Sponsors Link

Cara Menurunkan Protein Urin Pada Ibu Hamil (#Info Penting)

Sponsors Link

Seperti yang kita ketahui bersama, ginjal merupakan organ tubuh yang berfungsi menyaring cairan berlebih, garam, dan berbagai kotoran serta limbah dalam tubuh. Dan pada kondisi normal, protein bukanlah salah satu zat yang akan disaring oleh ginjal karena protein merupakan zat yang masih dibutuhkan tubuh. Selain itu, protein juga memiliki ukuran yang besar.

ads

Adanya protein dalam urin mengindikasikan gangguan dalam ginjal. Namun, hal ini masih dapat ditoleransi apabila masih dalam jumlah kecil. Hanya saja, perlu dikhawatirkan apabila kandungan protein sudah melampaui batas tertentu. Normalnya, kandungan protein pada urin tidak akan melebihi 150 mg/24 jam atau10 mg/ dl urin. Apabila jumlah protein melebihi batasan tersebut, maka besar kemungkinan terjadi kerusakan pada filter ginjal. Dan biasanya, urin yang mengandung protein akan mengeluarkan busa serta muncul gejala pembengkakan di beberapa area tubuh seperti tangan, kaki, perut, dan lain sebagainya.

Namun, kasus peningkatan urin juga dapat terjadi dalam masa kehamilan. Untuk mengetahui penyebab, gejala, dan cara menurunkan protein urin pada ibu hamil, simak penjelasan berikut ini.

Penyebab Peningkatan Protein Pada Ibu Hamil

  1. Preeklamasia

Sebelum mengetahui mengenai cara mengurangi protein dalam urin pada ibu hamil, sebaiknya kenali terlebih dahulu penyebab adanya protein dalam urin. Kasus pada Ibu hamil yang mengalami peningkatan kandungan protein dalam urin biasanya disebabkan oleh terjadinya preeklamasia. Preeklamasia merupakan kondisi yang timbul karena masa kehamilan, seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, edema atau pembengkakan tungkai kaki, dan proteinuria. Preeklamasia pada masa kehamilan lebih sering dialami oleh ibu muda yang baru pertama kali hamil. Apabila preeklamasi bertambah parah, maka akan dapat menyebabkan kematian.

Munculnya preeklamasi biasanya terjadi ketika memasuki minggu ke-20 pada masa kehamilan. Walaupun tidak memiliki riwayat hipertensi, seseorang pada masa kehamilan dapat mengalami tekanan darah tinggi. Diketahui bahwa kondisi seperti preeklamasi dialami oleh 5% hingga 8% pada ibu hamil. Dari 500 juta perempuan yang meninggal akibat komplikasi saat masa kehamilan, 10% hingga 15% diantaranya diakibatkan oleh adanya preeklamasi.

Tidak hanya mengakibatkan kematian pada ibu hamil, 1000 bayi di dunia meninggal akibat preeklamasi setiap tahunnya. Sejauh ini, masih belum cara untuk mengobati preeklamasi, namun resiko dapat diminimalisir dengan penanganan yang baik.

Oleh karena itulah, sebaiknya ibu hamil berhati-hati dan segera konsultasi ke dokter apabila merasakan tanda-tanda terjadinya preeklamasi yang sebelumnya telah disebutkan.  Dan bagi calon ibu yang memiliki keadaan sehat, selalu jaga kondisi dan perhatikan kesehatan Anda dan calon buah hati.

Preklamasia sendiri biasanya ditandai dengan beberapa gejala berikut :

  • Penglihatan semakin kabur
  • Pembengkakan di beberapa area tubuh
  • Sakit kepala konstan
  • Rasa sakit pada bagian bawah tulang rusuk
  • Seringnya rasa mulas
  • Mual dan muntah
    Sponsors Link

Untuk selalu menjaga kesehatan, sebaiknya calon ibu mengetahui penyebab terjadinya preeklamasi supaya dapat terhindar dari adanya preklamasi. Beberapa pada ahli meyakini bahwa penyebab terjadinya preeklamasi dikarenakan gangguan pada plasenta. Penyempitan pembuluh darah menyebabkan darah yang seharusnya dialirkan berkurang.

  1. Eklamasia

Adaya eklamasia biasanya terjadi seiring dengan adanya preeklamasia. Calon ibu yang tidak menyadari adanya preeklamasi dapat menyebabkan terjadinya eklamasia, dimana kondisi ini lebih berbahaya dan dapat mengancam keselamatan calon ibu dan janin. Seseorang yang mengalami eklamasia akan ditandai dengan kejang umum. Walaupun sangat langka terjadi, namun adanya serangan eklamasia merupakan kejadian yang tergolong serius karena dapat menyebabkan wanita hamil mengalami koma.

ads

Baik eklamasia dan preeklamasia akan mengganggu plasenta dimana organ ini dirancang untuk menghantarkan oksigen, darah, dan nutrisi pada janin. Apabila aliran darah terhambat karena adanya preeklamasia dan eklamasia, maka plasenta tidak akan dapat bekerja semestinya. Keadaan ini akan menyebabkan bayi lahir dengan berat badan kurang bahkan diharuskan untuk lahir prematur. Diketahui bahwa presentase ibu hamil yang mengalami eklamasia pada masa kehamilan sekitar 0,005%. Walaupun tergolong kecil, namun tidak boleh disepelekan karena sekalinya terjadi dapat berakibat fatal.

  1. Infeksi Saluran Kemih atau Infeksi Ginjal

Berikut ini beberapa gejala yang terjadi ketika terjadi infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal :

  • Rasa ingin selalu buang air kecil
  • Rasa tidak nyaman ketika buang air kecil
  • Sakit punggung, mual, muntah, dan menggigil

Jika merasakan beberapa tanda di atas, segera periksa ke dokter untuk memastikan adanya infeksi. Dokter akan memberikan antibiotik yang aman dikonsumsi pada masa kehamilan.

  1. Faktor lain

Adanya protein pada masa kehamilan mungkin saja tidak hanya disebabkan oleh faktor biologis, tetapi juga faktor psikologis, seperti stress berlebihan pada masa kehamilan. Selain itu, protein dalam urin juga bisa disebabkan oleh demam, olahraga yang ekstrem, dan dehidrasi, kurangnya cairan tubuh, adanya penyakit kronis diabetes melitus, gangguan ginjal, dan lain sebagainya. Karena itu, sebaiknya calon ibu menghindari hal-hal yang berisiko untuk kesehatan ibu dan calon bayi.

Gejala Umum

Biasanya adanya protein dalam urin disertai juga dengan beberapa gejala umum, walaupun penyebabnya bisa berbeda-beda. Berikut ini beberapa tanda adanya protein dalam urin untuk Anda ketahui :

  • Terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti tangan, kaki, dan wajah.
  • Air seni berbusa

Pengobatan

Sebenarnya, adanya protein dalam urin bukanlah suatu penyakit yang perlu diobati. Apabila urin teridentifikasi memiliki kandungan urin berlebih, maka cara cara menurunkan protein urin pada ibu hamil hanya dengan mengetahui penyebab adanya protein tersebut dalam urin.

  1. Bagi Penderita Diabetes

Misalnya apabila calon ibu menderita diabetes, maka cara untuk mengontrol kandungan protein adalah melakukan diet makanan yang seimbang dan obat-obatan.

Sponsors Link

  1. Bagi Penderita Hipertensi

Tetapi berbeda lagi jika penyebab proteinuria karena hipertensi, maka Anda mungkin perlu memperhatikan makanan yang Anda konsumsi. Sebaiknya kurangi kandungan garam yang masuk ke tubuh karena kandungan garam yang tinggi dapat menyebabkan darah tinggi. Namun selain memperhatikan pola makan, mungkin sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk memastikan penyebab adanya urin mengandung protein supaya dokter dapat memberikan solusi yang tepat untuk Anda.

  1. Pola Hidup Sehat

Bagi calon ibu yang memiliki kelebihan protein, pastikan makan makanan yang bergizi, minum air 6-8 gelas per hari, cukup istirahat, olahraga yang teratur, hindari minuman beralkohol dan kafein, serta kendalikan emosi.

Sekian artikel mengenai cara cara menurunkan protein urin pada ibu hamil. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan