Sponsors Link

Ciri-ciri Polikistik Terlengkap Beserta Penjelasannya

Sponsors Link

Terdapat berbagai penyakit yang dapat menyerang ginjal. Ada yang disebabkan oleh pola hidup penderitanya, tetapi ada juga yang disebabkan keturunan. Penyakit ginjal yang disebabkan pola hidup diantaranya infeksi ginjal, penyakit batu ginjal, dan gagal ginjal kronis, dan gagal ginjal akut. Sedangkan penyakit ginjal yang biasanya diderita oleh karena faktor keturunan atau genetik adalah penyakit ginjal polikistik. Dan pada artikel kali ini, topik yang akan kita bahas adalah mengenai penyakit ginjal polikistik.

ads

Penjelasan Penyakit Ginjal Polikistik Secara Umum

Penyakit ginjal polikistik merupakan salah satu penyakit atau kelainan pada ginjal yang disebabkan adanya kista non-kanker pada ginjal tersebut. Kista ini berupa benjolan yang berisi air. Semakin banyak air yang terkumpul, maka kista semakin besar. Polikistik ini sebenarnya tidak hanya menyerang ginjal, tetapi dapat menyebar ke anggota tubuh lainnya seperti jantung, hati, dan otak. Dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan stroke hingga kematian.

Adanya polikisitik umumnya bukan karena pola hidup, melainkan sebagian besar disebabkan oleh keturunan. Terdapat tiga jenis polikistik ginjal atau yang dikenal dengan PKD ( Polycystic kidney disease), yaitu PKD Autosom resesif, PKD Autosom Dominan, dan penyakit ginjal non keturunan. Dari seluruh penderita kasus polikistik ginjal, sembilan puluh persen disebabkan oleh PKD Autosom dominan. Hal ini wajar, karena pada tipe ini untuk menurunkan ke keturunan berikutnya hanya membutuhkan satu orang tua yang mengalami polikistik ginjal. Beberapa orang yang memiliki genetik polikistik ini mungkin akan menunjukkan gejala awal ketika masih anak-anak, tetapi kebanyakan baru mengetahui penyakitnya ketika sudah berumur 30-40 tahun.

Berbeda dengan PKD Autosom dominan, PKD Autosom resesif yang membutuhkan kedua orang tua untuk menurunkan gen polikistik ginjal ke keturunannya. Terdapat empat jenis pada PKD Autosom resesif, yaitu perinatal, neonatal, bayi, dan remaja.

Dan untuk lebih jelasnya mengenai penyakit polikistik, berikut telah kami rangkum mengenai penyebab, ciri-ciri polikistik dan gejala, diagnosa, dan komplikasi. Apabila Anda tertarik mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Penyebab Polikistik Ginjal

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, umumnya polikistik disebabkan oleh kelainan dimana penderita memiliki kecacatan gen. Selain itu, mutasi gen juga dapat menjadi salah satu faktor. Hanya saja hal tersebut sangat jarang terjadi. Dan berikut ini kami berikan penjelasan mengenai penyebab ginjal polikistik.

  • Autosomal recessive polycystic kidney disease(ARPKD)

Gejala pada ARPKD dapat muncul sesaat setelah dilahirkan. Apabila kedua orang tua menderita ARPKD, maka setiap keturunannya memiliki kemungkinan 25% untuk menurunkan gen tersebut.

  • Autosomal dominant polycystic kidney disease(ADPKD)

Apabila salah satu orang tua memiliki ADPKD, maka setiap keturunannya memiliki kemungkinan sebesar 50% untuk menurunkan gen tersebut ke keturunan berikutnya. Inilah mengapa sebagian besar penyakit polikistik ginjal disebabkan oleh ADPKD yaitu sekitar 90%. Dan gejalanya biasanya muncul ketika penderita mulai menginjak usia 30-40 tahun.

Sponsors Link

  • ACKD

Penyebab penyakit polikistik yang terakhir adalah ACKD. ACKD adalah jenis penyakit polikistik yang tidak diturunkan dari orang tua, melainkan timbul karena faktor lain yang mungkin dialami sendiri oleh penderita. Namun jenis penyakit ini jarang sekali ditemukan. Orang yang memiliki masalah ginjal terutama mereka yang telah menjalani dialisis berisiko terkena ACKD.

Gejala dan Ciri-ciri Polikistik Ginjal

  • Warna kulit berubah menjadi pucat
  • Ukuran perut semakin membesar
  • Mudah kelelahan
  • Sakit kepala
  • Terdapat kandungan darah dalam urin
    ads

Sangat disarankan, apabila terdapat darah pada urin, penderita harus banyak  minum cairan dan banyak istirahat.

  • Kulit mudah memar
  • Rasa nyeri di persendian
  • Infeksi pada saluran kemih atau ginjal

Untuk mengatasi gejala infeksi saluran kemih, gunakan antibiotik untuk mengatasi infeksi dan mencegah adanya kerusakan yang lebih lanjut.

  • Kegagalan fungsi ginjal

Biasanya, apabila gejala menyebabkan adanya gagal ginjal, dokter akan menyarankan untuk melakukan cuci darah secara rutim atau melakukan transplantasi ginjal.

  • Nyeri pada tubuh bagian samping dan belakang

Rasa nyeri dapat diredakan dengan obat pereda nyeri, seperti paracetamol.

  • Aneurisma

Untuk mengetahuinya, penderita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin aneurismai intrakranial. Apabila penderita terdeteksi memiliki aneurisma, penanganan yang biasanya dianjurkan adalah melakukan pembedahan untuk mengurangi adanya resiko pendarahan.

  • Intensitas buang air kecil bertambah
  • Kuku tidak normal

Diaogonsa Penyakit Polikistik

Ada beberapa metode yang digunakan dokter untuk mengetahui penyakit polikistik, yaitu dengan melakukan pemeriksaan berikut.

  • MRI

Metode MRI adalah suatu cara untuk mengetahui penyakit polikistik dengan mengambil gambar struktur ginjal pada penderita dan menyimpulkan apakah terdapat kista di dalamnya atau tidak.

  • USG

Cara mendeteksi adanya kista ginjal dengan menggunakan gelombang suara.

  • CT Scan

Untuk metode yang satu ini, dokter mengambil gambar ginjal penderita dengan  menggunakan alat pencitraan yang memakai gelombang sinar X.

  • Intravenous Pyelogram (IVP)

Dokter akan memasukkan obat pewarna yang memperjelas pembuluh darah ketika dilakukan foto rontgen.

Komplikasi akibat Penyakit Polikistik

Selain menimbulkan gejala, penyakit polikistik juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Berikut ini merupakan bebberapa komplikasi yang sering muncul akibat penyakit polikistik :

  • Tekanan darah tinggi

Cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi mengubah pola makan dengan mengontrol garam dan lemak yang masuk ke tubuh. Selain itu, penderita juga dilarang merokok dan melakukan olahraga rutin. Gunakan obat jens ACE inhibitor untuk mengontrok tekanan darah. Untuk mencegah tekanan darah tinggi, pastikan untuk selalu menjaga berat badan dan memperbanyak konsumsi buah sayur dan biji-bijian.

Sponsors Link

  • Nyeri kronis
  • Gangguan fungsi usus besar

Komplikasi yang biasanya muncul yaitu gangguan fungsi pada usus besar yang diakibatkan adanya kantung-kantung cairan pada dinding usus dan melemahnya dinding usus besar.

  • Komplikasi saat kehamilan

Komplikasi ini dapat berupa preeklamasia. Salah satu gejala preeklamasia ditandai dengan adanya kandungan protein pada urin.

  • Katarak bahkan kebutaan
  • Katub jantung tidak normal

Artinya adalah katub jantung tidak dapat menutup secara sempurna.

Apabila Anda memiliki gejala-gejala tersebut, janganlah panik. Pertama, Anda dapat mengecek riwayat kesehatan keluarga. Apakah salah satu orang tua memiliki penyakit polikistik atau tidak. Atau untuk lebih jelasnya, Anda dapat langsung mengecek ke dokter untuk melakukan diagnosa. Semakin cepat terdeteksi, maka akan semakin cepat juga penanganan yang akan diberikan. Hal itu lebih baik daripada terlambat mengetahuinya. Tapi yang terpenting adalah, selalu menjaga kesehatan dan menjaga pola hidup, baik makanan maupun aktivitas keseharian.

Mungkin sekian artikel mengenai ciri-ciri polikistik. Semoga artikel ini dapat membantu dan menambah wawasan pembaca. Terima kasih.

Sponsors Link
>
, ,




Oleh :