Sponsors Link

12 Cara Mengatasi Gatal pada Sakit Ginjal yang Benar

Sponsors Link

Gatal-gatal adalah salah satu gejala yang sering dikeluhkan oleh penderita gagal ginjal kronis. Perlu diketahui bahwa gagal ginjal terdiri dari dua macam, yaitu gagal ginjal kronis dan gagal ginjal akut. Gagal ginjal kronis adalah penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara bertahap, selama berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun-tahun tanpa disadari oleh penderita. Baru ketika gagal ginjal masuk ke kategori yang cukup parah, penderita mulai merasakan gejalanya, dan salah satunya adalah gatal-gatal pada kulit.

ads

Namun, gejala ini tidak berlaku untuk penderita gagal ginjal akut, gagal ginjal yang terjadi secara mendadak. Berdasarkan beberapa sumber, gatal-gatal hanya dialami oleh penderita gagal ginjal kronis. Baca lebih lanjut dalam artikel kulit gatal karena gagal ginjal kronik.

Ada beberapa penyebab gagal ginjal kronis, diantaranya adalah penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kerusakan arteri, batu ginjal, kanker kandung kemih, dan lain sebagainya. Selain gatal-gatal pada kulit, ada beberapa gejala lain yang dapat meyakinkan bahwa Anda positif terkena gagal ginjal kronis, yaitu mudah lelah, mual, muntah, otot kejang, hilang nafsu makan, dan gejala lain yang dapat Anda lihat dalam artikel gejala gagal ginjal kronis.

Pada penderita gagal ginjal kronik, rasa gatal pada kulit lebih dikenal dengan istilah pruritus dalam dunia kedokteran. Pruritus umumnya dialami setidaknya tiga periode dalam dua minggu dan rasa gatal ini hanya terjadi di daerah tertentu, misalnya kaki atau tangan.

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi gatal pada sakit ginjal, perlu diketahui beberapa penyebab kulit gatal pada penderita gagal ginjal kronis, berikut diantaranya :

  1. Penumpukan limbah pada darah

Seperti yang kita ketahui, ginjal merupakan organ tubuh yang memiliki tugas khusus untuk menyaring limbah dan sisa metabolisme dalam darah, yang kemudian limbah yang tersaring akan dikeluarkan dari tubuh. Namun, dengan adanya kerusakan pada ginjal, penyaringan tidak akan diproses secara maksimal. Terlebih apabila ginjal masuk kategori kronis dimana ginjal mengalami penurunan fungsi yang signifikan. Limbah yang tidak tersaring akan menumpuk dan masuk ke dalam aliran darah.

Adanya kotoran dalam aliran darah inilah yang menyebabkan sensasi tidak menyenangkan pada kulit dan menimbulkan ketidaknyamanan pada penderita gagal ginjal kronis. Mereka cenderung akan menggaruk secara spontan sehingga dapat menimbulkan ruam. Gatal-gatal pada kulit ini juga dapat menyebabkan penderita kesulitan tidur, depresi, dan mengurangi tingkat produktifitas harian.

  1. Penumpukan hormon paratiroid

Selain menyebabkan proses penyaringan limbah tidak berjalan secara maksimal, gagal ginjal juga mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh. Ginjal gagal menyebabkan ketidakseimbangan kalsium dan fosfor di dalam tubuh, sehingga kadar kalsium meningkat. Peningkatan kadar kalsium ini memicu kelenjar untuk memproduksi hormon paratiroid dengan jumlah berlebihan untuk mengatasi ketidakseimbangan kadar kalsium. Nah, tingginya kadar hormon paratiroid inilah yang menimbulkan efek gatal pada kulit.

  1. Penumpukan fosfor dalam darah

Selain peningkatan kadar kalsium, gagal ginjal juga dapat menyebabkan peningkatan kadar fosfor dalam darah karena ginjal tidak dapat menyaring fosfor. Penumpukan fosfor ini juga dapat menimbulkan efek gatal pada penderita gagal ginjal.

Sponsors Link

  1. Kulit kering

Seseorang yang menderita gagal ginjal pasti akan mengalami penumpukan ureum dalam tubuh, dimana ureum adalah sisa hasil metabolisme yang seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh melalui urin. Namun, karena penyaringan yang terganggu, ureum tidak tersaring secara sempurna. Sehingga, terjadilah penumpukan ureum. Apabila kadar ureum dalam tubuh tinggi, hal ini akan mempengaruhi kondisi kulit seseorang, yang biasanya akan menjadi kering. Dan kekeringan pada kulit ini yang menimbulkan rasa gatal.

ads

  1. Proses cuci darah kurang sempurna

Apabila seseorang mengalami gagal ginjal stadium akhir, maka mereka diwajibkan untuk melakukan cuci darah karena ginjal sudah tidak berfungsi sama sekali. Proses cuci darah ini biasanya dilakukan dua sampai tiga kali dalam satu minggu untuk mengganti peran ginjal. Cuci darah atau yang dikenal dengan proses hemodialisis akan menyaring darah di luar tubuh dengan alat yang dinamakan dialiser. Namun, terkadang proses ini juga menimbulkan efek gatal pada kulit.

Setelah mengetahui beberapa penyebab gatal-gatal pada penderita gagal ginjal, selanjutnya kita akan mengetahui beberapa cara untuk mengatasi pruritus atau gatal pada sakit ginjal, berikut diantaranya :

  1. Mengoleskan krim

Setelah konsultasi ke dokter mengenai pruritus yang Anda alami, dokter mungkin akan memberikan krim corticosteroid untuk menangani rasa gatal. Untuk menggunakannya, pertama oleskan krim ke bagian tubuh yang gatal, kemudian tutup dengan kain katun basah/setelah dicelupkan ke dalam air atau larutan lainnya. Perlakuan ini diharapkan akan membuat krim lebih mudah menyerap ke daerah yang gatal.

  1. Mengkonsumsi obat

Jika daerah yang gatal masih tergolong kecil, mungkin Anda dapat mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti tacrolimus, pimecrolimus, dan penghambat calcineurin. Namun sebelum menggunakannya, sebaiknya konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu.

  1. Antihistamin

Alternatif lain untuk menangani pruritus adalah dengan menggunakan antihistamin oral yang diberikan oleh dokter. Apabila Anda tidak ingin mendapat efek samping seperti mudah mengantuk, Anda dapat memilih jenis antihistamin seperti cetirizine dan loratadine. Namun, apabila Anda tidak keberatan dengan efek samping mengantuk atau ingin mempermudah tidur di malam hari, antihistamin semacam diphenhydramine cocok untuk Anda.

  1. Fototerapi

Foto terapi adalah perlakuan pada area kulit yang gatal dengan memaparkan kulit dengan sinar ultraviolet dengan panjang gelombang tertentu. Terapi cahaya ini dapat mengurangi rasa gatal pada kulit Anda.

Penanganan pada Area Kulit yang Gatal 

  1. Jangan menggaruk

Rasa gatal pada kulit mungkin membuat Anda gemas dan tidak tahan untuk menggaruk. Namun, dengan menggaruk hanya akan membuat sensasi gatal lebih kuat dan akan menimbulkan ruam yang lebih parah. Untuk menghindari menggaruk secara tidak sadar di malam hari, Anda dapat pastikan bahwa kuku Anda tidak panjang. Dan alangkah baiknya, gunakan juga sarung tangan supaya garukan Anda tidak memperparah area kulit yang gatal.

Sponsors Link

  1. Memilih sabun dengan bahan pewarna dan pewangi seminimum mungkin.

Dengan kadar pewarna dan pewangi yang tinggi pada sabun akan memperparah kondisi kulit Anda. Setelah mandi, pastikan bahwa seluruh tubuh terutama area kulit yang gatal sudah bersih dari sabun. Baru kemudian, Anda dapat mengoleskan pelembab.

  1. Jangan stress

Apabila pikiran Anda stress, Anda akan lebih peka terhadap gatal yang Anda alami. Sehingga fokus Anda hanya akan ke rasa gatal. Maka dari itu, perbanyak aktivitas menyenangkan yang dapat mengalihkan pikiran Anda seperti yoga, meditasi, dan sejenisnya.

Sekian artikel mengenai cara mengatasi gatal pada sakit ginjal. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca. Terima kasih.

Sponsors Link
>
,




Oleh :
Kategori : Pengobatan