Sponsors Link

Pengaruh Mengkonsumsi Daging Merah untuk Ginjal

Sponsors Link

Ginjal bertugas untuk menyaring darah sekaligus melepaskan zat beracun dari makanan yang dicerna dan dialirkan ke urin untuk dibuang. Dalam beberapa jenis makanan khususnya jika dikonsumsi terlalu berlebihan bisa menghasilkan limbah lebih banyak yang nantinya akan merusak kinerja ginjal dalam filtrasi dan juga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Mengkonsumsi makanan yang mengandung protein terlalu berlebihan seperti daging merah nantinya bisa menghasilkan produk sampingan yang semakin memperberat fungsi ginjal sebab urin mengandung protein. Untuk mengetahui apa pengaruh daging merah untuk ginjal, silahkan anda menyimak ulasan yang akan kami berikan berikut ini.

ads

Kandungan Daging Merah

Apabila daging merah dikonsumsi setiap hari, maka bisa menyediakan protein cukup banyak dalam diet. Pada saat tubuh memecah protein dalam diet, maka daging akan melepaskan zat yang disebut dengan urea dalam aliran darah. Nantinya ginjal akan menyaring urea tersebut dari darah yang kemudian akan dibuang bersama dengan urin penyebab adanya protein dalam urin. Apabila seseorang memiliki penyakit ginjal, maka urea bisa semakin menumpuk dalam tubuh dan menimbulkan efek samping yang tentunya akan sangat merugikan. Mengkonsumsi daging merah memang tidak akan berpengaruh pada ginjal yang sehat. Namun untuk seseorang dengan penyakit ginjal, maka mengkonsumsi daging merah terlalu berlebihan akan menimbulkan masalah pada kesehatan.

Dampak Buruk Daging

Protein hewani seperti salah satunya daging merah juga mengandung purin yang ketika ada di dalam tubuh akan diubah menjadi asam urat. Mengkonsumsi protein hewani terlalu berlebihan nantinya akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah sehingga batu ginjal bisa terjadi. Lemak jenuh dan juga kolesterol yang ada dalam daging merah juga bisa meningkatkan risiko penyakit arteri ginjal, pengerasan arteri dan bisa memblokir arteri menuju ke ginjal.

Penelitian Daging Merah

Dari sebuah penelitian yang diterbitkan pada American Journal of Clinical Nutrition melibatkan 17 orang yang menderita diabetes dan gangguan ginjal memisahkan peserta menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah orang yang mengkonsumsi daging merah, sedangkan kelompok kedua adalah orang orang yang hanya makan daging ayam dan kelompok ketiga adalah vegetarian rendah protein.

Para peserta tersebut kemudian mengikuti diet yang direkomendasikan selama 4 minggu kemudian dilanjutkan dengan diet yang biasa mereka lakukan dalam 4 minggu tambahan. Dari penelitian tersebut ditemukan jika kelompok yang tidak mengkonsumsi daging merah memiliki albumin lebih rendah serta produk limbah penyebab ciri ciri penyakit ginjal yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok yang mengkonsumsi daging merah. Dalam studi tersebut membuat kesimpulan jika daging merah bisa mempengaruhi fungsi ginjal melebihi dari sumber protein lainnya. 

Sponsors Link

Gejala

Produk limbah berlebih dari proses pemecahan protein nantinya akan menyebabkan beberapa gejala pada tubuh seperti mual, lemas dan juga kelelahan. Jika beberapa gejala ini terjadi sesudah mengkonsumsi daging merah, maka kemungkinan anda sudah meningkatkan kerentanan pada efek daging merah atau organ ginjal yang kemungkinan memiliki masalah dalam pemecahan protein.

Apabila anda memang memiliki tanda tanda ginjal rusak, maka sebaiknya jangan hilangkan protein dalam diet anda sebab protein tersebut berguna sebagai sumber energi sekaligus membantu tubuh dalam mempertahankan massa otot. Namun, kemungkinan dokter juga akan menyarankan untuk mengurangi asupan protein untuk menurunkan risiko penyakit ginjal.

Oleh karena daging merah mengandung protein tinggi, maka sebaiknya batasi ukuran porsi dan juga frekuensi mengkonsumsi daging merah tersebut sehingga anda tetap bisa mengkonsumsi daging merah untuk mencukupi kebutuhan protein namun tidak terlalu berlebihan sehingga ciri ciri ginjal rusak bisa dicegah. 

Sponsors Link

Pengganti Protein Daging Merah

Untuk mengganti protein dalam daging merah, maka ada beberapa jenis makanan lain yang lebih aman dikonsumsi sebab protein tetap harus dikonsumsi secara teratur. Anda bisa mengganti daging merah dengan mengkonsumsi daging unggas, telur, ikan atau produk susu. Sedangkan untuk protein hewani bisa mengkonsumsi kedelai dan juga jenis kacang kacangan sebagai pengganti protein dalam daging merah. Dari hasil sebuah studi membuktikan jika mengganti satu porsi daging merah dengan jenis protein lain sudah bisa menurunkan risiko faktor penyebab gagal ginjal kronis hingga mencapai 62%.

Sponsors Link
>
, , ,