Sponsors Link

Diabetes Insipidus : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang masih kurang peduli dengan kondisi kesehatannya. Mereka mungkin saja mengurangi resiko terkena permasalahan, tapi sering mengabaikan permasalahan kesehatan. Hal ini terbukti dengan ditemukannya pola makan yang salah pada mereka. Lebih parahnya lagi juga terjadi pada orang yang memang memiliki sedikit pengetahuan mengenai kesehatan. Hal ini membuat mereka tidak mengerti mengenai pentingnya menyeimbangkan asupan gizi pada tubuhnya.

ads

Memang, harus diakui bahwa tubuh memerlukan banyak asupan gizi untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Selain itu, asupan gizi juga dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Hal ini sangat diperlukan mengingat aktivitas manusia yang tidak sama untuk selamanya. Pasti akan ada masa dimana seseorang harus bekerja lebih keras dibanding sebelumnya.

Baik bekerja dalam pemikiran maupun yang berhubungan dengan fisik. Oleh karena itu, penting diketahui informasi yang cukup mengenai asupan tersebut. Selain dapat merusak ginjal, salah dalam penerapan pola makan juga akan mengakibatkan seseorang terkena penyakit diabetes insipidus. Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai penyakit tersebut terkait pengertian, penyebab, gejala, cara mengatasi dan ciri-cirinya.

Pengertian Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang erat kaitannya dengan produksi suatu hormon di dalam tubuh. Hormon yang berhubungan dengan penyakit ini adalah antidiuretic hormone. Menurunnya kadar hormon ini yang diproduksi oleh tubuh manusia dapat menyebabkan resiko terkena diabetes insipidus meningkat.

Perlu juga untuk Anda ketahui bahwa penyakit diabetes insipidus ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan kadar gula darah. Banyak sumber yang mengatakan bahwa kesalahan dalam mengkonsumsi gula akan meningkatkan kadar glukosa sehingga terjadi penumpukan dan menyebabkan terserang penyakit diabetes insipidus. Sumber tersebut salah. Hal tersebut dikarenakan salahnya informasi mengenai diabetes insipidus. Mungkin penyakit yang dimaksud oleh orang tersebut adalah diabetes melitus bukan diabetes insipidus. Kedua jenis penyakit ini jelas sangat berbeda.

Menurunnya kadar hormon yang diproduksi tubuh dapat mengakibatkan seseorang merasa haus dengan berlebihan. Bahkan saat mereka sudah mengkonsumsi air dengan jumlah berlebih juga mereka tetap merasa kehausan. Anehnya lagi, mereka juga sama sekali tidak mengkonsumsi penyedap rasa yang diketahui memang menyebabkan rasa haus yang berlebih pada orang yang mengkonsumsinya.

Hal ini sangat berakibat buruk pada kondisi tubuh manusia. Memang, tubuh membutuhkan air putih untuk membantu kinerja ginjal dan sistem metabolisme. Akan tetapi, ketika seseorang berlebihan dalam minum air putih, maka dapat mengakibatkan seseorang kekurangan asupan juga karena sari-sari makanan yang ikut terbawa bersama urin. Apalagi pada orang yang memiliki penyakit pada ginjalnya.

Sponsors Link

Gejala

1. Pertumbuhan Lambat

Pertumbuhan yag lambat menjadi salah satu gejala yang diberikan oleh seorang anak yang terkena penyakit diabetes insipidus. Sebenarnya pertumbuhan anak yang lambat ini juga dapat menjadi sinyal bagi Anda bahwa kondisi kesehatan anak Anda sedang teerganggu atau memang disebabkan oleh DNA yang Anda turunkan. Akan tetapi, apabila terlihat pertumbuhan tersebut terkesan tidak masuk akan, Anda dapat mencurigai bahwa anak Anda terkena penyakit diabetes insipidus.

2. Sering Ngompol

Ngompol biasanya dilakukan oleh anak-anak dimana umumnya mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukannya. Ada juga seseorang yang ngompol dimana dia bukan lagi terbilang anak-anak namun ngompol. Hal ini biasanya terjadi pada seseorang yang sudah lanjut usia sehingga memang sudah wajar mereka menggunakan popok untuk antisipasi. Akan tetapi, apabila anak Anda ngompol terlalu sering dengan kadar urin yang terlampau banyak pula, Anda patut mencurigai bahwa anak Anda dan orang tua Anda sedang terkena penyakit diabetes insipidus.

3. Terasa Dingin pada Kaki dan Tangan

Biasanya, orang yang kaki dan tangannya terlalu dingin, dapat digunakan sebagai sinyal bahwa tubuh seseorang tersebut sedang bermasalah. Salah satu permasalahan yang mungkin terjadi adalah diabetes insipidus. Oleh karena itu, segeralah menemui dokter untuk berkonsultasi.

ads

4. Menurunnya Berat Badan dengan Drastis

Penurunan  berat badan secara drastis juga dapat menjadi gejala seseorang terkena diabetes insipidus. Orang yang terkena penyakit ini, tubuhnya akan mengalami penurunan kemampuan untuk memakai glukosa secara efektif. Ketika dia merasa lapar dan tidak mengkonsumsi makanan, maka tubuhnya akan memecah lemak melalui proses pembakaran. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan tubuhnya mengalami penurunan berat badan dengan drastis.

Baca juga:

5. Rewel pada Anak

Rewel merupakan salah satu cara anak untuk mengeksprsikan rasa ketidaknyamanannya terhadap sesuatu. Bisa jadi,karena diabetes insipidus. Apalagi jika anak Anda rewel bukan karena tidak diberi mainan, tidak makan, atau alasan logis lainnya. Oleh karena itu, segeralah ke dokter.

Penyebab

Dalam setiap tubuh manusia, pasti sudah ada organ atau hormon tertentu yang bertugas untuk mengatur sesuatu, baik itu suhu tubuh maupun cairan. Suhu tubuh erat kaitannya dengan ginjal. Perlu untuk Anda ketahui bahwa cairan juga dipengaruhi oleh suatu hormon yang bernama hormon antidiuretik. Hormon ini bertugas untuk menstabilkan kadar cairan dalam tubuh sehingga cairan dalam tubuh diproduksi dalam jumlah yang tepat.

Baca juga:

Mengenai hormon antidiuretik, produksi hormon ini dipengaruhi oleh hipotalamus karena hipotalamuslah yang memproduksinya. Setelah diproduksi oleh hipotalamus, hormon antidiuretik kemudian disimpan di pituitari. Oleh sebab itu, pituitari juga memegang kendali dalam menentukan jumlah urin yang Anda keluarkan. Dengan kata lain, pituitari juga ikut serta mengatur kadar cairan di dalam tubuh Anda.

Dalam dunia medis, juga dikenal adanya istilah diuresis yang berarti produksi urin. Seperti yang kita ketahui dimana terdapat kata ‘anti’ pada istilah antidiuretik. Oleh karena itu, dapat kita tarik kesimpulan bahwa kinerja dari antidiuretik akan bertolak belakang dengan diuresis dimana diuresis sendiri adalah urin yang diproduksi. Menurunnya kadar hormon antidiuretik juga akan berkaitan erat dengan ginjal dalam memproduksi urin yang mana ketika seseorang terkena penyakit diabetes insipidus, dia tidak bisa memproduksi urin yang pekat.

Ciri Ciri

  • Sering buang Air Kecil : Karena sejatinya, orang yang menderita penyakit diabetes insipidus akan muda merasa haus, maka akan banyak juga jumlah urin yang akan dikeluarkannya. Begitu juga dengan kuantitas buang air kecilnya. Penderita juga akan sering buang air kecil terutama di malam hari.
  • Demam, Muntah, dan Mual : Ketiga ciri ini juga masuk dalam ciri-ciri seseorang terkena diabetes insipidus. Hal ini juga terjadi pada anak-anak. Apabila Anda mengalami hal ini, segeralah ke dokter untuk menanganinya lebih lanjut.
  • Dehidrasi : Dehidrasi adalah ciri yang terbilang jelas pada penderita penyakit diabetes insipidus. Hal ini berkaitan dengan rasa haus yang tidak wajar yang mereka alami. Oleh sebab itu, apabila mereka tidak mengkonsumsi air lebih, mereka akan terkena dehidrasi.

Baca juga:

Sponsors Link

Cara Mengatasi

  1. Untuk Penderita Diabetes Insipidus Kranial

Diabetes insipidus memang terbagi menjadi 2 yakni diabetes insipidus kranial dan diabetes insipidus norfrogenik. Diabetes Insipidus kranial lebih sering ditemukan di kalangan masyarakat daripada jenis diabetes lainnya. Diabetes inisipidus kranial ini terjadi karena adanya masalah hipotalamus dalam memproduksi hormon antidiuretik.

Biasanya, permasalahan tersebut terjadi karena ditemukannya terdapat kerusakan pada kelenjar pituitari. Infeksi, tumor otak, atau bahkan operasi dapat menjadi penyebab seseorang terkena penyakit diabetes insipidus kranial ini. Sedangkan untuk pengobatannya, Anda perlu mengkonsumsi air lebih untuk keseimbangan cairan di dalam tubuh Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengkonsumsi desmopressin. Desmopressin dipercaya mampu bekerja seperti hormon antidiuretik.

  1. Untuk Penderita Penyakit Diabetes Insipidus Nefrogenik.

Berbeda dengan diabetes insipidus kranial, penderita diabetes insipidus nefrogenik malah justru tidak memiliki masalah pada hipotalamus ataupun pituitari. Masalahnya terletak pada kemampuan ginjal si penderita yang sangat lemah untuk merespon hasil kerja hipotalamus dalam memproduksi hormon antidiuretik. Hal ini bisa disebabkan karena ginjal atau bahkan penyakit warisan.

Perlu juga untuk Anda ketahui bahwa lithium juga dapat memicu penyakit ini. Lithium adalah sejenis obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi mental. Sedangkan untuk pengobatannya, Anda dapat menggunakan thiazide diuretik. Dengan mengkonsumsi obat ini berarti Anda sedang membantu ginjal Anda untuk mengurangi produksi urin.

Demikian informasi mengenai diabetes insipidus. Informasi pada artikel ini diharapkan mampu memberi pengetahuan Anda mengenai penyakit diabetes insipidus sehingga dapat menanganinya lebih awal. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :