapi.
  • Susu.
  • Ayam.
  • Tuna.

Cara Mengurangi Kalium Pada Buah dan Sayur

Jika memang bisa, anda harus menukar buah dan sayuran kaleng dengan yang masih segar atau beku. Kalium dalam makanan kaleng akan larut dalam air atau jus di dalam kaleng tersebut. Apabila anda memakai jus atau air dalam kaleng tersebut, maka bisa mengakibatkan lonjakan kadar kalium yang akhirnya menimbulkan gangguan ginjal. Jus umumnya mengandung garam tinggi yang bisa membuat tubuh menahan air. Nantinya, ini bisa menyebabkan komplikasi dengan ginjal. Hal ini juga berlaku pada air daging sehingga pastikan anda hindari.

Apabila anda ingin mengkonsumsi makanan kalengan, maka pastikan untuk membuang air atau jus tersebut. Selain itu, bilas juga makanan kaleng dengan air yang bisa mengurangi jumlah kalium yang dikonsumsi. Apabila anda ingin masak hidangan yang butuh sayuran dengan kalium tinggi dan tidak ingin menggantinya, maka masih ada beberapa cara untuk mengurangi kadar kalium dari sayuran tersebut.

National Kidney Foundation menyarankan beberapa cara seperti mencuci kentang, ubi jalar, labu, bit dan juga rutabaga untuk yang memiliki tanda masalah ginjal. Kupas sayuran dan letakkan pada air dingin agar tidak gelap. Iris sayuran setebal 1/8 inci dan bilas dengan air hangat selama beberapa detik. Rendam potongan sayur tersebut selama 2 jam pada air hangat. Pakai 10 kali jumlah air untuk jumlah sayurannya. Jika anda merendam sayuran lebih lama, maka pastikan juga untuk mengganti air setiap 4 jam sekali. Sesudah itu, anda bisa memasak sayuran dengan 5 kali jumlah air pada jumlah sayuran.

Kadar Kalium yang Aman Dikonsumsi

Seseorang dengan fungsi ginjal normal, maka butuh sekitar 4.700 mg kalium dalam makanan sehari hari. Akan tetapi seseorang dengan ciri ciri ginjal kronis harus mengkonsumsi kalium lebih sedikit yakni antara 1.500 sampai 2.700 per hari. Apabila anda menderita penyakit ginjal kronis, maka anda harus memeriksakan kalium secara teratur sebulan sekali. Nantinya dokter akan melakukan tes darah sederhana untuk menentukan tingkat kalium milimol bulanan anda per liter darah. Ketiga level tersebut adalah:

  • Zona aman: 3,5 hingga 5,0 mmol / L.
  • Zona perhatian: 5,1 hingga 6,0 mmol / L.
  • Zona bahaya: 6.0 mmol / L atau lebih tinggi.
Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup