Sponsors Link

Cara Mengurangi Protein dalam Urin yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Protein merupakan salah satu zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Protein dapat memperbaiki sekaligus membangun sel-sel baru. Selain itu, protein dapat melindungi tubuh dari infeksi, membantu pembekuan darah, menjaga kadar cairan dalam tubuh, dan sejumlah manfaat penting lainnya.

ads

Namun, ada kalanya protein menjadi berbahaya apabila berada di tempat yang tidak seharusnya, seperti urin. Adanya kandungan protein yang berlebihan pada urin menandakan adanya kelainan pada ginjal. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini :

Penyebab Protein dalam Urin

Kondisi dimana terdapat kandungan protein dengan jumlah tidak normal di dalam urin lebih sering disebut dengan proteinuria atau albuminuria. Proteinuria bukanlah penyakit yang sebenarnya, melainkan tanda adanya kelainan lain dalam tubuh, yaitu ginjal.

Seperti yang kita ketahui, fungsi utama ginjal adalah melakukan penyaringan darah.  Ginjal berperan melakukan proses penyaringan limbah dan kotoran dalam darah untuk dikeluarkan dari tubuh melalui urin. Dan protein bukanlah salah satunya karena protein merupakan zat yang masih berguna dan bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, protein juga merupakan zat yang memiliki ukuran partikel yang cukup besar. Dan ginjal yang sehat tidak akan membiarkan protein lolos melewati penyaringan.

Apabila kadar protein dalam urin hanya dalam jumlah kecil, kondisi masih dapat dikatakan normal. Atau apabila peningkatan protein hanya sementara, misalnya seusai melakukan olahraga berat atau ketika sakit, adanya protein masih dapat ditoleransi karena alasan tertentu. Namun apabila kadar sudah melewati batas tertentu, terus mengalami peningkatan, dan berlangsung lama, maka besar kemungkinan ginjal mengalami penurunan fungsi.

Dan apabila jumlah protein dalam tubuh tidak terkontrol, resiko bertambah parahnya kondisi ginjal akan semakin besar. Dan apabila hal ini tidak segera diatasi dan berlangsung lama, maka akan menjadi faktor penyebab gagal ginjal.

Beberapa keadaan lain yang menyebabkan adanya protein dalam urin tetapi tidak berbahaya, diantaranya adalah dehidrasi, stress, suhu dingin yang ekstrem, dan demam. Sedangkan beberapa penyakit yang menyebabkan peningkatan protein dan berhubungan dengan masalah ginjal adalah diabetes, indokarditis, tekanan darah tinggi, malaria, infeksi ginjal, dan lain sebagainya.

Pada orang yang berpenyakit diabetes biasanya akan terjadi komplikasi antara kadar gula darah yang tinggi dan tingginya tekanan darah atau hipertensi. Keadaan ini apabila berlangsung lama akan menyebabkan ginjal rusak atau bahkan ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis adalah keadaan yang perlu Anda waspadai karena gejala-gejalanya tidak terlalu menonjol sehingga kebanyakan penderita akan mulai mencurigai keadaan ginjal mereka apabila sudah stadium lanjut dimana gejala-gejalanya mulai terlihat. Untuk lebih jelasnya baca artikel hubungan gagal ginjal dan diabetes.

Sponsors Link

Gejala-gejala Proteinuria

Berikut ini gejala-gejala proteinuria yang perlu Anda sadari sejak dini :

Pada tahap awal, biasanya proteinuria tidak memberikan gejala-gejala tertentu. Gejala proteinuria biasanya baru muncul apabila peningkatan albumin dalam urin sudah cukup tinggi. Dalam kondisi seperti ini, tanda yang akan muncul umumnya berupa pembengkakan pada sejumlah area tubuh seperti pergelangan kaki, tangan, perut, dan wajah. Hal ini karena banyak protein lolos dari tubuh dan darah tidak bisa menyerap cukup cairan sehingga terjadi gejala-gejala pembengkakan tersebut. Dilihat dari fisik urin sendiri, biasanya tingginya kadar protein menyebabkan urin berbusa.

ads

Uji Proteinuria

Apabila Anda sudah mulai curiga atau mengalami gejala proteinuria, segeralah tanggap dan lakukan pengujian proteinuria untuk mencegah kondisi yang lebih buruk dan mengetahui secara pasti kondisi ginjal Anda. Berikut ini merupakan langkah-langkah uji proteiunuria.

Salah satu cara mengetahui kondisi ginjal adalah dengan mengecek adanya protein dalam urin. Biasanya proses pengecekan ini dilakukan dengan pengujian dipstick urin. Apabila hasil negatif menggunakan metode ini, terdapat metode lain dengan hasil yang lebih akurat yaitu mengukur rasio albumin.

  • Pengujian dipstick urin

Pengujian dipstick urin juga biasa dikenal dengan metode carik celup.  Dipstick merupakan sejenis strip plastik tipis yang ditempeli kertas seluloid yang di dalamnya terdapat bahan kimia tertentu sesuai jenis parameter yang diperiksa. Dipstick urin dapat mendiagnosa berbagai penyakit dengan cepat. Beberapa contoh uji kimia menggunakan dipstick urin adalah glukosa, protein, bilirubin, urobilinogen, pH, dan lain sebagainya.

Cara kerja pengujian protein menggunakan dipstick urin cukup mudah, yaitu dengan mencelupkan strip plastik ke urin. Warna strip akan berubah sesuai dengan kandungan yang terdapat dalam urin. Walaupun tes dipstick cukup sensitif terhadap kandungan dalam urin, namun sayangnya tes ini tidak dapat menunjukkan jumlah kandungan yang ada dalam urin.

  • Tes Rasio Urin Protein pada Kreatinin

Tes ini merupakan tes tindak lanjut dari uji dipstict urin untuk mengetahui kandungan protein secara akurat. Proses ini membutuhkan sampel urin 24 jam, yaitu urin yang dikumpulkan selama 24 jam selama berturut-turut. Jadi, pasien diminta untuk mengumpulkan urin setiap kali berkemih selama 24 jam. Baru setelah ini, urin akan segera diperiksa untuk mengetahui hasilnya.

Cara Mengurangi Protein dalam Urin

Berikut ini beberapa cara mengurangi protein dalam urin :

  1. Mengurangi Tekanan Darah

Salah satu cara mengurangi protein dalam urin adalah dengan menurunkan tekanan darah. Kondisi tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan ketegangan pada ginjal, sehingga usaha menurunkan tekanan darah dirasa mampu mengurangi kandungan protein yang lolos dari ginjal. Beberapa contoh real sebagai usaha menurunkan tekanan darah adalah dengan mengurangi kandungan garam pada makanan dan menurunkan kadar kolestrol dalam tubuh.

  1. Konsumsi obat tekanan darah

Dokter biasanya lebih mengetahui secara spesifik mengenai penyebab peningkatan kadar protein dalam urin. Mintalah solusi dan rekomendasi mengenai obat yang seharusnya dikonsumsi untuk menurunkan kadar protein dalam urin. Namun biasanya bagi orang yang mengalami peningkatan kadar protein dalam urin akan menerima obat untuk menurunkan tekanan darah, seperti ramipril, captopril, dan lisinopril.

Sponsors Link

  1. Tanyakan solusi lain pada dokter

Tanyakan solusi yang tepat yang menyebabkan masalah pada ginjal kepada dokter. Misalnya, jika penyebab masalah ginjal karena karena penyakit autoimun, maka obat yang Anda butuhkan adalah obat yang dapat menekan sistem imun. Atau misal penyebab gangguan ginjal karena adanya komplikasi diabetes, dokter mungkin akan menganjurkan insulin untuk mengontrol gula darah. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan masalah ginjal dan masing-masing memiliki solusi sendiri. Jadi lebih baik minta rekomendasi obat dari dokter.

  1. Jaga pola hidup yang sehat

Perhatikan asupan makanan dan mulailah mengatur jadwal olahraga.

Sekian artikel mengenai cara mengurangi protein dalam urin. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca. Terima kasih.

Sponsors Link
>
, ,




Oleh :
Kategori : Pengobatan