Sponsors Link

Dialisis – Pengertian – Jenis

Sponsors Link

Ginjal merupakan organ yang memiliki peran penting dalam tubuh sebab banyak fungsi tubuh yang berhubungan langsung dengan organ ginjal seperti salah satu tugas penting organ ginjal yakni membuang racun dalam tubuh. Proses pembuangan racun tersebut juga bukanlah sebuah proses sederhana sebab membutuhkan proses penyaringan dan pengendapan racun dan limbah lain yang berasal dari organ lain. Sementara jika ginjal bermasalah seperti gagal ginjal kronis, maka salah satu cara mengobatinya adalah dengan tindakan medis yang disebut dengan dialisis. Untuk lebih jelas mengenai pengertian dan jenis dari dialisis, berikut kami punya ulasan selengkapnya untuk anda.

ads

Pengertian Dialisis

Dialisis merupakan proses yang berhubungan dengan berpindahnya molekul dalam larutan yang terjadi karena proses difusi, Berpindahnya molekul tersebut terjadi lewat membran semi permeable. Umumnya membran yang digunakan dalam proses tersebut terbuat dari jaringan selulosa. Proses dialisis umumnya akan dilakukan untuk memurnikan kandungan zat tertentu seperti garam berlebih, protein dan juga beberapa jenis enzim yang bisa menyebabkan macam macam penyakit ginjal.

Sedangkan kecepatan perpindahan dan penyaringan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  • Tingkat konsentrasi molekul pelarut yang keluar dari kantung dialisis.
  • Luas dari permukaan kantung dialisis dimana jika membran semakin luas maka akan semakin mempercepat laju.
  • Jika volume dari pelarut dan luas permukaan rasionya besar maka laju difusi semakin cepat.

Apabila dialisis dihubungkan dengan cuci darah, maka dialisis memiliki tujuan untuk mengurangi zat beracun yang terdapat dalam darah. Sementara prosesnya sendiri sangat berhubungan dengan tidak mampunya organ ginjal untuk menjalankan fungsi secara normal sehingga kandungan limbah beracun semakin menumpuk pada organ ginjal yang bisa menyebabkan batu ginjal. Limbah yang semakin menumpuk tersebut nantinya juga bisa mengalir dalam peredaran darah sehingga penderita harus menjalankan dialisis sesudah dinyatakan memiliki penyakit ginjal kronis stadium 5 penyebab ginjal rusak.

Jenis Jenis Dialisis

Proses dialisis sendiri bisa dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan cara kerja dan juga alat yang akan digunakan. Jenis jenis dialisis ini lebih kepada proses dan bukan berdasarkan keuntungan dan juga kerugian yang bisa dialami pasien.

  1. Hemodialisis

Hemodialisis adalah proses dialisis yang paling umum dilakukan dimana dalam prosesnya menggunakan alat dialisis dari luar bagian tubuh untuk mengatasi ciri ciri penyakit ginjal. Proses hemodialisis tidak jauh berbeda dengan rheoperesis dan juga plasmapheresis yakni dua jenis kateter akan dipasang pada pasien yang berfungsi untuk menarik darah ke dalam mesin dialisis yang kemudian darah akan dimurnikan dan disaring.

Proses memisahkan darah dari zat berbahaya terbilang cukup cepat dan nantinya darah akan dimasukkan kembali ke tubuh penderita. Seberapa banyak proses ini harus dilakukan nantinya tergantung dari tingkat keparahan masalah yang dialami pasien. Untuk pasien kronis, maka hemodialisis harus dilakukan seminggu sekali, sedangkan untuk pasien tidak terlalu parah maka prosesnya juga akan dikurangi.

Sponsors Link

  1. Dialisis Peritoneal

Dialisis peritoneal merupakan proses dialisis yang bertujuan tidak jauh berbeda dengan hemodialisis yakni mengatasi ciri ciri ginjal bermasalah namun hanya berbeda dari alat yang digunakan. Apabila dalam hemodialisis memakai mesin, maka dalam peritoneal menggunakan lapisan peritoneum dalam perut.

Lapisan peritoneum sendiri hampir serupa dengan ginjal sebab terdapat banyak jaringan pembuluh darah dan dalam prosesnya, pembuluh darah nantinya akan digunakan untuk menyaring darah. Dialisis peritoneal akan dilakukan menggunakan selang fleksibel berukuran kecil yang dipasang pada perut sehingga cairan dialisis akan dipompa masuk ke dalam lapisan peritoneum tersebut yang selanjutnya zat beracun akan dikeluarkan dari tubuh.

Dialisis peritoneal sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni contonous ambulatory peritonela dialysis [CAPD] dan juga automated peritoneal dialysis [APD].

Sponsors Link

  • CAPD: Dalam prosesnya, pasien yang melakukan CAPD untuk mengatasi tanda tanda ginjal rusak masih bisa beraktivitas secara normal dan bisa dilakukan dimana saja tidak hanya di rumah sakit dan tempat praktek dokter.
  • APD: Untuk pasien yang menjalani APD nantinya harus memakai mesin sehingga dalam prosesnya harus dilakukan di rumah sakit.

Sedangkan penggunaan dan juga pemilihan jenis proses dialisis sendiri tergantung dari kesehatan pasien, namun untuk pasien yang sudah lanjut usia dan memiliki daya tahan tubuh lemah dan menurun, maka proses hemodialisis yang biasanya akan digunakan.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan