Sponsors Link

Apakah Diabetes Bisa Meningkatkan Risiko Batu Ginjal?

Sponsors Link

Diabetes merupakan sebuah kondisi di mana tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah cukup atau tidak bisa memakainya dengan tepat. Insulin sangat penting untuk mengatur gula darah dan gula darah yang tinggi bisa menyebabkan masalah di semua bagian tubuh termasuk pada bagian organ ginjal. Apabila anda menderita diabetes tipe 2, maka anda mungkin akan memiiliki urin yang sangat asam dan ini bisa meningkatkan risiko terkena batu ginjal. Lalu bagaimana diabetes bisa meningkatkan risiko batu ginjal?, berikut penjelasan selengkapnya.

Apakah Batu Ginjal

Batu ginjal bisa terbentuk pada saat anda memiliki konsentrasi zat tertentu dalam urin. Beberapa batu ginjal terbentuk dari kelebihan kalsium oksalat dan yang lain terbentuk daru asam urat, struvite atau sistin. Batu batu tersebut bisa berjalan dari ginjal menuju kandung kemih. Batu berukuran kecil bisa melewati tubuh dan keluar bersama urin tanpa menimbulkan rasa sakit. Namun untuk ukuran batu yang lebih besar bisa menimbulkan rasa sakit. Bahkan batu ginjal bisa masuk ke saluran kemih dan menghalangi aliran urin yang menyebabkan infeksi atau perdarahan.

Gejala Batu Ginjal

Saat batu ginjal berukuran besar terjadi, maka ada beberapa gejala yang biasanya akan ditimbulkan, seperti:

  • Mual.
  • Sakit area punggung atau perut.
  • Muntah.

Apabila anda mengalami ciri ciri batu awal atau ginjal kronis, maka sebaiknya segera hubungi dokter. Ketika dokter mencurigai adanya batu ginjal berdasarkan gejala yang terjadi, maka urinalisis, tes darah serta tes pencitraan kemungkinan harus dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis.

Faktor Risiko Batu Ginjal

Semua orang bisa saja mengalami batu ginjal bahkan batu ginjal pada anak juga bisa terjadi. Di Amerika Serikat, hampir 9% orang setidaknya mempunyai satu batu ginjal menurut National Kidney Institute. Selain diabetes bisa meningkatkan risiko batu ginjal, ada faktor risiko lain yang bisa menyebabkan batu ginjal, seperti:

  • Kegemukan.
  • Diet tinggi protein hewani.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan batu ginjal.
  • Penyakit dan kondisi yang berpengaruh pada ginjal.
  • Penyakit dan kondisi yang berpengaruh pada jumlah kalsium dan asam tertentu dalam tubuh.
  • Radang usus kronis.
  • Gangguan saluran kemih seperti infeksi sistem urin.

Selain itu, ada obat obatan tertentu yang bisa membuat anda berisiko lebih tinggi terkena batu ginjal, beberapa diantaranya adalah:

Diuretik.

  • Antasida yang mengandung kalsium.
  • Suplemen yang mengandung kalsium.
  • Topiramate untuk obat kejang.
  • Indinavir yang digunakan untuk mengatasi infeksi HIV.

Pengobatan Batu Ginjal

Untuk ukuran batu ginjal yang kecil sebetulnya tidak butuh perawatan dan cara mengeluarkan batu ginjal secara alami bisa dilakukan. Anda mungkin disarankan untuk minum air lebih banyak agar membantu mengeluarkan batu ginjal. Anda bisa mengetahui jika air yang sudah anda minum berjumlah cukup ketika air seni berwarna pucat atau jernih. Sedangkan untuk urine gelap menandakan anda kurang minum.

Selain itu, penghilang rasa sakit yang dijual bebas juga bisa meringankan rasa sakit untuk batu ginjal ukuran kecil. Jika tidak, dokter bisa merekomendasikan obat yang lebih kuat. Dalam beberapa kasus, dokter kemungkinan akan meresepkan alpha blocker untuk membantu batu ginjal keluar lebih cepat.

Sedangkan untuk batu ginjal besar kemungkinan membutuhkan obat penghilang rasa sakit yang kuat dan lebih banyak intervensi. Batu ginjal berukuran besar bisa menyebabkan perdarahan, penyakit infeksi saluran kemih atau bahkan menyebabkan ginjal rusak. Salah satu pengobatan yang biasa digunakan adalah lithotripsy gelombang kejut ekstrakorporeal yang memakai gelombang kejut untuk memecah batu.

Apabila batu ada di ureter, maka dokter bisa memecahnya memakai ureteroscope. Namun jika batu ginjal sangat besar dan tidak bisa dikeluarkan bersama urine, maka operasi menjadi jalan satu satunya.

Pencegahan Batu Ginjal

Sesudah anda memiliki batu ginjal, maka risiko mengalami ciri ciri penyakit batu ginjal kembali akan lebih tinggi. Anda bisa mengurangi risiko keseluruhan dengan mempertahankan diet bergizi dan mengatur berat badan. Sangat penting untuk mengonsumsi banyak cairan setiap hari. Anda bisa minum sebanyak 8 gelas air atau minuman non kalori per hari dan jus jeruk juga bisa dikonsumsi. Salah satu yang bisa anda lakukan adalah diet DASH yang merupakan pendekatan diet untuk menghentikan hipertensi. Ini juga bisa mengurangi kemungkinan terkena batu ginjal pada penderita diabetes.

Pada diet DASH, maka anda akan menekankan pada beberapa makanan seperti buah buahan, produk susu rendah lemak dan sayuran. Selain itu, anda juga akan memasukkan biji bijian, kacang kacangan, ikan dan unggas. Sedangkan yang harus dikonsumsi dalam jumlah kecil adalah sodium, menambahkan gula, lemak dan daging merah.

Sponsors Link
>
, , ,