Sponsors Link

Cuci Darah Membatalkan Puasa – Apakah Benar dan Apa Penjelasannya?

Sponsors Link

Berbagai penyakit ginjal seperti gagal ginjal sudah menjadi salah satu jenis penyakit yang umum dialami masyarakat modern. Gagal ginjal adalah kondisi dimana ginjal sudah tidak bisa melakukan fungsi fungsi pentingnya seperti biasa dan penyebab utamanya adalah karena tekanan darah yang tinggi dan juga penyakit diabetes. Penderita gagal ginjal nantinya membutuhkan cara lain untuk membersihkan tubuh dari sisa racun dan juga kotoran untuk mengganti fungsi utama dari ginjal sekaligus membersihkan kotoran dan penumpukan cairan dalam tubuh.

ads

Bagi penderita gagal ginjal, hal pertama yang akan disarankan adalah melakukan prosedur cangkok ginjal. Sesudah penderita gagal ginjal nantinya melakukan cangkok ginjal, maka masih ada yang harus dilakukan penderita secara teratur yakni cuci darah atau proses hemodialisis kecuali harus mengkonsumsi beberapa jenis obat yang bertujuan untuk meringankan kekebalan sehingga tubuh nantinya tidak menolak ginjal cangkokan tersebut seperti manusia normal pada umumnya.

Namun jika semuanya tidak bisa berjalan dengan baik, maka penderita harus menjalani pemurnian ginjal yakni sebuah proses untuk menghilangkan air, racun dan juga garam berlebih yang ada dalam tubuh sekaligus mengeluarkan zat asng lain seperti obat penyebab ginjal cuci darah. Pemurnian ginjal sendiri dilakukan dengan nama cuci darah. Dalam pemurnian ginjal ini, maka darah pasien akan ditarik atau dikeluarkan memakai jarum khusus yang diletakkan pada salah satu pembuluh darah. Kemudian darah nantinya akan dialirkan ke penyaring pembersih yang juga akan melewati larutan pemurni. Penyaring tersebut yang nantinya akan bertugas untuk membersihkan darah dari segala zat tidak berguna seperti garam berlebihan dan juga racun baru nantinya darah akan dialirkan kembali ke tubuh pasien. Lalu, apakah benar cuci darah membatalkan puasa?, berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

Pengaruh Cuci Darah Saat Puasa

Jika berbicara tentang apa saja sebenarnya pengaruh prosedur pada penyakit yang harus cuci darah dengan menjalankan ibadah puasa yang wajib dijalankan umat muslim, maka hal ini bisa dilihat dari dua sisi yang berbeda. 

Sponsors Link

  1. Darah Dikeluarkan Saat Cuci Darah

Keluarnya darah yang terjadi pada tujuan cuci darah sebenarnya hampir sama dengan proses bekam dimana tubuh nantinya akan mengeluarkan darah dalam jumlah banyak yang menyebabkan seseorang merasa lemah. Kelelahan, lemah dan juga pegal pegal yang terjadi pada otot disebabkan karena jumlah darah dalam tubuh saat proses cuci darah lebih besar jika dibandingkan dengan proses bekam. Untuk itulah, para ulama memberikan pendapat jika cuci darah bisa membatalkan puasa kecuali jika ia membedakan antara keduanya yakni dalam cuci darah, darah nantinya akan dikembalikan ke tubuh pasien yang tidak dilakukan dalam bekam. 

Sponsors Link

  1. Darah Dikembalikan Setelah Cuci Darah

Dari sisi yang berbeda yakni darah dikembalikan ke tubuh pasien sesudah salah satu proses dari macam macam cuci darah dilakukan, maka terjadi perselisihan di antara para ulama seperti yang juga terjadi pada waktu membahas hukum transfusi darah ketika sedang menjalankan ibadah puasa. Penyebab utamanya adalah jumlah dari bahan gula pada cairan pembersih darah adalah sekitar 12 mg / L. Bahan tersebut nantinya akan mengalir dalam darah sesudah proses pencucian darah yang kemudian akan masuk ke tubuh pasien. Jumlah tersebut dianggap sebagai nutrisi sehingga pasien tersebut akan mendapat hukum seperti makan dan juga minum dan bisa dinyatakan jika seseorang yang melakukan proses cuci darah juga berarti sudah membatalkan puasa.

Apabila proses pencucian darah berlangsung sebanyak tiga kali dalam seminggu untuk menghindari efek tidak rutin cuci darah, maka pasien tidak berpuasa pada beberapa hari tersebut. Akan tetapi untuk hari lain dan ia merasa sanggup untuk menjalankan ibadah puasa, maka ia tetap diharuskan untuk berpuasa. Hari hari Ramadhan dimana ia tidak berpuasa dimana adalah kurang lebih selama 12 hari namun harus ia qadha pada hari lain di luar Ramadhan. Semoga ulasan dari kami kali ini tentang cuci darah membatalkan puasa bisa menambah wawasan anda khususnya bagi anda yang memang harus menjalankan proses cuci darah dengan teratur.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup