Sponsors Link

Apakah Diabetes Baru Sesudah Transplantasi Ginjal?

Sponsors Link

Meski sebelumnya anda tidak memiliki penyakit diabetes sebelumnya, namun seseorang bisa saja terjangkit diabetes sesudah melakukan transplantasi ginjal. Jenis diabetes tersebut dinamakan dengan diabetes baru sesudah transplantasi ginjal atau dalam bahasa Inggris disebut dengan New Onset Diabetes After Transplant atau NODAT. Diabetes ini bisa terjadi sebagai bentuk efek samping dari obat obatan yang dibutuhkan untuk mencegah penolakan organ baru.

ads

Kenapa Diabetes Sesudah Transplantasi Terjadi?

Salah satu alasan kenapa diabetes baru sesudah transplantasi ginjal adalah karena obat. Sesudah transplantasi, seseorang diharuskan untuk terus mengkonsumsi obat imunosupresan untuk mencegah tubuh menolak organ baru tersebut. Umumnya, tubuh akan melawan semua yang bukan bagian dari tubuh seperti virus atau kuman dimana sistem perlindungan ini dinamakan dengan sistem kekebalan tubuh. Obat imunosupresan yang nantinya bisa mengurangi tingkat keaktifan sistem kekebalan tubuh.

Tanpa adanya obat tersebut, maka sistem kekebalan tubuh akan melihat jika organ baru merupakan penyerang asing yang kemudian akan berusaha dihancurkan. Namun sayangnya, obat ini juga bisa meningkatkan risiko diabetes atau bahkan membuatnya lebih buruk sebagai efek samping transplantasi ginjal. Tidak hanya obat obatan, namun ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko diabetes. Beberapa faktor diantaranya memang tidak bisa diubah seperti latar belakang etnis dan juga usia. Sedangkan beberapa faktor yang masih bisa diubah adalah berat badan berlebih atau obesitas dan juga tidak banyak berolahraga. Beberapa faktor umum yang berkaitan dengan diabetes diantaranya adalah:

  • Mempunyai riwayat keluarga penderita diabetes.
  • Sudah berusia 45 tahun lebih.
  • Mempunyai diabetes selama masa kehamilan.
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau lemak darah abnormal yakni kolesterol atau trigliserida.
  • Memiliki infeksi virus hepatitis C.
  • Mempunyai tingkat gula darah tinggi karena diabetes yang terjadi karena diabetes bisa menyebabkan kerusakan serius pada organ jantung, mata, pembuluh darah, saraf dan juga kaki.

Tanda Peringatan Diabetes

Sebagian orang kemungkinan memang tidak memiliki tanda atau gejala, namun sebagian lagi bisa saja mengalami beberapa gejala. Cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang menderita diabetes atau tidak, maka bisa dilakukan dengan pemeriksaan secara teratur. Diabetes dinamakan dengan silent disease sebab banyak penderita yang tidak merasakan gejala apapun. Beberapa tanda peringatan yang harus diwaspadai diantaranya adalah:

  • Selalu merasa lapar dan lelah.
  • Sering merasa sangat haus.
  • Sering buang air kecil khususnya saat malam hari.
  • Berat badan menurun secara tiba tiba.
  • Luka lama yang butuh waktu lama untuk sembuh.
  • Kulit terasa kering dan gatal gatal.
  • Mati rasa pada area kaki atau kesemutan pada kaki.
  • Penglihatan kabur.

Cara Mengetahui Apakah Memiliki Diabetes

Untuk mengetahui apakah anda memiliki risiko diabetes sesudah proses transplantasi ginjal, maka pemeriksaan harus dilakukan. Tes darah sederhana untuk memeriksa kadar gula darah menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melihat diabetes atau pra diabetes. Pra diabetes merupakan kondisi kadar gula darah yang lebih tinggi dari batas normal namun belum terlalu tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes.

Mengetahui dan mengendalikan diabetes serta pra diabetes sejak dini sangat penting dilakukan dan anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai tes diabetes tersebut. 

Sponsors Link

Mencegah dan Mengendalikan Diabetes Baru

Untuk membantu dalam mengendalikan atau mencegah diabetes baru sesudah transplantasi ginjal, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:

  • Biasakan untuk aktif berolahraga dengan rutin.
  • Konsumsi makanan yang sehat.
  • Jaga gaya hidup sehat, gula darah, tekanan darah dan juga lemak darah agar terkontrol.
  • Lakukan pemeriksaan untuk diabetes dengan teratur.

Kadar gula darah nantinya akan diawasi dengan ketat ketika pasien masih berada di rumah sakit sebagai perawatan pasca transplantasi ginjal dan juga ketika melakukan rawat jalan. Apabila memang diperlukan, dokter juga akan membantu pasien untuk membuat rencana penjagaan gula darah agar tetap terkontrol. Jika pasien ada di bawah kendali obat kortikosteroid seperti Prednison, maka kadar gula bisa meningkat ketika dosis obat ini menurun dalam dua bulan pertama sesudah transplantasi.

Sponsors Link
>
, , , ,